Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

RSUD Kefa belum miliki bank darah

Laporan Julianus Akoit, Spirit NTT, 12-18 Mei 2008

KEFAMENANU, SPIRIT--Beberapa fasilitas penting seperti bank darah dan penyediaan oksigen belum dimiliki RSUD Kefamenanu Selain itu, dokter spesialis bedah, penyakit dalam dan kebidanan belum juga ada. Hal ini membuat pelayanan di rumah sakit pemerintah ini tidak maksimal.

Anita Gah, anggota Komisi IX DPR RI dalam kunjungan kerja ke RSUD Kefamenanu, Rabu (7/5/2008), menemukan kondisi ini. Ia didampingi oleh Asisten I Setkab TTU, PD Afeanpah, Kepala Tata Usaha Dinas Kesehatan TTU, David Amleni, Kepala Tata Usaha RSUD Kefamenanu, Petrus Siki, beberapa kepala ruang rawat, memantau ruangan RSU, memeriksa fasilitas pelayanan yang dimiliki.

Anita terkejut ketika mendengar penuturan dari pasien di ruang bersalin yang melahirkan anaknya melalui operasi caesar dan nyaris tewas karena rumah sakit ini tidak menyediakan bank darah untuk kebutuhan transfusi darah.

"Keluarga saya mengemis di asrama polisi, asrama tentara dan beberapa anggota keluarga di Kefamenanu untuk mendapat donor darah delapan kantong. Rumah sakit ini bisa berubah jadi kuburan jika tidak ada bank darah," kata ibu tersebut.

Kasus ini langsung ditanyakan ke Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Kefamenanu, Petrus Siki, namun Siki berkilah dalam tahun anggaran 2008 pihak RSUD Kefamenanu telah mengusulkan anggaran kepada DPRD TTU untuk mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 200 juta untuk pengadaan fasilitas bank darah. "Tapi tim asistensi coret usulan itu," ujarnya.

Menanggapi ini, Anita berjanji akan memperjuangkan ke Departemen Kesehatan di Jakarta agar RSUD Kefamenanu mendapatkan fasilitas bank darah. Di ruang UGD, Anita dikejutkan temuan minimnya persediaan oksigen untuk pasien karena RSUD Kefamenanu tidak memiliki alat produksi oksigen sendiri tapi didatangkan dari Kupang. Jika dalam kondisi terdesak dibeli di beberapa toko. "Masa rumah sakit di kota kabupaten tidak miliki alat produksi oksigeni. Bisa meninggal semua pasien di sini jika tidak punya stok oksigen," tukas Anita.

Ia berjanji memperjuangkan agar fasilitas produksi oksigen dibangun di RSUD Kefamenanu jika pihak manajemen RSUD Kefamenanu memberi proposal kepadanya untuk disampaikan kepada Depkes di Jakarta.

Kepala Ruang Operasi, Simon Seran, mengakui alat ortopedi tulang yang dimiliki cuma satu set dan usianya 19 tahun. "Kalau boleh kami diberi bantuan lagi satu set alat ortopedi tulang yang baru dan modern. Yang kami miliki sudah tua," pinta Seran.
Anita juga mendapat penjelasan bahwa RSUD Kefamenanu tidak memiliki dokter tetap spesialis bedah, penyakit dalam dan kebidanan. *

Tidak ada komentar: