Spirit NTT, 13-19 April 2009, Laporan Gerardus Manyela
KUPANG, SPIRIT--Anggota DPRD NTT, David Beko, S.H memuji warga Desa Ole Ate, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, yang secara swadaya telah membangun sebuah kantor desa lengkap dengan ruangan sekretaris, BPD, PKK, ruang kerja kepala desa, aula pertemuan serta sebuah rumah jabatan yang cukup besar.
Selain swadaya membangun kantor, partisipasi warga Desa Ole Ate juga cukup bagus sehingga setiap program yang masuk ke desa itu dapat dilaksanakan dengan baik dan selalu membuahkan keberhasilan. Pemerintah desa setempat juga terampil mengelola administrasi sehingga tiga tahun berturut-turut meraih juara pertama lomba desa di Kabupaten Sumba Tengah.
Saat menjaring aspirasi di desa itu, Jumat (27/3/2009), David Beko mengharapkan kerja sama dan semangat gotong royong itu tetap dipertahankan dalam membangun desa tersebut. David Beko juga mengingatkan warga desa memperhatikan pendidikan, kesehatan dan gizi anak-anak sebagai penerus pembangunan wilayah itu.
Pendidikan, katanya, merupakan modal utama bidang sumber daya manusia sehingga pendidikan anak tidak boleh diabaikan. Dia menanyakan jumlah sekolah dasar dan SMP di daerah itu.
Penjabat Kepala Desa Ole Ate, Melkianus Lende melaporkan di desa itu terdapat satu SD Masehi dan satu SDN. Dana tahun ini sedang digunakan untuk membangun sebuah SMPN untuk Kecamatan Mamboro. Dua SD itu menampung 400 anak sekolah yang bakal ditampung di SMPN 3 Mamboro yang sedang dikerjakan.
Soal guru, kata Lende, tidak ada masalah karena dua sekolah itu tidak kekurangan tenaga pengajarnya. Soal kesehatan, Lende mengatakan desa itu memiliki sebuah polindes dan seorang bidan desa yang menetap di wilayah itu sehingga pelayanan kesehaatan ibu dan anak berjalan baik.
Untuk gizi, kata Lende, belum ada warganya yang gizi buruk atau gizi kurang. Menurut Lende, warga desanya sangat memperhatikan asupan gizi anak-anak dengan konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan daging atau telur. Itu komitmen para ibu di desa itu bersama tim penggerak PKK. Selain itu, lanjut Lende, kegiatan posyandu rutin dilakukan sehingga perkembangan berat badan anak-anak selalu tercatat rapi.
Kepada kades dan warga desa itu, David Beko menyarankan memberi anak-anak konsumsi telur ayam kampung setiap dua atau tiga hari karena telur ayam kampung proteinnya tinggi. Juga sayur-sayuran, buah-buahan serta daging. Warga juga diharapkan jangan menggantungkan pola makan pada nasi, tapi perlu divariasi dengan ubi-ubian, pisang serta kacang-kacangan.
Pangan lokal harus betul-betul diperhatikan baik pola konsumsi maupun pola produksi. Dengan demikian, warga tidak hanya menanam padi, tapi harus menanam jagung, ubi-ubian, kacang-kacangan serta buah-buahan. Dengan menanam itu, stok pangan tetap ada walaupun memasuki masa paceklik.
"Buang jauh-jauh anggapan bahwa makan itu harus nasi, kalau jagung, ubi-ubian, pisang bukan berarti tidak makan. Jika kita menggangtungkan pangan hanya nasi, kita bisa merasa kesulitan bahkan menyatakan lapar jika beras menipis atau produksi padi menurun. Makan juga sorgum yang penting perhatikan pengolahan," kata David.
Kades dan warga juga menitip harapan akan liistrik PLN dan air bersih. Menurut Lende, mereka sangat membutuhkan jaringan listrik PLN atau PLTS sehingga anak-anak bisa belajar dengan baik dan warga bisa bekerja malam hari.
Selain itu, air bersih yang hanya mengandalkan satu mata air tapi selalu kering di musim kemarau. Kades berharap wakil rakyat dari propinsi bisa membawa dan memperjuangkan aspirasi itu agar diberikan bantuan pembangunan PLTS dan jaringan air bersih.
Sebanyak 383 KK di desa itu mengharapkan pemerintah mengalokasikan dana untuk jaringan perpipaan memngambil mata air Weesoka yang debitnya 18 liter/detik. Melalui anggota DPRD NTT, warga mengharapkan bantuan dana APBD NTT untuk jaringan perpipaan itu. David tidak berjanji, tapi aspirasi itu akan disalurkan kepada pemerintah untuk dipertimbangkan. (*)
DPRD NTT Puji Warga Ole Ate
Label:
DPRD NTT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar