Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

SPIRIT NTT/IST
DESA PANTAI--
Panorama salah satu desa pantai di Manggarai Barat. Semuanya dapat dipoles menjadi obyek wisata bahari yang menarik. Gambar diabadikan belum lama ini.




Obyek wisata, Pasir putih Ketentang belum dijamah
Spirit NTT, 13-19 Oktober 2008, Laporan Oby Lewanmeru

BATU CERMIN, SPIRIT--
Pasir putih serta panorama tanjung di Pantai Ketentang di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) belum dijamah untuk dijadikan sebagai salah satu obyek pariwisata. Daerah pantai ini jika ditata dengan baik akan menambah pendapatan di bidang pariwisata.

Lamber Paji Elam, salah seorang warga Desa Batu Cermin kepada SPIRIT NTT, Selasa (7/10/2008), mengatakan, Pantai Ketentang selama ini belum dijamah. Namun jika ditata dengan fasilitas pendukung yang memadai, maka akan menarik pengunjung, baik warga baik lokal maupun non lokal untuk berekreasi di pantai yang indah itu.

Dia menjelaskan, selama ini pantai tersebut hanya dijadikan sebagai lokasi tambat perahu milik warga dari Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng. "Pantai itu hanya dijadikan lokasi tambatan perahu bagi warga Rangko yang datang ke Labuan Bajo. Saat ini pantai itu sudah direncanakan untuk dikelola secara baik oleh salah satu pengusaha," kata Elam.

Elam mengakui, pantai tersebut memiliki kekhasan, yakni pasir putih yang diselingi tanaman bakau, selain mempunyai tanjung sehingga sangat berpotensi dijadikan sebagai salah satu obyek wisata di Labuan Bajo.

Dikatakannya, lokasi itu sebenarnya sudah dijamah, namun karena kekurangan sarana air bersih, maka tidak berjalan. Namun beberapa waktu yang lalu dirinya bersama seorang pengusaha berhasil menemukan sumber air di pantai itu. "Kini sumber air tawar yang keluar dari sebuah tanjung di pantai itu sementara dibenahi agar bisa dimanfaatkan," katanya.

Hengky Fernandez Lamury, selaku pengusaha yang melirik untuk mengelola pantai itu kepada SPIRIT NTT sebelumnya mengatakan, dirinya berencana menjadikan lokasi itu sebagai salah satu obyek yang bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah Mabar. "Saya hanya ingin lokasi ini suatu saat bisa jadi obyek wisata sehingga saya turut memberi kontribusi di bidang pariwisata di Mabar," kata Lamury.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan Mabar, Drs. Viktor Raul, mengatakan, pihaknya pada prinsip selalu mendukung siapa saja yang ingin membangun demi kepentingan Mabar. Apalagi pariwisata sebagai salah satu ikon pembangunan daerah Mabar. "Jelas kita mendukung upaya pihak swasta yang ingin mengembangkan pariwisata di daerah ini," kata Raul.*



Tidak ada komentar: