Spirit NTT, 29 September - 5 Oktober 2008
KEFAMENANU, SPIRIT-- Dua puluh petani mengikuti Sekolah Pelatih Petani Lapangan di Kabupaten Timor Tengah Utara (Training of Trainer for Farmer Field School in TTU District). Kegiatan ini merupakan salah satu dari Proyek Ketahanan Pangan Integral Berbasis Masyarakat(Integrated Community Based Security Project) yang diselenggarakan Oxfam GB didukung AusAid- Antara, Field Indonesia dan Yayasan Bife Kuan (Yabiku) TTU.
Demikian dikatakan Direktris Yabiku, Ny. Maria Filiana Tahu, kepada pers di Kefamenanu, Minggu (21/9/2008). "Dua puluh petani mengikuti Training of Trainer for Farmer Field School. Tujuannya membekali pemandu sekolah lapangan petani baik dengan materi tertulis seperti teori dilengkapi dengan praktek lapangan tentang masalah pertanian dan peternakan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh menjadi modal untuk bertindak sebagai fasilitator di desa/kelurahannya masing-masing," jelas Tahu.
Sasaran Farmer Field School (FFS), kata Tahu, antara lain mampu memandu petani lainnya dalam sekolah lapangan petani, juga motivator, negosiator dan evaluator dalam berbagai kegiatan di desa, terlebih kegiatan yang terkait dengan masalah pertanian dan peternakan. "Peserta petani dari enam desa terpilih di empat kecamatan. Perlu diketahui, dari 20 peserta, 11 orang adalah perempuan. Berarti program ini responsif gender," tambahnya.
Materi pelatihan meliputi penguatan pengorganisasian masyarakat, perspektif dan kesadaran gender, penguatan kepemanduan sekolah lapangan pertanian dan peternakan, marketing produk sayuran dan tanaman pangan lainnya, penguatan budidaya tanaman, advokasi dan lingkungan hidup, dan pengawetan benih sayuran dan palawija.
Proyek ini dilaksanakan di 10 desa/kelurahan, yaitu Desa Benus, Manamas, Sunsea, Bokon, Tes, Sasi, Tubuhue, Letmafo, Nibaaf, Kiuola dan Nifuboke. Program ini mengusung beberapa isu, antara lain agrikultur, nutrisi, lifelihood dan advokasi serta Community Conditional Chas Transfer/CCCT). Implementasi program diawali pembangunan fasilitas air bersih berbiaya rendah, dukungan alat pertanian serta bibit unggul, kesehatan gizi dan anak serta gender. (ade)
KEFAMENANU, SPIRIT-- Dua puluh petani mengikuti Sekolah Pelatih Petani Lapangan di Kabupaten Timor Tengah Utara (Training of Trainer for Farmer Field School in TTU District). Kegiatan ini merupakan salah satu dari Proyek Ketahanan Pangan Integral Berbasis Masyarakat(Integrated Community Based Security Project) yang diselenggarakan Oxfam GB didukung AusAid- Antara, Field Indonesia dan Yayasan Bife Kuan (Yabiku) TTU.
Demikian dikatakan Direktris Yabiku, Ny. Maria Filiana Tahu, kepada pers di Kefamenanu, Minggu (21/9/2008). "Dua puluh petani mengikuti Training of Trainer for Farmer Field School. Tujuannya membekali pemandu sekolah lapangan petani baik dengan materi tertulis seperti teori dilengkapi dengan praktek lapangan tentang masalah pertanian dan peternakan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh menjadi modal untuk bertindak sebagai fasilitator di desa/kelurahannya masing-masing," jelas Tahu.
Sasaran Farmer Field School (FFS), kata Tahu, antara lain mampu memandu petani lainnya dalam sekolah lapangan petani, juga motivator, negosiator dan evaluator dalam berbagai kegiatan di desa, terlebih kegiatan yang terkait dengan masalah pertanian dan peternakan. "Peserta petani dari enam desa terpilih di empat kecamatan. Perlu diketahui, dari 20 peserta, 11 orang adalah perempuan. Berarti program ini responsif gender," tambahnya.
Materi pelatihan meliputi penguatan pengorganisasian masyarakat, perspektif dan kesadaran gender, penguatan kepemanduan sekolah lapangan pertanian dan peternakan, marketing produk sayuran dan tanaman pangan lainnya, penguatan budidaya tanaman, advokasi dan lingkungan hidup, dan pengawetan benih sayuran dan palawija.
Proyek ini dilaksanakan di 10 desa/kelurahan, yaitu Desa Benus, Manamas, Sunsea, Bokon, Tes, Sasi, Tubuhue, Letmafo, Nibaaf, Kiuola dan Nifuboke. Program ini mengusung beberapa isu, antara lain agrikultur, nutrisi, lifelihood dan advokasi serta Community Conditional Chas Transfer/CCCT). Implementasi program diawali pembangunan fasilitas air bersih berbiaya rendah, dukungan alat pertanian serta bibit unggul, kesehatan gizi dan anak serta gender. (ade)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar