Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pemkot Kupang Luncurkan Buletin Sasando

Spirit NTT, 2-8 Maret 2009

KUPANG, SPIRIT-- Pemerintah Kota Kupang, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Jumat ( 30/1/2009) pagi meluncurkan Buletin Sasando, sebuah buletin yang berisi kegiatan-kegiatan pembangunan Pemkot Kupang, dan pendapat tokoh masyarakat maupun tokoh agama mengenai perspektif pembangunan di Kota Kupang.

Selain meluncurkan Buletin Sasando, hari itu juga turut diluncurkan dua media pelayanan informasi, yaitu Info Layanan Masyarakat, dan Kotak Saran 267 (Re La Si), yang diluncurkan dalam rangka menggalang partisipasi aktif dari masyarakat, dalam proses pembangunan di Kota Kupang.

Acara peluncuran berlangsung di ruang rapat Sasando Kantor Walikota Kupang, yang dihadiri oleh Wakil Walikota Kupang Drs. Daniel Hurek, Kadis Infokom Drs. Gosa Yohannes, serta Para Pimpinan SKPD, camat dan Lurah Lingkup Pemkot Kupang.

Acara peluncuran ditandai dengan penyerahan Buletin Sasando secara simbolis dari Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek kepada para Pimpinan SKPD, camat dan lurah.

Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, dalam arahannya mengatakan, upaya pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas hidup, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan, harus dapat terakses oleh masyarakat, sekaligus dapat dipahami secara kontekstual bukan saja mengenai jenis program atau kegiatan, tetapi juga terkait dengan hal-hal yang melatarbelakangi dirancangnya program tersebut, termasuk sasaran dan tujuan yang ingin dicapai, sehingga dari proses pencerahan tersebut akan muncul dukungan yang optimal, yang menurut Wakil Walikota, akan tercermin dalam tingkat keikutsertaan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan setiap program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan.

Wakil Walikota meminta kepada para lurah agar mencari formula yang tepat, agar program apapun yang digulirkan oleh pemerintah melalui tangan para lurah harus bisa mendapatkan dukungan masyarakat, lewat komunikasi politik yang dibangun oleh para lurah.

Menurut Wakil Walikota, partisipasi rakyat menjadi sebuah indikator yang tidak terbantahkan, dalam menunjang berhasilnya sebuah program yang digulirkan oleh pemerintah. "Kalau lurah tidak sanggup menggerakan rakyatnya, ia harus segera mencari solusi, jangan lalu lurah balik menyalahkan rakayat, karena ketika lurah atau pempimpin membalikan kesalah itu pada rakyatnya, maka itu adalah sebuah indikasi kegagalan dari pemimpin tersebut," kata Wawali.

Wawali menambahkan bahwa, pengalaman menunjukkan bahwa banyak program strategis pembangunan yang sudah didisain dan dilaksanakan dengan baik dan dukungan pendanaan yang besar, namun kurang mendapat respons dan dukungan masyarakat karena minimnya informasi ataupun tidak tersosialisasi secara baik, sehingga berdampak terhadap pencapaian hasil yang kurang optimal. (infokom kota kupang)

Tidak ada komentar: