Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kembalikan Sumba Pada Wangi Cendana

Spirit NTT, 9-15 Maret 2009, Laporan Gerardus Manyela

WAIBAKUL, SPIRIT--
"Saya tidak mau Pulau Sumba yang tercatat dalam sejarah sebagai daerah penghasil cendana di masa lalu, hanya tinggal nama. Saya mengajak teman-teman bupati dan seluruh rakyat pulau ini, mari kita sama-sama kembalikan pulau ini ke harum semerbak cendana. Saya sudah bicarakan dengan Menteri Kehutanan dan beliau berjanji membantu anakan cendana. Masyarakat di sini saya sudah siapkan dan akan dimulai oleh pejabat dan pegawai negeri sipil di daerah ini."

Hal ini diungkapkan Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang saat ditemui SPIRIT NTT di Waibakul, bulan lalu.
Umbu Bintang mengatakan, niat baik mengembalikan Sumba pada wangi cendana telah disampaikan pada rapat kerja para bupati dengan Gubernur NTT di Waingapu, Sabtu (24/1/2009). Saat itu Umbu Bintang meminta semua bupati di daratan Sumba didukung Pemerintah Propinsi NTT, mengembalikan Pulau Sumba pada wangi cendana. Menurutnya, dulu Pulau Sumba dikenal dengan penghasil cendana, bukan ternak. Namun cendana itu punah lalu muncullah Sumba sebagai penghasil ternak.



Hal itu perlu dilakukan seiring dengan dicanangkannya program tanam, tanam dan merawat oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dan program penghijauan nasional yang dicanangkan Presiden SBY.
Selain cendana, Umbu Bintang juga menawarkan program kembalikan Flobamora sebagai penghasil ternak, yang harus dimulai dari Sumba dan Timor, karena karakteristik daerahnya sebagai pulau sabana.

Umbu Bintang juga mendukung program pengembangan jagung yang dicanangkan oleh Gubernur NTT dengan pendampingan yang intens dan bantuan peralatan pertanian. Jika itu telah dilakukan, pemerintah perlu memikirkan pasar yang bisa menampung produksi jagung sehingga gairah petani menanam jagung menjadi lebih tinggi. Dia yakin, jika harga jagungnya baik, secara ekonomi pendapatan petani meningkat, dengan demikian petani tidak akan bosan menanam jagung. Batang jagung dan bagian lainnya, juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Antara jagung dengan ternak, katanya, ada keterkaitan sehingga perlu mendapat perhatian khusus dengan alokasi anggaran yang memadai.

"Potensi daerah kita adalah pertanian sehingga program yang diturunkan harus berpihak kepada petani. Kita tidak perlu ragu-ragu mengalokasikan dana yang besar untuk petani. Toh, jika petani sejahtera secara ekonomi, berarti pembangunan daerah ini sukses. Yang terpenting bagi pemerintah, yakni memikirkan dan mencarikan pasar yang baik bagi petani sehingga mereka tidak kecewa. Ini tugas kita bersama," kata Umbu Bintang.

Untuk menyukseskan semua program itu, demikian Umbu Bintang, tidak ada cara lain kecuali membangkitkan semangat masyarakat, tanam, tanam dan tanam serta memelihara hingga tanaman itu berproduksi. Apa yang dirintis almarhum El Tari dan dilanjutkan oleh Ben Mboi dengan operasi nusa hijau (ONH), perlu dijadikan contoh. (*)


Tidak ada komentar: