Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

MTQ Dekatkan Tali Silaturahmi

Spirit NTT, 2-8 Juni 2008

ATAMBUA, SPIRIT--Kehadiran khafilah-khafilah dari kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah bagian dari pendekatan tali silaturahmi antara sesama umat muslim, antar sesama warga bangsa dan antar sesama umat beragama. Hal ini untuk memperkokoh integrasi bangsa dan mengeliminir perbedaan agama, kedaerahan etnis yang seringkali menjadi pemicu konflik di daerah.

Hal ini dikemukakan Wakil Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya, dalam sambutannya pada acara pembukaan MTQ tingkat Propinsi NTT
di Lapangan Umum Atambua, Sabtu (24/5/2008).

Menurut Lebu Raya, penyelenggaran MTQ bukanlah sebuah peristiwa yang terjadi secara kebetulan, melainkan semata-mata karena kasih dan kemurahan Tuhan sendiri. Oleh karena itu, momentum MTQ ini perlu dimaknai dalam konteks penguatan spiritual, pencerahan batiniah dan pembinaan kecerdasan rohani terutama dalam menyikapi pelbagai masalah sosial yang melanda kehidupan umat beragama di tanah air dan khususnya di NTT.

Momentum penyelenggaran MTQ, lanjutnya, merupakan saat yang tepat bagi kaum muslim dan muslimat khususnya para peserta MTQ untuk mempelajari dan mendalami isi kandungan Al Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata.
Lebu Raya juga mengatakan bahwa Propinsi NTT saat ini sedang menjalankan Pilgub.

Dia berharap proses pilkada dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas, memiliki visi dan misa masa depan yang membangun daerah ini ke arah yang lebih baik dan lebih sejahtera.

"Saya berharap kiranya melalui momentum MTQ ini, kita bangun suasana keberagaman di NTT yang semakin semarak dalam nuansa kebersamaan, kekeluargaan, gotong royong dan tentunya tetap dalam semangat nasionalisme yang tinggi, apalagi Kabupaten Belu berbatasan langsung dengan Timor Leste. Dengan demikian kita berharap seluruh proses pembangunan di NTT dapat berjalan dengan baik dan lancar untuk mewujudkan masyarakat NTT yang maju dan mandiri," katanya. (humas setda belu)

Tidak ada komentar: