Spirit NTT, 22-28 September 2008
BIUDUKFOHO, SPIRIT--Pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Belu bukan saja tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung jawab semua komponen masyarakat. Penegasan ini disampaikan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, saat memberikan arahan pada acara pelantikan Kepala SMA dan SMP 07 September 99 di Biudukfoho, Senin (15/09/2008).
Menurutnya, pendidikan adalah hak asasi bagi seluruh anak bangsa termasuk anak- anak masyarakat Belu. Karena itu, pendidikan harus digalakkan pada semua lini dengan sumber daya manusia yang memadai untuk menjawabi semua tuntutan dan kebutuhan masyarakat. "Hidup ini bukan hadiah melainkan perjuangan. Mari kita belajar dan terus belajar sepanjang umur sehingga kita bisa tahu banyak dan banyak tahu dan dari situ kita bisa bersaing dengan yang lain. Dengan kata lain kita bisa memenuhi dan menyelamatkan hidup kita sendiri," katanya.
Untuk para pendidik dan anak didik SMA dan SMP 07 September 99, Bupati Lopez mengimbau agar tidak berkecil hati dengan segala kekurangan yang ada pada sekolah ini. Pemerintah Kabupaten Belu, katanya, ke depan tidak akan menutup mata atas semua keluhan dan kekurangan. "Jatuh bangun, jatuh bangun kembali itu namanya perjuangan. Pendidikan tidak boleh mundur, yang penting adalah out put yang dihasilkan dalam konteks pembangunan SDM," tegasnya.
Ketua Yayasan Timor Oan Wehali, pengelola SMP dan SMA 09 September 99, Alberto, dalam sambutannya, mengatakan pihaknya walaupun dalam pelaksanaan mengelola sekolah tersebut banyak terdapat keterbatasan, namun dirinya tetap maju. Alasannya, pendidikan adalah emas.
Panitia melaporkan SMP dan SMA 09 September 99 hadir di Biukdufoho tahun 2008. Keberadaan sekolah ini masih darurat. Tiga ruangan kelas berkukuran 6 x 22 meter, dibangun berdinding bebak dan beratap daun gewang. Sementara itu, jumlah anak didik yang bersekolah di tempat tersebut, SMP sebanyak 27 siswa dan SMA 43 orang. Jumlah guru SMP dan SMA 10 orang. Panitia, yayasan dan orang tua wali murid mengusulkan agar pemda membantu gedung sekolah, kursi meja dan ruang perpustakaan.
Pelantikan kepala SMP dan SMA 07 September 99 ini dilakukan oleh Ketua Yayasan Timor Oan Wehali, dilanjutkan dengan penyematan Pin Tutwuri Handayani oleh Bupati Belu.
Hadir dalam acara ini, antara lain Wakil Ketua DPRD Belu, Ludovikus Taolin, BA; Kadis Perikanan dan Kelautan, Yeremias Nahak, S.H; Kadis Peternakan, Ir. Yeremias Kali Taek; Kadis Kimprasil, Ir. Blasius Nahak; Kadis Pertanian dan Perkebunan, Ir. Johanes Bere; Asisten Pembangunan, Ir. Frans T Pareme; Asisten Tata Praja, Drs. Hendrikus Ati. (humas setda belu)
BIUDUKFOHO, SPIRIT--Pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Belu bukan saja tanggung jawab pemerintah melainkan tanggung jawab semua komponen masyarakat. Penegasan ini disampaikan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, saat memberikan arahan pada acara pelantikan Kepala SMA dan SMP 07 September 99 di Biudukfoho, Senin (15/09/2008).
Menurutnya, pendidikan adalah hak asasi bagi seluruh anak bangsa termasuk anak- anak masyarakat Belu. Karena itu, pendidikan harus digalakkan pada semua lini dengan sumber daya manusia yang memadai untuk menjawabi semua tuntutan dan kebutuhan masyarakat. "Hidup ini bukan hadiah melainkan perjuangan. Mari kita belajar dan terus belajar sepanjang umur sehingga kita bisa tahu banyak dan banyak tahu dan dari situ kita bisa bersaing dengan yang lain. Dengan kata lain kita bisa memenuhi dan menyelamatkan hidup kita sendiri," katanya.
Untuk para pendidik dan anak didik SMA dan SMP 07 September 99, Bupati Lopez mengimbau agar tidak berkecil hati dengan segala kekurangan yang ada pada sekolah ini. Pemerintah Kabupaten Belu, katanya, ke depan tidak akan menutup mata atas semua keluhan dan kekurangan. "Jatuh bangun, jatuh bangun kembali itu namanya perjuangan. Pendidikan tidak boleh mundur, yang penting adalah out put yang dihasilkan dalam konteks pembangunan SDM," tegasnya.
Ketua Yayasan Timor Oan Wehali, pengelola SMP dan SMA 09 September 99, Alberto, dalam sambutannya, mengatakan pihaknya walaupun dalam pelaksanaan mengelola sekolah tersebut banyak terdapat keterbatasan, namun dirinya tetap maju. Alasannya, pendidikan adalah emas.
Panitia melaporkan SMP dan SMA 09 September 99 hadir di Biukdufoho tahun 2008. Keberadaan sekolah ini masih darurat. Tiga ruangan kelas berkukuran 6 x 22 meter, dibangun berdinding bebak dan beratap daun gewang. Sementara itu, jumlah anak didik yang bersekolah di tempat tersebut, SMP sebanyak 27 siswa dan SMA 43 orang. Jumlah guru SMP dan SMA 10 orang. Panitia, yayasan dan orang tua wali murid mengusulkan agar pemda membantu gedung sekolah, kursi meja dan ruang perpustakaan.
Pelantikan kepala SMP dan SMA 07 September 99 ini dilakukan oleh Ketua Yayasan Timor Oan Wehali, dilanjutkan dengan penyematan Pin Tutwuri Handayani oleh Bupati Belu.
Hadir dalam acara ini, antara lain Wakil Ketua DPRD Belu, Ludovikus Taolin, BA; Kadis Perikanan dan Kelautan, Yeremias Nahak, S.H; Kadis Peternakan, Ir. Yeremias Kali Taek; Kadis Kimprasil, Ir. Blasius Nahak; Kadis Pertanian dan Perkebunan, Ir. Johanes Bere; Asisten Pembangunan, Ir. Frans T Pareme; Asisten Tata Praja, Drs. Hendrikus Ati. (humas setda belu)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar