Spirit NTT, 2-8 Juni 2008
KUPANG, SPIRIT--Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang membantu 100 sak semen untuk mendukung pembangunan gedung Pos Kebaktian Jemaat Pohonitas Kua Fe'u Manulai II.
Sumbangan ini diberikan ketika Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, meletakkan batu pertama pembangunan gedung pos kebaktian ini di lokasi di Manulai, Sabtu (24/5/2008).
Dalam sambutannya, Daniel Adoe mengatakan, ada banyak hal yang perlu diperhatikan para jemaat dalam proses pembangunan sebuah gedung kebaktian, antara lain perencanaan yang matang, upaya penggalangan dana yang optimal, pelaksanaan pembangunan yang tertib serta pengawasan yang efektif.
"Untuk itu, semua pihak yang terlibat di dalamnya perlu bersatu, saling melengkapi dan dengan penuh keiklasan ikut berpartisipasi dalam berbagai bentuk sesuai kemampuan yang dimiliki," pesan Adoe.
Turut hadir pada kesempatan ini, Paul Liyanto, mewakili MS GMIT dan Ketua KPWK Kota Kupang, Pdt. Yance Nayoan, S,Th.
Menurut Adoe, pembangunan rumah ibadah secara fisik perlu diselaraskan dengan pembangunan non fisik terutama upaya peningkatan persekutuan jemaat secara utuh. Karena, menurutnya, sia-sialah upaya mewujudkan sebuah gedung gereja yang megah apabila ada kekacauan dan konflik dalam tubuh jemaat.
Daniel Adoe menekankan pentingnya menjalin hubungan antar pribadi yang selaras, serasi dan harmonis dalam persekutuan yang kokoh.
Adoe berharap agar jemaat pohonitas terus mengembangkan data layanan gerejawi dengan ciri memberikan dorongan semangat dan contoh teladan bagi masyarakat melalui pemberdayaan jemaat. "Pesan injil akan lebih relevan dan kredibel apabila dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku hidup bersama demi kemajuan dan kesejahteraan bersama," ujar Adoe.
Dalam semangat kemitraan, Adoe mengharapkan dukungan partisipatif dari warga jemaat pohonitas untuk menyukseskan setiap program pembangunan melalui kegiatan-kegiatan positif, seperti menciptakan stabilitas, menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan pekarangan yang kosong dan menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai ciptaan Tuhan yang perlu dipelihara dan diupayakan bagi kesejahteraan hidup. (infokom kota kupang)
KUPANG, SPIRIT--Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang membantu 100 sak semen untuk mendukung pembangunan gedung Pos Kebaktian Jemaat Pohonitas Kua Fe'u Manulai II.
Sumbangan ini diberikan ketika Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, meletakkan batu pertama pembangunan gedung pos kebaktian ini di lokasi di Manulai, Sabtu (24/5/2008).
Dalam sambutannya, Daniel Adoe mengatakan, ada banyak hal yang perlu diperhatikan para jemaat dalam proses pembangunan sebuah gedung kebaktian, antara lain perencanaan yang matang, upaya penggalangan dana yang optimal, pelaksanaan pembangunan yang tertib serta pengawasan yang efektif.
"Untuk itu, semua pihak yang terlibat di dalamnya perlu bersatu, saling melengkapi dan dengan penuh keiklasan ikut berpartisipasi dalam berbagai bentuk sesuai kemampuan yang dimiliki," pesan Adoe.
Turut hadir pada kesempatan ini, Paul Liyanto, mewakili MS GMIT dan Ketua KPWK Kota Kupang, Pdt. Yance Nayoan, S,Th.
Menurut Adoe, pembangunan rumah ibadah secara fisik perlu diselaraskan dengan pembangunan non fisik terutama upaya peningkatan persekutuan jemaat secara utuh. Karena, menurutnya, sia-sialah upaya mewujudkan sebuah gedung gereja yang megah apabila ada kekacauan dan konflik dalam tubuh jemaat.
Daniel Adoe menekankan pentingnya menjalin hubungan antar pribadi yang selaras, serasi dan harmonis dalam persekutuan yang kokoh.
Adoe berharap agar jemaat pohonitas terus mengembangkan data layanan gerejawi dengan ciri memberikan dorongan semangat dan contoh teladan bagi masyarakat melalui pemberdayaan jemaat. "Pesan injil akan lebih relevan dan kredibel apabila dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku hidup bersama demi kemajuan dan kesejahteraan bersama," ujar Adoe.
Dalam semangat kemitraan, Adoe mengharapkan dukungan partisipatif dari warga jemaat pohonitas untuk menyukseskan setiap program pembangunan melalui kegiatan-kegiatan positif, seperti menciptakan stabilitas, menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan pekarangan yang kosong dan menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai ciptaan Tuhan yang perlu dipelihara dan diupayakan bagi kesejahteraan hidup. (infokom kota kupang)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar