Laporan Muhlis al Alawi, Spirit NTT, 7-13 April 2008
SOE, SPIRIT-- Dinas Prasarana Jalan dan Pengembangan Pengairan (PJPP) Kabupaten Timor Tengah Selatan menurunkan alat berat ke beberapa titik lokasi yang terkena dampak bencana banjir dan longsor. Alat berat diturunkan untuk menangani secara darurat ruas jalan putus, dan luapan banjir di beberapa titik lokasi bencana alam.
Kepala Dinas (Kadis) Prasarana Jalan dan Pengembangan Pengairan Kabupaten TTS, Ir. Ared Bilik, mengatakan hal itu saat ditemui di SoE, Senin (31/3/2008). Ared menjelaskan, langkah yang dilakukan dinasnya itu menyusul bencana alam di sejumlah wilayah di Kabupaten TTS.
Ia mengatakan, penanganan pekerjaan darurat pasca bencana alam diserahkan kepada pihak ketiga yang mempunyai alat berat. Untuk penanganan pekerjaan itu, Pemkab TTS mengalokasikan dana Rp 2,6 miliar dari dana tak tersangka.
Tentang daerah yang dilakukan penanganan darurat pasca bencana alam, Ared menyebut lima wilayah. "Penanganan secara darurat dilakukan agar bencana tidak terjadi lagi di daerah yang sama. Pasalnya, hujan masih terus mengguyur di sejumlah wilayah di TTS dan sangat mengkhawatirkan bagi daerah-daerah yang rawan longsor dan banjir," ujarnya.
Menurutnya, bila persoalan itu tidak diantisipasi secara dini, maka bencana alam babak kedua akan menimpa masyarakat. Tentunya bila bencana alam tidak diatasi maka masyarakat pedesaan akan mengalami kesulitan.
Kendati demikian, usaha Dinas PJPP mengatasi persoalan bencana alam masih tergolong kecil karena setelah dihitung secara rinci untuk mengatasi masalah bencana alam longsor dan banjir di seluruh wilayah Kabupaten TTS membutuhkan dana sebesar Rp 40 miliar.
Dia mengakui bencana alam yang terjadi di wilayah TTS tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Persoalan itu terjadi lantaran curah hujan yang terjadi di TTS sangat tinggi.
Kondisi demikian, jelas Ared, menjadikan Kabupaten TTS rentan longsor dan banjir di berbagai wilayah. Longsor banyak memutuskan sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah. *
SOE, SPIRIT-- Dinas Prasarana Jalan dan Pengembangan Pengairan (PJPP) Kabupaten Timor Tengah Selatan menurunkan alat berat ke beberapa titik lokasi yang terkena dampak bencana banjir dan longsor. Alat berat diturunkan untuk menangani secara darurat ruas jalan putus, dan luapan banjir di beberapa titik lokasi bencana alam.
Kepala Dinas (Kadis) Prasarana Jalan dan Pengembangan Pengairan Kabupaten TTS, Ir. Ared Bilik, mengatakan hal itu saat ditemui di SoE, Senin (31/3/2008). Ared menjelaskan, langkah yang dilakukan dinasnya itu menyusul bencana alam di sejumlah wilayah di Kabupaten TTS.
Ia mengatakan, penanganan pekerjaan darurat pasca bencana alam diserahkan kepada pihak ketiga yang mempunyai alat berat. Untuk penanganan pekerjaan itu, Pemkab TTS mengalokasikan dana Rp 2,6 miliar dari dana tak tersangka.
Tentang daerah yang dilakukan penanganan darurat pasca bencana alam, Ared menyebut lima wilayah. "Penanganan secara darurat dilakukan agar bencana tidak terjadi lagi di daerah yang sama. Pasalnya, hujan masih terus mengguyur di sejumlah wilayah di TTS dan sangat mengkhawatirkan bagi daerah-daerah yang rawan longsor dan banjir," ujarnya.
Menurutnya, bila persoalan itu tidak diantisipasi secara dini, maka bencana alam babak kedua akan menimpa masyarakat. Tentunya bila bencana alam tidak diatasi maka masyarakat pedesaan akan mengalami kesulitan.
Kendati demikian, usaha Dinas PJPP mengatasi persoalan bencana alam masih tergolong kecil karena setelah dihitung secara rinci untuk mengatasi masalah bencana alam longsor dan banjir di seluruh wilayah Kabupaten TTS membutuhkan dana sebesar Rp 40 miliar.
Dia mengakui bencana alam yang terjadi di wilayah TTS tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Persoalan itu terjadi lantaran curah hujan yang terjadi di TTS sangat tinggi.
Kondisi demikian, jelas Ared, menjadikan Kabupaten TTS rentan longsor dan banjir di berbagai wilayah. Longsor banyak memutuskan sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar