Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Hadapi UN SD, Guru Perlu Metode yang Tepat

Spirit NTT, 09-15-2009

JAKARTA, SPIRIT--
Dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA, tahun pelajaran 2008/2009, peran guru sangat penting untuk mencari metode pembelajaran yang paling tepat sesuai dengan karakteriristik anak didik dan mata pelajaran.

Djemari Mardapi, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, mengatakan, UN pada dasarnya merupakan tantangan bagi sekolah, guru, siswa dan orangtua. Tantangan ini berupa pencapaian standar kompetensi lulusan.


"Ujian Nasional untuk SMP ada tambahan mata pelajaran IPA, untuk SMA tambahannya mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi untuk program IPA. Untuk program IPS tambahannya Matematika, Geografi dan Sosiologi serta untuk program bahasa tambahannya Sastra Indonesia, Bahasa Asing dan Matematika," ujarnya pada diskusi Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik).
Dia menjelaskan Khusus untuk siswa tingkat SD sesuai dengan prinsip wajib belajar yang bermutu, maka mulai tahun pelajaran 2007/2008 akan melaksanakan ujian nasional dalam bentuk Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) yang pelaksanaannya bersama dan terintegrasi dengan ujian sekolah.
Mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang akan berlangsung secara nasional kemudian diikuti dengan ujian sekolah. Soal ujian UASBN 75 persen disusun daerah dan 25 persen disusun oleh BSNP.
"Pencapaian standar kompetensi lulusan pada dasarnya adalah tanggung jawab sekolah karena itu jika siswa belum mencapai standar kompetensi maka guru harus melaksanakan program pembelajaran perbaikan pada mata pelajaran tertentu yang belum mencapai standar kompetensi seperti yang ditetapkan," jelasnya.
Tantangan ini diharapkan akan membangkitkan motivasi berprestasi guru dan siswa yaitu dengan peningkatan kualitas proses belajar baik yang dilakukan di kelas maupun di luar kelas. Mata pelajaran yang diujikan juga tidak menuntut fasilitas labolatorium yang mahal kecuali untuk bahasa Inggris untuk mendengarkan Bahasa Inggris dibutuhkan tape recorder.
Menurut dia, angka batas kelulusan sebenarnya tidak tinggi karena itu strategi pendidik dalam menghadapi UN adalah mencari metode pembelajaran yang paling tepat sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan anak didik.
"Guru harus menanamkan rasa percaya diri pada peserta didik karena hal ini penting karena mereka yang tidak percaya diri tingkat kecemasannya akan naik sehingga mengganggu mereka dalam mengerjakan soal UN."
Dia menolak anggapan bahwa nasib peserta didik (siswa) ditentukan oleh Ujian Nasional saja karena masih ada tiga komponen lain yang harus dipenuhi atau dicapai siswa agar lulus dari satuan pendidikan.
Kelulusan siswa dari satuan penddikan harus memenuhi empat syarat (PP 19 pasal 72 ayat 1) yaitu menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan, kepribadian, estika dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga serta kesehatan. Syarat lainnya adalah lulus ujian akhir sekolah dan terakhir syaratnya adalah lulus ujian nasional. (hilda sabri sulistyo/bisnis indonesia)



Tidak ada komentar: