Spirit NTT, 29 September - 5 Oktober 2008
SABU, SPIRIT-- Bupati Kupang, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, menyatakan, wilayah Sabu Raijua yang memiliki potensi lontar sekitar satu juta pohon perlu dipikirkan teknologi yang tepat untuk mengubah nira menjadi bio etanol.
Menurut Bupati Medah, bulan November mendatang dirinya akan menurunkan mesin pengolah nira menjadi bio etanol di Sabu, selanjutnya secara bertahap semua hasil nira yang ada di Pulau Sabu dan Raijua menjadi penghasil bio etanol terbesar di NTT.
Janji Bupati Medah ini disampaikan ketika melakukan kunjungan kerja dan bertatap muka dengan warga Desa Raerobo, Kecamatan Sabu Liae, Jumat (12/9/2008).
Dikatakannya, jika satu orang penyadap bisa menyadap 30 pohon/hari dan setiap pohon mendapatkan 10 liter, maka setiap penyadap setiap hari bisa mendapatkan uang sebesar Rp 90.000, dikalikan dengan 30 hari berarti pendapatan petani dalam satu bulan Rp 2.700.000.
Bupati Medah yakin bahwa petani yang ada di wilayah Kecamatan Sabu Liae jika dikembangkan, baik di laut maupun potensi darat, dapat memberi kontribusi bagi pendapatan di daerah itu. "Memang disadari bahwa curah hujan di wilayah Sabu Raijua ini sangat kurang, setahun hanya tiga bulan musim penghujan. Namun dari tiga bulan tersebut hanya 20 hari yang maksimal. Tetapi jangan takut karena apabila masyarakat dan pemerintah dapat memanaga dengan baik 20 hari curah hujan tersebut, dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan rakyat," tegas Medah.
Turut memberi sambutan Dandim 1604 Kupang, Letkol Aris Tri Priyanto. Priyanto menjelaskan bahwa dirinya baru empat bulan bertugas di Kupang. "Jujur saja, saya belum menjelajahi wilayah Kabupaten Kupang secara menyeluruh sehingga bersama bupati datang ke Sabu Raijua ini untuk memperkenalkan diri," ujarnya.
Priyanto mengharapkan warga Sabu tetap menjaga kerukunan dan ketentraman masyarakat, karena saat ini Kabupaten Kupang tengah menghadapi agenda besar yakni pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, juga agenda pemilihan legislatif dan presiden pada 2009 nanti.
Bupati Medah menambahkan, jika setiap tahun kita benar-benar memanfaatkan curah hujan yang ada, secara bertahap kita akan mengalami perubahan yang signifikan. Pada kesempatan tatap muka itu, Bupati Kupang meresmikan penggunaan Kantor Desa Raerobo dengan menandatangani prasasti dan penyerahan akte nikah bagi 260 pasutri.
Bupati Medah juga menjelaskan berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat melalui tiga program utama, yakni pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi. Dua di antara program itu telah diambil alih oleh pemerintah dengan membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan. Khusus untuk pendidikan telah dibebaskan biaya pendidikan sampai dengan tingkat SLTA sehingga rakyat cukup berkonsentrasi untuk mengembangkan ekonominya.
Pada kesempatan itu, Bupati Kupang memberikan dana responsif bagi seorang warga Desa Raerobo yang telah berhasil membuat perahu dari bahan aluminium. Untuk memotivasinya, Bupati Kupang memberi sumbangan Rp 20 juta untuk pengembangan usaha pembuatan perahu dari bahan aluminium. Menanggapi usulan masyarakat untuk mendirikan SMIK di Kecamatan Sabu Liae dan satu buah SD untuk Desa Dainau, Bupati Kupang menjelaskan agar camat segera mengusulkannya sehingga staf mengkaji kelayakannya dan dapat diusulkan pada anggaran induk tahun 2009.
Turut serta dalam rombongan kerja Bupati Kupang adalah Dandim 1604, Koramil Sabu, para camat, Humas Setda Kabupaten Kupang, Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Kupang, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny. Rambu nDjurumana, dan sejumlah pengurus PKK Kabupaten Kupang. Usai tatap muka, Bupati Kupang dan masyarakat Sabu Liae, meninjau gas alam di Desa Eilogo. (humas kabupaten kupang)
SABU, SPIRIT-- Bupati Kupang, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, menyatakan, wilayah Sabu Raijua yang memiliki potensi lontar sekitar satu juta pohon perlu dipikirkan teknologi yang tepat untuk mengubah nira menjadi bio etanol.
Menurut Bupati Medah, bulan November mendatang dirinya akan menurunkan mesin pengolah nira menjadi bio etanol di Sabu, selanjutnya secara bertahap semua hasil nira yang ada di Pulau Sabu dan Raijua menjadi penghasil bio etanol terbesar di NTT.
Janji Bupati Medah ini disampaikan ketika melakukan kunjungan kerja dan bertatap muka dengan warga Desa Raerobo, Kecamatan Sabu Liae, Jumat (12/9/2008).
Dikatakannya, jika satu orang penyadap bisa menyadap 30 pohon/hari dan setiap pohon mendapatkan 10 liter, maka setiap penyadap setiap hari bisa mendapatkan uang sebesar Rp 90.000, dikalikan dengan 30 hari berarti pendapatan petani dalam satu bulan Rp 2.700.000.
Bupati Medah yakin bahwa petani yang ada di wilayah Kecamatan Sabu Liae jika dikembangkan, baik di laut maupun potensi darat, dapat memberi kontribusi bagi pendapatan di daerah itu. "Memang disadari bahwa curah hujan di wilayah Sabu Raijua ini sangat kurang, setahun hanya tiga bulan musim penghujan. Namun dari tiga bulan tersebut hanya 20 hari yang maksimal. Tetapi jangan takut karena apabila masyarakat dan pemerintah dapat memanaga dengan baik 20 hari curah hujan tersebut, dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan rakyat," tegas Medah.
Turut memberi sambutan Dandim 1604 Kupang, Letkol Aris Tri Priyanto. Priyanto menjelaskan bahwa dirinya baru empat bulan bertugas di Kupang. "Jujur saja, saya belum menjelajahi wilayah Kabupaten Kupang secara menyeluruh sehingga bersama bupati datang ke Sabu Raijua ini untuk memperkenalkan diri," ujarnya.
Priyanto mengharapkan warga Sabu tetap menjaga kerukunan dan ketentraman masyarakat, karena saat ini Kabupaten Kupang tengah menghadapi agenda besar yakni pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, juga agenda pemilihan legislatif dan presiden pada 2009 nanti.
Bupati Medah menambahkan, jika setiap tahun kita benar-benar memanfaatkan curah hujan yang ada, secara bertahap kita akan mengalami perubahan yang signifikan. Pada kesempatan tatap muka itu, Bupati Kupang meresmikan penggunaan Kantor Desa Raerobo dengan menandatangani prasasti dan penyerahan akte nikah bagi 260 pasutri.
Bupati Medah juga menjelaskan berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah untuk mensejahterakan rakyat melalui tiga program utama, yakni pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi. Dua di antara program itu telah diambil alih oleh pemerintah dengan membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan. Khusus untuk pendidikan telah dibebaskan biaya pendidikan sampai dengan tingkat SLTA sehingga rakyat cukup berkonsentrasi untuk mengembangkan ekonominya.
Pada kesempatan itu, Bupati Kupang memberikan dana responsif bagi seorang warga Desa Raerobo yang telah berhasil membuat perahu dari bahan aluminium. Untuk memotivasinya, Bupati Kupang memberi sumbangan Rp 20 juta untuk pengembangan usaha pembuatan perahu dari bahan aluminium. Menanggapi usulan masyarakat untuk mendirikan SMIK di Kecamatan Sabu Liae dan satu buah SD untuk Desa Dainau, Bupati Kupang menjelaskan agar camat segera mengusulkannya sehingga staf mengkaji kelayakannya dan dapat diusulkan pada anggaran induk tahun 2009.
Turut serta dalam rombongan kerja Bupati Kupang adalah Dandim 1604, Koramil Sabu, para camat, Humas Setda Kabupaten Kupang, Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Kupang, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny. Rambu nDjurumana, dan sejumlah pengurus PKK Kabupaten Kupang. Usai tatap muka, Bupati Kupang dan masyarakat Sabu Liae, meninjau gas alam di Desa Eilogo. (humas kabupaten kupang)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar