Spirit NTT, 26 Mei- 1 Juni 2008
KUPANG, SPIRIT--Pemenuhan kebutuhan air bersih yang sehat dan tersedia dalam jumlah yang memadai bagi masyarakat Kota Kupang merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan lima tahun ke depan.
Penegasan ini disampaikan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, dalam sambutannya saat membuka kegiatan lokakarya Pengembangan Kapasitas Pemerintah Dalam Penyediaan Air Bersih di Kota Kupang di Aula Bapppeda Kota Kupang, Jumat (23/5/2008). Pemkot Kupang menggelar lokakarya ini bekerja sama dengan GTZ-GLG.
Peningkatan kualitas layanan air bersih secara terpadu dan berkelanjutan, kata Adoe, dilakukan melalui serangkaian program dan kegiatan priortais, yakni membangun kemitraan yang sinergis dan produktif antarlembaga atau wilayah dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.
Selain itu, katanya, melakukan eksploitasi sumber daya air yang ada baik sumber daya air permukaan maupun air tanah bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat Kota Kupang melalui pendekatan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan.
"Semua out put pada akhirnya menjadi agenda prioritas yang harus dapat dipertanggungjawabkan, meliputi perbaikan dan penataan manajemen yang berkualitas dan profesional pada institusi pelayanan air bersih di Kota Kupang dan pilihan teknologi yang efektif dan efisien dalam upaya mengeksploitasi sumber daya air yang tersedia dengan tetap memperhatikan daya dukung yang ada melalui pendekatan pembangunan berbasis konservasi," katanya. Ditambahkannya, hasil akhir yang akan dinikmati oleh masyarakat Kota Kupang pada umumnya dan konsumen air bersih khususnya akan dinikmati secara lestari dan berkelanjutan dari generasi ke generasi.
Adoe meminta agar melalui forum lokakarya dapat diwartakan bagi masyarakat Kota Kupang bahwa pemkot tidak pernah berpangku tangan dalam upaya menemukan solusi yang cerdas dan bermartabat dalam upaya pemecahan masalah pelayanan air bersih di Kota Kupang.
Banyak persoalan
Kepala Bappeda Kota Kupang, Ir. Nicky Uly, yang diwakili Kepala Bidang IV Bappeda Kota Kupang, Victor Umbu Mana, dalam laporannya mengatakan bahwa sampai akhir 2007, PDAM Kupang mencatat jumlah pelanggan yang dilayani air bersih sebanyak 35.841 rumah tangga. Sedangkan UPTD Air Bersih Kota Kupang baru mampu melayani 2.987 sambungan rumah sehingga baru sekitar 38.828 sambungan rumah yang dilayani. Diasumsikan pada tahun 2008 terdapat 59.500 kepala keluarga belum terlayani air bersih PDAM atau masih tergantung kepada air tangki.
Menurutnya, masih banyak persoalan yang dikeluhkan masyarakat maupun pelanggan di Kota Kupang, namun dalam perkembangannya tidak ada perubahan yang signifikan. "Menyadari akan kompleksitas persoalan, maka perlu ada forum yang mempertemukan semua pihak untuk mencari solusi secara bersama untuk memperbaiki pola pelayanan air bersih yang ada di masyarakat," katanya.
Kegiatan lokakarya tersebut, menurut Umbu Mana, bertujuan, pertama, mensosialisasikan komitmen pemerintah Kota Kupang terhadap perbaikan penyediaan air bersih.
Kedua, menginformasikan kerangka metodolog pengembangan kapasitas dalam bentuk capasity building need assesment (CBNA). Ketiga, membangun kesepahaman mengenai prinsip dan metodologi kajian kebutuhan pengembangan kapasitas.
Keempat, menggali masukan mengenai isu-isu utama dengan pengembangan kapasitas pemerintah daerah dalam penyediaan perbaikan air bersih serta mengidentifikasi langkah-langkah dan tahapan kegiatan kapasitas pengembangan.
"Hal yang diharapkan dari lokakarya ini adalah kesepahaman mengenai kebutuhan perbaikan air bersih, mengenai prinsip- prinsip dan metodologi kajian kebutuhan pengembangan kapasitas serta rumusan langkah-langkah kerja yang dilakukan," tutur Umbu Mana. (infokom kota kupang)
Air Bersih, Prioritas Utama Pembangunan
Label:
Kabupaten Kupang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar