Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger



SPIRIT NTT/IST
Senja di Taman Nasional Komodo (TNK)


Pesona TNK, 'Surga' para petualang... (1)
Spirit NTT, 13-19 Oktober 2008

MENJELAJAH
setiap ''lekuk tubuh'' Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Gilimotang yang berlokasi di antara Pulau Flores (NTT) dan Pulau Sumbawa (NTB), mata kita akan disuguhi ketandusan dan kegersangan tanpa batas. Kesan pertama yang tertangkap, memang sebuah suasana alam yang kurang bersahabat, serba kritis dan cenderung "kejam". Namun, jangan salah sangka dan buru-buru mencoret pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) itu dari daftar kunjungan wisata.

Pulau-pulau itu "dipagari" lautan biru membentang luas. Di tengah-tengah hamparan padang savana yang meranggas, mata akan terpaku pada sosok kadal raksasa Varanus komodoensis yang hingga kini masih diklaim sebagai kadal terbesar di seantero dunia. Kunjungan akan lebih bermakna, mengingat satwa reptilia yang sering diidentikkan dengan sosok naga yang hidup dalam mitologi-mitologi kuno itu hanya hidup alami di tiga pulau itu.

Jika tidak punya cukup nyali untuk menikmati atraksi wisata komodo itu, tidak ada salahnya menceburkan diri ke tengah birunya air laut yang "memagari" pulau-pulau tersebut. Mata akan dimanjakan oleh hamparan terumbu karang serta kecipak ikan hias aneka warna nan eksotik.

Seribu jenis ikan
Begitu bahasa promosi yang dilontarkan Staf Bagian Kerja Sama dan Pelayanan Balai Taman Nasional Komodo (TNK) Oman Rohman, yang menemani saya dan rombongan Educational Tour Germania Trisila (GT) Air berwisata ke Pulau "Naga" Rinca belum lama ini. Sebuah ungkapan yang memang tidak mengada-ngada. Betapa tidak, bentang perairan di kawasan TNK memang punya daya pesona luar biasa dalam menaut hati para wisatawan pemuja keindahan bawah laut. Paling tidak, kawasan TNK yang memiliki bentang laut seluas 132.572 hektar ini di dalamnya menyimpan 1.000 jenis ikan, 260 jenis karang dan 70 jenis bunga karang (sponge) yang didominasi jenis Acropora spp.

Berbagai jenis ikan karang dengan gradasi warna menarik hidup di sini, seperti Chaetodon spp, Amychiprion spp dan jenis langka Chelinus undulatus. Pesona keindahan alam bawah laut itu makin sempurna, mengingat perairan TNK juga merupakan jalur migrasi lima jenis paus, 10 jenis lumba-lumba dan duyung. "Bagi wisatawan yang berwisata ke TNK, atraksi luba-lumba yang sering mendekati kapal yang membawa rombongan wisatawan menjadi tontonan yang menarik di tengah-tengah perjalanan melelahkan menuju Pulau Komodo, Pulau Rinca dan pulau kecil lainnya yang ada di kawasan TNK. Daya tarik wisata yang kami tawarkan bukan hanya biawak komodo semata," kata pria asal Jawa Barat yang sudah puluhan tahun menetap di Labuan Bajo, Flores itu.

Oman Rohman memberi garansi bahwa terumbu karang di perairan TNK termasuk yang terindah dan terkaya di dunia dengan tingkat kerusakan yang relatif kecil. Dikatakannya, teramat banyak pilihan bagi para wisatawan pemuja keindahan alam bawah laut untuk mengisi aktivitas diving dan snorkling-nya. Pasalnya, "sekujur tubuh" perairan TNK memang menyimpan aura keindahan yang tidak terbantahkan. Kendati begitu, dia merekomendasikan taman laut pantai Merah, Pulau Pengah, Pulau Siaba, Pulau Tatawa Kecil, Pulau Padar Utara, Pulau Tiko Toko, Pulau Mauan, Pulau Indihiang, Loh Gililawa Darat dan Pantai Batu Bolong sebagai lokasi bercengkerama dengan ikan hias dan terumbu karang yang pantas diprioritaskan. Hanya saja, wisatawan harus tetap berhati-hati karena karakteristik arus di perairan itu cukup kuat.

"Di dalam kawasan TNK ini ada sekitar 84 pulau dengan 75 lokasi diving. Sebagian besar dari pulau-pulau itu memiliki hamparan terumbu karang yang luas. Berjenis-jenis ikan karang dengan gradasi warna yang indah-indah ada di dalamnya yang siap memuaskan para wisatawan yang menggandrungi keindahan alam bawah laut. Pokoknya, sangat banyak pilihan," katanya dan menambahkan, keindahan taman laut di pantai/pulau yang disebutkannya itu memang sudah banyak disinggahi wisatawan untuk tujuan diving dan snorkling. (w sumatika/bersambung)


Tidak ada komentar: