Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Peduli HIV/AIDS, Pranda keluarkan instruksi lisan

Spirit NTT, 19-25 Januari 2009, Laporan Oby Lewanmeru

LABUAN BAJO, SPIRIT--
Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Wilfridus Fidelis Pranda, memberi perhatian penuh terhadap upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual (PMS) di wilayah itu. Upaya itu antara lain mengeluarkan instruksi lisan kepada Dinas Kesehatan Mabar agar memeriksa darah para pelayan pub dan karoke, serta pelayan pada tempat hiburan di daerah itu.

Bupati Mabar, Fidelis Pranda menyampaikan hal itu usai syukuran Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 yang digelar Korpri Mabar, di Aula Youth Centre Labuan Bajo, Selasa (13/1/2009).

"Ini merupakan instruksi lisan bupati kepada dinas kesehatan supaya bisa memperhatikan hal ini. Saya minta kepala dinas kesehatan supaya lanjutkan instruksi ini sebab sudah banyak kasus HIV/AIDS yang terjadi di daerah ini," kata Pranda.

Pranda saat itu langsung memberikan penegasan kepada Kepala Dinas Kesehatan Mabar, dr. I Gusti Ngurah Harijaya, supaya menindaklanjuti instruksi itu.
Menurut Pranda, para pekerja di tempat hiburan merupakan warga yang berasal dari luar daerah sehingga darahnya perlu diperiksa terutama soal penyakit masyarakat seperti HIV/AIDS dan PMS. Karena itu, lanjutnya, semua pendatang baru yang berprofesi sebagai pelayan tempat hiburan perlu memeriksakan darahnya ke pihak medis.

Pranda menjelaskan, dengan berkembangnya Kota Labuan Bajo saat ini, maka makin banyak pihak yang mendirikan atau membangun pub. Namun banyak juga yang tidak memperhatikan aspek kelayakan tempat hiburan itu.

"Banyak tempat hiburan tapi mengganggu aspek kesehatan dan aspek keluarga. Banyak pub dibangun atau dibuka baru tapi tidak memenuhi syarat sebagai pub atau tempat hiburan. Pasalnya, orang dari luar pub bisa melihat langsung sampai ke dalam, dan sebaliknya semua orang bisa saling lihat. Apa itu sebuah pub," jelasnya.

Pranda mengatakan, dengan kehadiran sejumlah tempat hiburan itu, banyak sekali masyarakat yang mampir ke sana termasuk PNS, TNI, Polri dan wakil rakyat. Namun perlu diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang mengganggu aspek kehidupan bermasyarakat.

Untuk diketahui, sampai dengan akhir tahun 2008 lalu, di Kabupaten Mabar terjadi penambahan pengidap HIV/AIDS dari sebelumnya dua orang menjadi lima orang. Dari jumlah itu dua warga lainnya dinyatakan telah meninggal dunia.*



Tidak ada komentar: