Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

PKK harus Profesional

Laporan Rosalina L Woso, Spirit NTT, 31 Maret - 6 April 2008

KUPANG, SPIRIT--Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) harus profesional dalam memberikan pelayanan agar tidak kontradiktif dengan tujuan keberadaan institusi ini.
Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, menegaskan hal itu pada HUT Gerakan Kesatuan PKK, KB-Kesehatan yang berlangsung di Kantor Lurah Oesapa Selatan, Sabtu (29/3/2009). Walikota yang didampingi Kepala Kantor BKKBN NTT, Soter G Parera, S.H, MPH, itu menjelaskan, sikap profesional yang dimaksudkannya yakni kemampuan personalitas para pengurus yang mencerminkan sikap kesabaran, kepedulian dan terampil serta berdedikasi tinggi.
Personil PKK, kata Adoe, harus memiliki kemampuan mengelola setiap potensi sumber daya yang ada secara efisien dan efektif guna pencapaian target yang optimal.
Adoe menyadari, keuangan daerah menjadi salah satu faktor yang menghambat upaya kesejahteraan keluarga. Maksudnya, dalam perspektif otonomi daerah (Otda), TP PKK diuji dalam hal kemandirian lokal untuk menyiasati modal yang dimiliki PKK saat ini.
Ketua Tim PKK Kota Kupang, Ny.Welmintje Benyamin-Adoe dalam sambutannya mengatakan, selama 36 tahun, PKK telah terlibat dalam proses pembangunan khususnya dalam pembinaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Peranan ini, telah mendapat penghargaan secara nasional maupun internasional.
Peran aktif PKK, tegas Ny.Welmintje, meskipun dalam skop yang terbatas yakni keluarga dan lingkungan. Karena itu, TP PKK, harus lebih mampu menunjukkan kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ny.Welmintje menambahkan, PKK dapat berperan aktif dengan melakukan program peningkatan pendapatan keluarga, kegiatan posyandu bagi balita dan lansia, pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga, remaja putri dan anggota keluarga lainnya. Program ini, katanya, harus diperhatikan lebih serius.
HUT Gerakan Kesatuan PKK dan KB Kesehatan ditandai dengan pemberian contoh KB dengan menggunakan susuk, penanaman pohon, pasar murah dan sembilan kebutuhan pokok.
Selain pasar murah, HUT ke-39 itu ditandai dengan pemberian penghargaan kepada kader PKK yang setia kepada tugas dan program PKK selama 10 tahun, 15 tahun dan 20 tahun. HUT ini juga ditandai dengan pameran kerajinan dari bahan kain tenun dari PKK, dharma wanita dan dekranasda. *

Tidak ada komentar: