Spirit NTT, 2-8 Juni 2008
LARANTUKA, SPIRIT--Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) pada tahun 2008 ini mendapat bantuan pembangunan satu SMK baru dan penambahan sarana belajar untuk SMK Ile Boleng serta penambahan ruang kelas pada SMK Watowoti yang akan didanai melalui APBN.
Kedua sekolah tersebut merupakan bagian dari tiga SMK yang diusulkan Dinas Pendidikan Flores Timur, masing-masing SMK Wulanggitang, SMK Solor Timur dan SMK Ile Boleng yang semuanya sudah beroperasi sejak tahun ajaran 2007 lalu.
"Jadi pembiayaannya menggunakan sistem cost sharing sebesar 50 banding 50 untuk total dana mencapai satu miliar lebih," kata Plt. Kadis Pendidikan Flores Timur, Arsyad Mahrun, kepada wartawan di Larantuka, Kamis (22/5/2008).
Arsyad Mahrun menyebut hal itu sebagai peluang yang harus ditangkap pihak Dinas Pendidikan Flores Timur dalam rangka menekan item pembiayaan yang berasal dari APBD Flores Timur.
Walau demikian, ditambahkannya bahwa mengingat penetapan APBD Flores Timur tahun 2008 ini telah terjadi pada akhir 2007 lalu maka proses pengusulan dana untuk memenuhi cost sharing tersebut akan dilakukan melalui proses perubahan APBD 2008.
"Tapi kalau belum bisa maka nanti akan kita ajukan pada proses pembahasan APBD 2009. Tetapi kami akan coba pada perubahan ini," ujarnya.
Menjawab pertanyaan tentang rekomendasi yang dikeluarkan Bawasda Flores Timur tentang pembongkaran kembali dua sekolah yang baru selesai direhabilitasi dengan menggunakan DAK tahun 2007, Arsyad Mahrun mengaku pihaknya belum menerima surat dimaksud.
Walau begitu dia membenarkan adanya informasi tentang pengerjaan yang tidak sesuai dengan bestek pada kedua sekolah dimaksud, masing-masing SDK Riangkaha dan SDI Nusadani. "SDK Riangkaha itu kalau tidak salah sudah 100 persen selesai, baik fisik maupun dananya," katanya.
Satu atap
Arsyad Mahrun juga menambahkan, pihaknya juga telah mengutus Kabag TU, Kristian Nemnenu ke Solor Barat untuk meninjau proses pembanguan SD satu atap di Nusadana yang hingga kini belum selesai dikerjakan.
Dia menyebutkan bahwa ada 4 SD satu atap di Flores Timur yang didanai dengan APBN 2007, masing-masing SDI Nusadani di Solor Barat, SDI Riangpuho di Tanjung Bunga, SDI Tikatukan di Adonara dan SDI Bilal di Adonara Timur.
Ditambahkannya pula bahwa pada tahun 2008 ini Pemkab Flores Timur telah mengangkat 20 orang guru baru untuk ditempatkan di seluruh SD satu atap tersebut masing-masing empat orang guru. "Empat guru lainnya untuk satu unit sekolah baru di Laka, Kecamatan Tanjung Bunga," kata Mahrun. (ntt online/peren lamanepa)
LARANTUKA, SPIRIT--Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) pada tahun 2008 ini mendapat bantuan pembangunan satu SMK baru dan penambahan sarana belajar untuk SMK Ile Boleng serta penambahan ruang kelas pada SMK Watowoti yang akan didanai melalui APBN.
Kedua sekolah tersebut merupakan bagian dari tiga SMK yang diusulkan Dinas Pendidikan Flores Timur, masing-masing SMK Wulanggitang, SMK Solor Timur dan SMK Ile Boleng yang semuanya sudah beroperasi sejak tahun ajaran 2007 lalu.
"Jadi pembiayaannya menggunakan sistem cost sharing sebesar 50 banding 50 untuk total dana mencapai satu miliar lebih," kata Plt. Kadis Pendidikan Flores Timur, Arsyad Mahrun, kepada wartawan di Larantuka, Kamis (22/5/2008).
Arsyad Mahrun menyebut hal itu sebagai peluang yang harus ditangkap pihak Dinas Pendidikan Flores Timur dalam rangka menekan item pembiayaan yang berasal dari APBD Flores Timur.
Walau demikian, ditambahkannya bahwa mengingat penetapan APBD Flores Timur tahun 2008 ini telah terjadi pada akhir 2007 lalu maka proses pengusulan dana untuk memenuhi cost sharing tersebut akan dilakukan melalui proses perubahan APBD 2008.
"Tapi kalau belum bisa maka nanti akan kita ajukan pada proses pembahasan APBD 2009. Tetapi kami akan coba pada perubahan ini," ujarnya.
Menjawab pertanyaan tentang rekomendasi yang dikeluarkan Bawasda Flores Timur tentang pembongkaran kembali dua sekolah yang baru selesai direhabilitasi dengan menggunakan DAK tahun 2007, Arsyad Mahrun mengaku pihaknya belum menerima surat dimaksud.
Walau begitu dia membenarkan adanya informasi tentang pengerjaan yang tidak sesuai dengan bestek pada kedua sekolah dimaksud, masing-masing SDK Riangkaha dan SDI Nusadani. "SDK Riangkaha itu kalau tidak salah sudah 100 persen selesai, baik fisik maupun dananya," katanya.
Satu atap
Arsyad Mahrun juga menambahkan, pihaknya juga telah mengutus Kabag TU, Kristian Nemnenu ke Solor Barat untuk meninjau proses pembanguan SD satu atap di Nusadana yang hingga kini belum selesai dikerjakan.
Dia menyebutkan bahwa ada 4 SD satu atap di Flores Timur yang didanai dengan APBN 2007, masing-masing SDI Nusadani di Solor Barat, SDI Riangpuho di Tanjung Bunga, SDI Tikatukan di Adonara dan SDI Bilal di Adonara Timur.
Ditambahkannya pula bahwa pada tahun 2008 ini Pemkab Flores Timur telah mengangkat 20 orang guru baru untuk ditempatkan di seluruh SD satu atap tersebut masing-masing empat orang guru. "Empat guru lainnya untuk satu unit sekolah baru di Laka, Kecamatan Tanjung Bunga," kata Mahrun. (ntt online/peren lamanepa)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar