Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Petani Oelnaibesi adopsi teknologi legowo

Spirit NTT, 19-25 Mei 2008

SULAMU, SPIRIT--Masyarakat Oelnaibesi, Desa Oeteta ,Kecamatan Sulamu, berhasil mengadopsi teknologi legowo dari Badan Pengembagan Teknologi Pertanian (BPTP) Naibonat.

Teknologi legowo menghasilkan beberapa keuntungan, antara lain penggunaan bibit sedikit, cara penanaman baris dan memberi ruang antara baris yang satu dengan yang lainnya untuk memudahan dalam pembersihan. Selain itu, pemberian pupuk yang menggunakan teknologi ini mendapatkan hasil yang memuaskan. Misalnya, dengan menggunakan bibit sebanyak 20 kilogram untuk satu hektar dapat menghasilkan sembilan sampai 10 ton gabah kering.

Kepala Desa Oeteta, Yacob Tafae, mewakili Camat Sulamu, pada acara panen perdana padi sawah oleh masyarakat Oelnaibesi, Selasa (13/5/2008) di Oelnaibesi, Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, mengaku sangat senang atas hasil panenan tersebut.

"Masyarakat gembira dan senang apabila segala sesuatu yang dihasilkan sebagai hasil karya bisa dilihat dan dinikmati oleh orang. Masyarakat telah berhasil mengadopsi teknologi dari BPTP sebagai lembaga penghasil teknologi," katanya.
Tafae menegaskan teknologi secanggih apapun yang digunakan, namun jika bibit yang digunakan tidak bagus, maka hasilnya pun tidak memuaskan. Karena itu, katanya, untuk menghasilkan gabah yang baik dan bermutu tentu harus menggunakan bibit yang bermutu, bersih dan sehat. Hal ini untuk mengurangi pemborosan bibit dan tanam ulang.

Masyarakat Oelnaibesi pada musim tanam tahun 2008 mengembangkan benih berlabel ungu yang pada intinya adalah pengembangan dari benih dasar ke benih lanjutan.

Benih padi yang ditanam tahun ini yaitu mira 1, maikongga, memberamo dan jenis IR 64 super. Hasil yang diperoleh rata-rata 9-10 ton gabah kering, menggunakan teknologi legowo. (humas kabupaten kupang)

Tidak ada komentar: