Laporan Martin Lau, Spirit NTT, 2-8 Juni 2008
LARANTUKA, SPIRIT--Pembahasan memorandum of understanding (MoU)/nota kesepahaman antara PT Pertamina dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur (Fotim) terkait rencana alih kelolah Depot Pertamina Larantuka ke Pemkab Flotim ditunda tanpa batas waktu. Alasannya, saat ini Pertamina masih sibuk membahas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Flotim, Yoseph Langkamau membenarkan adanya penundaan tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/5/2008).
Langkamau mengaku pihakanya telah mendapat informasi tersebut dari Koordinator Pertamina Depot Larantuka, Wem Labina, dan masukan tentang penundaan pembahasan MoU telah disampaikan kepada Wakil Bupati (Wabup) Flotim, Yoseph Lagadoni Herin.
"Saya terima informasi langsung dari Wem Labina tentang penundaan itu. Pertamina masih sibuk terkait kenaikan BBM. Jadi mereka minta jadwal pembahasan MoU ditunda," kata Langkamau.
Ia menjelaskan, pada April lalu telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang alih kelolah Depot Pertamina Larantuka ke Pemkab Flotim tinggal dilanjutkan dengan MoU antara Pertamina dan Pemkab Flotim. Pembahasan MoU harus dilakukan sebelum ditandatangani karena berkenaan dengan kontrak dan sistem bagi modal dalam pengelolaan Pertamina Depot Larantuka.
Wabup Flotim, Yoseph Lagadoni Herin, S.Sos, ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, untuk pengelolaan Depot pertamina Larantuka, Pemkab Flotim bersama Pertamina sudah mempersiapkan draft MoU masing-masing pihak yang siap dibahas bersama.
"MoU dari pemkab sudah kita siapkan. Tinggal sekarang kita kawinkan dengan draft Pertamina. Kita berharap, pembahasan bersama ini tidak terlalu lama sehingga keresahan masyarakat tentang ketersediaan BBM di Flotim segera teratasi," kata Herin.
Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina melakukan perampingan organisasi dengan alasan bisnis. Sebagai dampak, sejumlah Depot Pertamina di NTT termasuk Pertamina Larantuka ditutup. Namun penutupan ini ditinjau kembali karena Pemkab Flotim minta kerja sama dengan Pertamina untuk kepentingan BBM bagi masyarakat Flotim. *
LARANTUKA, SPIRIT--Pembahasan memorandum of understanding (MoU)/nota kesepahaman antara PT Pertamina dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur (Fotim) terkait rencana alih kelolah Depot Pertamina Larantuka ke Pemkab Flotim ditunda tanpa batas waktu. Alasannya, saat ini Pertamina masih sibuk membahas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Flotim, Yoseph Langkamau membenarkan adanya penundaan tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/5/2008).
Langkamau mengaku pihakanya telah mendapat informasi tersebut dari Koordinator Pertamina Depot Larantuka, Wem Labina, dan masukan tentang penundaan pembahasan MoU telah disampaikan kepada Wakil Bupati (Wabup) Flotim, Yoseph Lagadoni Herin.
"Saya terima informasi langsung dari Wem Labina tentang penundaan itu. Pertamina masih sibuk terkait kenaikan BBM. Jadi mereka minta jadwal pembahasan MoU ditunda," kata Langkamau.
Ia menjelaskan, pada April lalu telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang alih kelolah Depot Pertamina Larantuka ke Pemkab Flotim tinggal dilanjutkan dengan MoU antara Pertamina dan Pemkab Flotim. Pembahasan MoU harus dilakukan sebelum ditandatangani karena berkenaan dengan kontrak dan sistem bagi modal dalam pengelolaan Pertamina Depot Larantuka.
Wabup Flotim, Yoseph Lagadoni Herin, S.Sos, ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, untuk pengelolaan Depot pertamina Larantuka, Pemkab Flotim bersama Pertamina sudah mempersiapkan draft MoU masing-masing pihak yang siap dibahas bersama.
"MoU dari pemkab sudah kita siapkan. Tinggal sekarang kita kawinkan dengan draft Pertamina. Kita berharap, pembahasan bersama ini tidak terlalu lama sehingga keresahan masyarakat tentang ketersediaan BBM di Flotim segera teratasi," kata Herin.
Sebelumnya diberitakan, PT Pertamina melakukan perampingan organisasi dengan alasan bisnis. Sebagai dampak, sejumlah Depot Pertamina di NTT termasuk Pertamina Larantuka ditutup. Namun penutupan ini ditinjau kembali karena Pemkab Flotim minta kerja sama dengan Pertamina untuk kepentingan BBM bagi masyarakat Flotim. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar