Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Bangun Pengaman Abrasi di Alor Timur

Laporan Okto Manehat, Spirit NTT, 2-8 Juni 2008

TARAMANA, SPIRIT--Jalan negara di Kabupaten Alor (ruas jalan Kalabahi-Maritaing) yang rusak diterpa bencana alam akhir 2007 hingga kini belum diperbaiki. Sementara warga Desa Taramana, Kecamatan Alor Timur Laut meminta pemerintah agar membangun tembok pengaman abrasi di desa setempat.

Pantauan SPIRIT NTT, Jumat (30/5/2008), di wilayah Sibone Kecil, kerusakan badan jalan semakin parah, tembok abrasi yang sebelumnya patah belum juga diperbaiki sehingga gelombang laut ketika air pasang menerobos ke badan jalan. Jika dibiarkan terus, lama kelamaan badan jalan itu putus.

Kondisi seperti itu, juga telihat di Desa Taramana. Selain jalan putus di Aremang yang belum diperbaiki, kerusakan juga terlihat di sejumlah titik di mana badan jalannya telah dirusakkan air laut. Kerusakan lainnya di Jembatan Lembur di Desa Tulleng, Kecamatan Lembur. Badan jalan di samping kiri jembatan dari arah Desa Tulleng sudah jebol diterjang banjir akhir 2007.

Kepala Desa Taramana, Kecamatan Alor Timur Laut (ATL), Siprianus Frare, yang ditemui di Bukapiting, Jumat (30/5/2008), menuturkan, pada musim hujan akhir 2007 hingga awal 2008, terjadi banjir dan longsor ditambah gelombang laut yang besar dan naik hingga ke badan jalan. Akibatnya, jalan negara yang melintasi desa itu rusak pada beberapa titik.


"Kami berharap jalan yang dibangun bagus dapat diperbaiki kembali. Kami khawatir kerusakan itu akan lebih parah jika tidak ditangani segera," kata Frare.

Frare juga mengharapkan pemerintah membangun tembok pengaman abrasi pantai di desa itu. Jika tidak, abrasi terus mengancam dan merusakkan badan jalan.

Camat ATL, Stef Ouwpoly, mengatakan, pemerintah telah mendata kerusakan itu. Saat ini sedang diupayakan dana untuk perbaikan. *

Tidak ada komentar: