Spirit NTT, 9-15 Maret 2009, Laporan Novemy Leo
NITA, SPIRIT--Kepala sekolah dan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Nita, Maumere, Kabupaten Sikka, telah menyusun rumusan penentuan kelulusan siswa di sekolah itu dengan hasil standar nilai rata-rata 6,33.
Kepala SMAN 1 Nita, Robertus Rass, S.Pd, saat ditemui di sekolah itu, Sabtu (7/3/2009), mengatakan, dengan rumusan itu diharapkan out put siswa bisa berkompetisi dengan siswa lain di luar sekolah. Rumusan penentuan kelulusan siswa dibuat langsung kepala sekolah dan guru diyakini dapat diterapkan karena didukung metode sarapan pagi.
Didampingi Kepala Urusan (Kaur) Kurikulum, Marselinus Marthin, S.Pd, Robertus mengatakan, pihaknya bersama guru telah menyusun rumusan penentuan kelulusan siswa kelas 12 (kelas 3) SMAN 1 Nita. Untuk bisa mencapai nilai kelulusan itu, pihaknya menerapkan metode 'sarapan pagi' bagi siswa dan guru. Metode ini diharapkan menggairahkan kegiatan belajar menegajar (KBM).
Rumusan penentuan kelulusan siswa itu, yakni nilai psikomotor (praktek) ditambah nilai ujian sekolah (US) ditambah nilai ujian nasional (UN) dibagi tiga dan kemudian dikalikan 10. Dari rumusan itu maka jumlah standar nilai kelulusan siswa SMAN Nita harus mencapai angka rata-rata 6, 33. "Nilai rata-rata 6,33 yang ditetapkan ini berat namun kami harus mencobanya. Siswa akan dipacu dengan bimbingan guru untuk bisa mencapai nilai itu," tegasnya.
Dalam metode sarapan pagi, para siswa dilatih mengerjakan sejumlah soal sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM). Dan, guru juga dimasukkan ke asrama. (*)
Sarapan Pagi Gairahkan KBM
Label:
Sikka
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar