Spirit NTT, 2-8 Maret 2009
DALAM ASI terkandung asam lemak esensial yang tidak didapat di dalam susu sapi atau susu formula. Asam lemak esensial ini dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan mata bayi, serta kesehatan pembuluh darah.
Di dalam ASI juga terkandung Vitamin C, sehingga bayi ASI tidak perlu mendapat suplemen vitamin C, vitamin C biasanya diberikan untuk bayi-bayi yang diberi susu formula. Zat Besi sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga tidak terserang anemia (kekurangan darh akibat defisinesi zat besi).
10 Manfaat ASI bagi bayi:
Pertama, pemberian ASI pada bayi akan meningkatkan perlindungan terhadap banyak penyakit seperti radang otak dan diabetes.
Kedua,ASI juga membantu melindungi dari penyakit-penyakit biasa seperti infeksi telinga, diare demam dan melindungi dari Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi.
Ketiga, ketika bayi yang sedang menyusui sakit, mereka perlu perawatan rumah sakit jauh lebih kecil dibanding bayi yang minum susu botol.
Keempat, air susu ibu memberikan zat nutrisi yang paling baik dan paling lengkap bagi pertumbuhan bayi.
Kelima, komponen air susu ibu akan berubah sesuai perubahan nutrisi yang diperlukan bayi ketika ia tumbuh.
Keenam, air susu ibu akan melindungi bayi terhadap alergi makanan, jika makanan yang dikonsumsi sang ibu hanya mengandung sedikit makanan yang menyebabkan alergi.
Ketujuh, pemberian ASI akan menghemat pengeluaran keluarga yang digunakan untuk membeli susu formula dan segala perlengkapannya.
Kedelapan, air susu ibu sangat cocok dan mudah, tidak memerlukan botol untuk mensterilisasi, dan tidak perlu campuran formula.
Kesembilan, menyusui merupakan kegiatan eksklusif bagi ibu dan bayi. Kegiatan ini akan meningkatkan kedekatan antara anak dan ibu.
Kesepuluh, resiko terjadinya kanker ovarium dan payudara pada wanita yang memberikan ASI bagi bayinya lebih kecil dari pada wanita yang tidak menyusui.
"Benar baa asi te bermanfaat, tapi sekarang kami mo beli makan saja susah. Asi itu juga jadi baik kalo ibu makan enak," jelas Teke, yang tersinggung begitu baca artikel tentang manfaat asi bagi bayi. Lantaran bayi kecilnya, Inang tidak pernah di kasi asi oleh Juli sang isteri tapi susu toko.
"Istri makan tidak enak karena kau yang malas, tau ada anak kecil kerja cari untuk makan saja kau malas bukan main. Semua semua untuk hidup kau tunggu raskin. Bagaimana Juli mau produksi susu yang baik untuk Inang kalo kau kurang perhatian untuk makan minum. Hari hari kau hanya madu adung di bale û bale, padahal ada kebun yang bisa kau pake untuk tanam bayam, ato sayur mayur lain untuk kebutuhan produksi Juli dan si nurak Inang," sambung Ama Plete.
"Kau itu kalo untuk judi, sabung ayam, bako olang tua bako kau ada uang sampai ratusan ribu. Kalo Juli minta beli ikan teri untuk diolah jadi menu enak bergizi kau bilang uang gelok. Dasar laki û laki yang hanya mau enak, enaknya saja," komentar Dede Poi mertua Teke.
Teke hanya tunduk, tunjuk muka munafik. Beli susu di toko itukan sama denga kita ganti biaya produksi dan kasi keuntungan ke toko. Sementara kalo kita kerja, olah makanan lokal dari kebun sendiri jadi menu bergizi kita sebagai suami juga sehat, ibu sehat dan anak juga sehat. Terus tida ada biaya produksi untuk Juli, yang ada hanya perhatian dari suami dan keluarga.
"Saya harus berubah, istri anak harus jadi perhatian yang utama," sambung Teke langsung ambil cangkul pi garap kebun untuk tanam sayur dan lainnya.
"Mudah-mudahan tida hanya Teke yang beruba, tapi kita semua mau kerja untuk keluarga dengan memanfaatkan pangan lokal sebagai menu gizi bagi keluarga terutama bayi," sambung Dede Poi. Bagus-bagus. (john oriwis)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar