SPIRIT NTT/ISTIMEWA
PANTAI LASIANA, berpasir putih tanpa karang. Sangat cocok untuk berenang, berjemur atau sekadar menikmati keindahannya.
Spirit NTT, 20-26 April 2009
SEBAGAI propinsi kepulauan, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggantungkan potensi wisatanya kepada pantai-pantai indah yang menghiasi hampir semua batas daerahnya. Salah satu pantai indah yang menjadi andalan pariwisata propinsi ini adalah Pantai Lasiana. Pantai Lasiana secara fisik merupakan pantai berpasir putih sepanjang dua kilometer, memanjang dari timur ke barat. Pantai yang cantik ini terletak sekitar 12 kilometer dari ibukota Propinsi NTT, Kupang.
Pantai Lasiana yang berhadapan langsung dengan Laut Sawu, memiliki ombak yang tenang, air yang bening serta dasar pantai yang sepenuhnya pasir putih tanpa karang. Hal ini membuat pantai Lasiana sangat cocok untuk berenang, berjemur, atau sekadar dinikmati keindahannya. Di sepanjang pinggir pantai banyak terdapat pohon tinggi dan berfungsi untuk menaungi bibir pantai. Ada sekitar 65 pohon kelapa dan 230 pohon lontar tua yang hingga kini masih produktif yang berada di bibir pantai. Pada hari biasa, kawasan pantai ini sepi dari pengunjung.
Bila minggu atau hari liburan tiba, kawasan ini berubah seratus persen. Jangan heran jika Anda mencium aroma ikan bakar di mana-mana dan mendengar nyanyian yang diiringi gitar, karena pada hari-hari libur pantai ini berubah menjadi semacam arena berkumpul keluarga.
Pengunjung yang biasanya hanya berkisar pada jumlah 30 orang pada hari biasa bisa melonjak hingga 500 orang pada hari libur. Mereka yang datang berlomba-lomba untuk memenuhi pantai, berjalan-jalan di sepanjang pasir putih, bermain air dan berenang. Banyaknya pengunjung mengundang banyak pedagang datang dan menggelar berbagai makanan dan minuman dingin yang menyegarkan. Mereka berkumpul di suatu taman dan menggelar berbagai pelega dahaga dan lapar, seperti nasi, jagung bakar, sate, es kelapa muda, buah-buahan segar, air mineral, dan berbagai minuman ringan dan minuman bersoda lainnya.
Sebagai tujuan wisata penting, pantai yang sering disebut-sebut sebagai Kuta-nya Kupang ini memiliki berbagai fasilitas penunjang. Di sepanjang area pantai sekitar pintu masuk, 14 unit bangunan lopo-lopo atau bangunan menyerupai rumah tradisional orang Timor didirikan. Lopo-lopo adalah sebutan lokal untuk pondok berbentuk menyerupai kanopi, bertiang batang pohon kelapa atau kayu dan beratapkan ijuk, daun kelapa, daun lontar, dan alang-alang. Bisa juga beratapkan seng yang bagian luar dilapisi ijuk, pelepah kelapa atau lontar, dan alang-alang.
Bangunan ini berfungsi sebagai tempat berteduh dan beristirahat bagi pengunjung yang tidak ingin tersengat panas matahari ketika menikmati pemandangan pantai. Pemerintah Kota Kupang juga menyalurkan dana miliaran rupiah untuk menata objek wisata pantai Lasiana dengan mendirikan empat kamar mandi cuci dan kakus (MCK), tiga kios komersial, dua kios cendera mata, satu kolam renang dan instalasi air, satu kantor pengelola, satu panggung hiburan rakyat, dan tiga unit home stay.
Ketika Anda berkunjung ke Pantai Lasiana, ada baiknya Anda menikmati hidangan kecil khas daerah ini yaitu pisang gepe dan kelapa muda. Pisang gepe adalah pisang bakar yang disiram air gula aren dan kacang tanah tumbuk. Pisang gepe dihargai Rp 1.000 per buah, dan kelapa muda Rp 2.000. Kedua jenis makanan ringan ini merepresentasikan keseharian ekonomi masyarakat NTT, sebagai penghasil pisang,dan kelapa (kopra).
Sebelum masuk kawasan pantai, pengunjung melewati jalan aspal selebar dua meter dan menempuh sekitar 200 meter lagi membelah perkampungan penduduk lalu tiba di gapura kedua. Di gapura yang berfungsi sebagai loket ini, Dinas Pariwisata NTT memungut tiket masuk sebesar Rp 5000,00 hingga Rp 10.000,00 tergantung kendaraan yang dinaiki pengunjung.
Selayang Pandang
Pantai Lasiana mulai dibuka untuk umum sekitar tahun 1970-an. Sejak Dinas Pariwisata NTT memoles dengan membangun berbagai fasilitas pada tahun 1986, Pantai Lasiana ramai dikunjungi turis asing. Sesuai rencana pengembangan Pemkot Kupang, Pantai Lasiana akan dijadikan Taman Budaya Flobamora, yakni sebutan yang mengacu pada keseluruhan suku bangsa di dekat Pantai Lasiana, antara lain, Flores, Sumba, Timor dan Alor.
Di Pantai Lasiana ini banyak didapati lopo-lopo yang berderet. Lopo-lopo adalah sebutan lokal untuk pondok yang dibangun menyerupai payung dengan tiang dari batang pohon kelapa atau kayu dan beratapkan ijuk, pelepah kelapa atau lontar, dan alang-alang. Bisa juga beratapkan seng yang bagian luarnya dilapisi ijuk, pelepah kelapa atau lontar dan alang-alang.
Pantai nan landai sekitar 3,5 hektar atau tepatnya 35.065 persegi ini, berudara sejuk karena dinaungi 65 pohon kelapa dan 230 pohon lontar tua yang hingga kini masih produktif. Pantainya berpasir putih halus, lautnya biru, airnya jernih dengan debur ombak yang bergulung-gulung kecil, tenang. Keindahan pantai ini bukan karena fasilitas buatan, tetapi lebih karena karakter alamnya.
Pantai Lasiana mempunyai topografi menarik, pada bagian barat terdapat perbukitan, sehingga keseluruhan kawasan ini mempunyai variasi unik, yaitu perpaduan antara perbukitan dan pantai.
Menuju Lokasi
Pantai Lasiana berjarak 12 kilometer dari pusat kota Kupang. Umumnya, pengunjung datang menggunakan angkutan umum, atau dengan kendaraan pribadi. Untuk angkutan umum pengunjung dapat naik jenis kendaraan colt.
Di pantai ini terdapat satu bangunan kios percontohan, tiga kios komersial, dua kios cinderamata, empat kamar mandi cuci dan kakus (MCK), satu kolam renang dan instalasi air, satu kantor pengelola, satu panggung hiburan rakyat, dan tiga unit home stay. Umumnya para pedagang berjualan mulai Sabtu sore, sepanjang hari Minggu dan hari libur lainnya.
Selain menyediakan minuman dan makanan ringan, pedagang kecil di sekitar pantai juga menjajakan kelapa muda, jagung muda bakar dan pisang gepe. (nusacendanabiz.com)
PANTAI LASIANA, berpasir putih tanpa karang. Sangat cocok untuk berenang, berjemur atau sekadar menikmati keindahannya.
Spirit NTT, 20-26 April 2009
SEBAGAI propinsi kepulauan, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggantungkan potensi wisatanya kepada pantai-pantai indah yang menghiasi hampir semua batas daerahnya. Salah satu pantai indah yang menjadi andalan pariwisata propinsi ini adalah Pantai Lasiana. Pantai Lasiana secara fisik merupakan pantai berpasir putih sepanjang dua kilometer, memanjang dari timur ke barat. Pantai yang cantik ini terletak sekitar 12 kilometer dari ibukota Propinsi NTT, Kupang.
Pantai Lasiana yang berhadapan langsung dengan Laut Sawu, memiliki ombak yang tenang, air yang bening serta dasar pantai yang sepenuhnya pasir putih tanpa karang. Hal ini membuat pantai Lasiana sangat cocok untuk berenang, berjemur, atau sekadar dinikmati keindahannya. Di sepanjang pinggir pantai banyak terdapat pohon tinggi dan berfungsi untuk menaungi bibir pantai. Ada sekitar 65 pohon kelapa dan 230 pohon lontar tua yang hingga kini masih produktif yang berada di bibir pantai. Pada hari biasa, kawasan pantai ini sepi dari pengunjung.
Bila minggu atau hari liburan tiba, kawasan ini berubah seratus persen. Jangan heran jika Anda mencium aroma ikan bakar di mana-mana dan mendengar nyanyian yang diiringi gitar, karena pada hari-hari libur pantai ini berubah menjadi semacam arena berkumpul keluarga.
Pengunjung yang biasanya hanya berkisar pada jumlah 30 orang pada hari biasa bisa melonjak hingga 500 orang pada hari libur. Mereka yang datang berlomba-lomba untuk memenuhi pantai, berjalan-jalan di sepanjang pasir putih, bermain air dan berenang. Banyaknya pengunjung mengundang banyak pedagang datang dan menggelar berbagai makanan dan minuman dingin yang menyegarkan. Mereka berkumpul di suatu taman dan menggelar berbagai pelega dahaga dan lapar, seperti nasi, jagung bakar, sate, es kelapa muda, buah-buahan segar, air mineral, dan berbagai minuman ringan dan minuman bersoda lainnya.
Sebagai tujuan wisata penting, pantai yang sering disebut-sebut sebagai Kuta-nya Kupang ini memiliki berbagai fasilitas penunjang. Di sepanjang area pantai sekitar pintu masuk, 14 unit bangunan lopo-lopo atau bangunan menyerupai rumah tradisional orang Timor didirikan. Lopo-lopo adalah sebutan lokal untuk pondok berbentuk menyerupai kanopi, bertiang batang pohon kelapa atau kayu dan beratapkan ijuk, daun kelapa, daun lontar, dan alang-alang. Bisa juga beratapkan seng yang bagian luar dilapisi ijuk, pelepah kelapa atau lontar, dan alang-alang.
Bangunan ini berfungsi sebagai tempat berteduh dan beristirahat bagi pengunjung yang tidak ingin tersengat panas matahari ketika menikmati pemandangan pantai. Pemerintah Kota Kupang juga menyalurkan dana miliaran rupiah untuk menata objek wisata pantai Lasiana dengan mendirikan empat kamar mandi cuci dan kakus (MCK), tiga kios komersial, dua kios cendera mata, satu kolam renang dan instalasi air, satu kantor pengelola, satu panggung hiburan rakyat, dan tiga unit home stay.
Ketika Anda berkunjung ke Pantai Lasiana, ada baiknya Anda menikmati hidangan kecil khas daerah ini yaitu pisang gepe dan kelapa muda. Pisang gepe adalah pisang bakar yang disiram air gula aren dan kacang tanah tumbuk. Pisang gepe dihargai Rp 1.000 per buah, dan kelapa muda Rp 2.000. Kedua jenis makanan ringan ini merepresentasikan keseharian ekonomi masyarakat NTT, sebagai penghasil pisang,dan kelapa (kopra).
Sebelum masuk kawasan pantai, pengunjung melewati jalan aspal selebar dua meter dan menempuh sekitar 200 meter lagi membelah perkampungan penduduk lalu tiba di gapura kedua. Di gapura yang berfungsi sebagai loket ini, Dinas Pariwisata NTT memungut tiket masuk sebesar Rp 5000,00 hingga Rp 10.000,00 tergantung kendaraan yang dinaiki pengunjung.
Selayang Pandang
Pantai Lasiana mulai dibuka untuk umum sekitar tahun 1970-an. Sejak Dinas Pariwisata NTT memoles dengan membangun berbagai fasilitas pada tahun 1986, Pantai Lasiana ramai dikunjungi turis asing. Sesuai rencana pengembangan Pemkot Kupang, Pantai Lasiana akan dijadikan Taman Budaya Flobamora, yakni sebutan yang mengacu pada keseluruhan suku bangsa di dekat Pantai Lasiana, antara lain, Flores, Sumba, Timor dan Alor.
Di Pantai Lasiana ini banyak didapati lopo-lopo yang berderet. Lopo-lopo adalah sebutan lokal untuk pondok yang dibangun menyerupai payung dengan tiang dari batang pohon kelapa atau kayu dan beratapkan ijuk, pelepah kelapa atau lontar, dan alang-alang. Bisa juga beratapkan seng yang bagian luarnya dilapisi ijuk, pelepah kelapa atau lontar dan alang-alang.
Pantai nan landai sekitar 3,5 hektar atau tepatnya 35.065 persegi ini, berudara sejuk karena dinaungi 65 pohon kelapa dan 230 pohon lontar tua yang hingga kini masih produktif. Pantainya berpasir putih halus, lautnya biru, airnya jernih dengan debur ombak yang bergulung-gulung kecil, tenang. Keindahan pantai ini bukan karena fasilitas buatan, tetapi lebih karena karakter alamnya.
Pantai Lasiana mempunyai topografi menarik, pada bagian barat terdapat perbukitan, sehingga keseluruhan kawasan ini mempunyai variasi unik, yaitu perpaduan antara perbukitan dan pantai.
Menuju Lokasi
Pantai Lasiana berjarak 12 kilometer dari pusat kota Kupang. Umumnya, pengunjung datang menggunakan angkutan umum, atau dengan kendaraan pribadi. Untuk angkutan umum pengunjung dapat naik jenis kendaraan colt.
Di pantai ini terdapat satu bangunan kios percontohan, tiga kios komersial, dua kios cinderamata, empat kamar mandi cuci dan kakus (MCK), satu kolam renang dan instalasi air, satu kantor pengelola, satu panggung hiburan rakyat, dan tiga unit home stay. Umumnya para pedagang berjualan mulai Sabtu sore, sepanjang hari Minggu dan hari libur lainnya.
Selain menyediakan minuman dan makanan ringan, pedagang kecil di sekitar pantai juga menjajakan kelapa muda, jagung muda bakar dan pisang gepe. (nusacendanabiz.com)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar