Spirit NTT, 14-20 April 2008
KUPANG, SPIRIT--Pengaruh alkohol, narkoba, pergaulan bebas dan juga tawuran antarpelajar yang sering terjadi akhir-akhir ini menjadikan para pelajar sekolah menengah sudah tidak mencintai bangsa dan negara. Banyak siswa apatis dan tidak lagi memperhatikan negara.
Komandan Rayon Militer (Danramil) Alak, Kapten (Inf) Tanuri mengatakan hal ini saat sosialisasi tentang bela negara, bahaya narkoba, alkohol (miras) dan perkelahian antarpelajar, di Aula SMAN 8 Alak, Jumat (11/4/2008). Nara sumber lain, yakni Camat Alak, Adam Herewila, Kapolsekta Alak, Agung B Leksono dan Kanit Serse Polsekta Alak, Mick Wila Here. Hadir juga beberapa anggota Polsekta Alak dan anggota Koramil Alak.
Menurut Tanuri, persoalan narkoba, alkohol dan perkelahian antarpelajar kini sedang dalam penanganan serius. Jika dibiarkan dan tak ada langkah penanganan maka akan berdampak buruk terhadap masa depan pelajar dan bangsa.
Kapolsekta Alak, Agung B Leksono, pada kesempatan yang sama memotivasi para pelajar untuk giat belajar. Sebab, dengan giat belajar para pelajar akan terhindar dari persoalan seperti ini. Agung juga menceritakan pengalamannya ketika mengikuti pendidikan.
Hadirkan masa depan
Sementara Camat Alak, Adam Herewila, mengajak para siswa untuk turut terlibat dan berjuang menghadirkan masa depan yang baik bagi masyarakat. Adam juga mengimbau agar para pelajar bisa berjuang menghindari bahaya narkoba, alkohol dan perkelahian yang lebih banyak merugikan masyarakat.
"Kunjungan dan penyuluhan ini akan berlangsung di enam sekolah mulai 11 sampai 17 April 2008. Kami terus berupaya agar pelajar mengerti dan memahami betul posisi dan peran mereka di tengah masyarakat," katanya.
Kepala SMAN 8 Kupang, Otniel Penu Moy berterima kasih kepada Muspika Alak yang sudah hadir dan memberi pencerahan kepada para pelajar sekolah tersebut. "Ini pertemuan pertama dan saya mengharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan. Kami juga mengharapkan bantuan pemerintah bagi kami di daerah pinggiran ini," sambung Otniel.
Hal senada diungkapkan Desi Bunga, siswi kelas III IPA. Acara penyuluhan dilanjutkan dengan pelatihan tata upacara dan baris-berbaris yang dikoordinir oleh anggota Koramil Alak. (*/den)
KUPANG, SPIRIT--Pengaruh alkohol, narkoba, pergaulan bebas dan juga tawuran antarpelajar yang sering terjadi akhir-akhir ini menjadikan para pelajar sekolah menengah sudah tidak mencintai bangsa dan negara. Banyak siswa apatis dan tidak lagi memperhatikan negara.
Komandan Rayon Militer (Danramil) Alak, Kapten (Inf) Tanuri mengatakan hal ini saat sosialisasi tentang bela negara, bahaya narkoba, alkohol (miras) dan perkelahian antarpelajar, di Aula SMAN 8 Alak, Jumat (11/4/2008). Nara sumber lain, yakni Camat Alak, Adam Herewila, Kapolsekta Alak, Agung B Leksono dan Kanit Serse Polsekta Alak, Mick Wila Here. Hadir juga beberapa anggota Polsekta Alak dan anggota Koramil Alak.
Menurut Tanuri, persoalan narkoba, alkohol dan perkelahian antarpelajar kini sedang dalam penanganan serius. Jika dibiarkan dan tak ada langkah penanganan maka akan berdampak buruk terhadap masa depan pelajar dan bangsa.
Kapolsekta Alak, Agung B Leksono, pada kesempatan yang sama memotivasi para pelajar untuk giat belajar. Sebab, dengan giat belajar para pelajar akan terhindar dari persoalan seperti ini. Agung juga menceritakan pengalamannya ketika mengikuti pendidikan.
Hadirkan masa depan
Sementara Camat Alak, Adam Herewila, mengajak para siswa untuk turut terlibat dan berjuang menghadirkan masa depan yang baik bagi masyarakat. Adam juga mengimbau agar para pelajar bisa berjuang menghindari bahaya narkoba, alkohol dan perkelahian yang lebih banyak merugikan masyarakat.
"Kunjungan dan penyuluhan ini akan berlangsung di enam sekolah mulai 11 sampai 17 April 2008. Kami terus berupaya agar pelajar mengerti dan memahami betul posisi dan peran mereka di tengah masyarakat," katanya.
Kepala SMAN 8 Kupang, Otniel Penu Moy berterima kasih kepada Muspika Alak yang sudah hadir dan memberi pencerahan kepada para pelajar sekolah tersebut. "Ini pertemuan pertama dan saya mengharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan. Kami juga mengharapkan bantuan pemerintah bagi kami di daerah pinggiran ini," sambung Otniel.
Hal senada diungkapkan Desi Bunga, siswi kelas III IPA. Acara penyuluhan dilanjutkan dengan pelatihan tata upacara dan baris-berbaris yang dikoordinir oleh anggota Koramil Alak. (*/den)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar