Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pegawai pajak ikut diklat sistem administrasi modern

SPIRIT NTT/ADIANA AHMAD
RAKOR PAJAK--Inilah suasana rapat koordinasi (Rakor) pegawai perpajakan se-daratan Sumba, Agustus 2008




Spirit NTT, 1 - 7 September 2008, Laporan Adiana Ahmad

WAINGAPU, SPIRIT--Para pegawai kantor pelayanan pajak se-daratan Sumba mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Sistem Administrasi Modern (SAM) di Hotel Elvin-Waingapu, 21-26 Agustus 2008. Diklat ini dibuka Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pelayanan (DJP) Pajak Nusa Tenggara (Nusra), Dr. Eddy Marlan, Ak, MBA.

Dalam sambutannya, Marlan meminta jajaran perpajakan harus mampu membuat perubahan dan melakukan terobosan-terobosan atau inovasi sehingga tidak tergilas oleh perkembangan zaman. Perubahan itu ditandai dengan perubahan pola pikir dan pola sikap.

Menyikapi perubahan yang demikian cepat, kata Marlan, dibutuhkan sebuah pelayanan yang cepat dan transparan. Karena itu, dibuatlah sebuah sistem administrasi modern (SAM). SAM, kata Marlan, dibutuhkan untuk bisa bersaing dengan berbagai perkembangan. "Dengan beralih ke SAM, terbuka untuk perubahan," kata Marlan.

Dia mengatakan, perkembangan dunia saat ini tidak statis karena itu sudah saatnya jajaran perpajakan berbenah diri. "Orang selalu bertahan dengan sistem tradisional adalah orang yang tidak tanggap terhadap perubahan," katanya.

Lebih lanjut Marlan mengatakan, saat ini seluruh jajaran perpajakan tidak lagi bekerja hanya berdasarkan pada tugas yang diberikan tetapi harus mampu melakukan terobosan-terobosan untuk terus menggali potensi yang selama ini belum disentuh. "Ciri modern itu, bekerja dan berpikir pada lingkup dan bidang tugas yang diberikan tetapi berpikir tentang pajak secara keseluruhan. Lihat ada pekerjaan di bidang lain yang belum selesai, bisa langsung ditangani. Jadi, berkerja secara integrited bukan terkotak-kotak. Ingat penerimaan negara 80 persen berasal dari pajak, karena itu kita harus berubah dan terus menggali potensi dengan inovasi-inovasi," tegas Marlan.

Ciri pengelolaan administrasi modern, terang Marlan, yakni disiplin tinggi dan malu pada diri sendiri. "Kita harus mampu mengubah diri kita menjadi modern dengan disiplin dan bekerja secara profesional," tandas Marlan.

Dengan SAM, katanya, akan berdampak pada perubahan struktur organisasi, dimana seluruh pelayanan pajak akan berada di bawah satu atap dan tidak terkotak-kotak. Dengan SAM, katanya, pelayanan dituntut harus prima baik kepada pemerintah maupun kepada wajib pajak.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Bumi dan Bangunan Sumba, Ignatius Tadeus, mengatakan, sistem administrasi modern meliputi empat ruang lingkup, yakni perubahan struktur organisasi, disiplin yakni bekerja sesuai standar operasional, penyempurnaan sistem dan sumber daya manusia, dimana petugas pelayanan pajak dituntut untuk jujur kepada wajib pajak, dan terakhir penerapan kode etik pegawai dalam rangka menciptakan good governance.*


Tidak ada komentar: