Spirit NTT, 7-13 April 2008
KUPANG, SPIRIT--Walikota Kupang, Drs. Daniel Ade, mewajibkan para pejabat di wilayah itu menyumbangkan sebuah buku di perpustakaan Kota Kupang setiap kali kembali melakukan perjalanan dinas.
Permintaan Daniel Adoe ini disampaikan ketika
meluncurkan pelayanan perpustakaan keliling bagi masyarakat umum di depan halaman Kantor Kelurahan Nunbaun Sabu, Selasa (1/4/2008).
Acara ini ditandai dengan pelepasan tiga ekor burung merpati oleh Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe dan dua anak sekolah dasar.
Hadir dalam acara ini sejumlah masyarakat dan tokoh masyarakat Nunbaun Sabu, para pelajar SD dan SMP di kelurahan itu. Ikut hadir juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, Drs. Abdul Kadir Makarim, Kepala Perpustakaan Propinsi NTT, Melkianus Lima serta sejumlah pejabat di teras Pemkot Kupang.
Usai acara peluncuran itu, beberapa murid SD dan SMP langsung menyerbu mobil perpustakaan dan mengambil buku di dalam mobil itu. Sementara beberapa siswa SD lainnya, duduk di tanah sambil membaca buku.
Ilmu, harta terpenting
Walikota Kupang Drs. Daniel Adoe dalam sambutannya mengatakan, harta yang terpenting bagi anak adalah ilmu. Para orangtua hendaknya membekali masa depan anaknya dengan ilmu pengetahuan, bukan dengan harta. Dengan adanya perpustakaan keliling ini, hendaknya masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik, terutama para mahasiswa, pelajar dan siswa sekolah dasar.
Adoe menambahkan, minat dan kegemaran membaca bagi masyarakat sangat berpengaruh terhadap peningkatan dan perubahan pola pikir ke arah yang lebih maju.
Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Kupang, Drs. John Ludji Djadi, dalam laporannya mengatakan, tujuan dilaksanakannya peluncuran perpustakaan keliling tersebut untuk mendorong tumbuhnya kebudayaan gemar membaca pada masyarakat. Selain itu, membangkitkan semangat masyarakat untuk membentuk dan mengelola taman bacaan sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam membangun dirinya menuju masyarakat yang cerdas dan sejahtera. (infokom kota kupang)
KUPANG, SPIRIT--Walikota Kupang, Drs. Daniel Ade, mewajibkan para pejabat di wilayah itu menyumbangkan sebuah buku di perpustakaan Kota Kupang setiap kali kembali melakukan perjalanan dinas.
Permintaan Daniel Adoe ini disampaikan ketika
meluncurkan pelayanan perpustakaan keliling bagi masyarakat umum di depan halaman Kantor Kelurahan Nunbaun Sabu, Selasa (1/4/2008).
Acara ini ditandai dengan pelepasan tiga ekor burung merpati oleh Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe dan dua anak sekolah dasar.
Hadir dalam acara ini sejumlah masyarakat dan tokoh masyarakat Nunbaun Sabu, para pelajar SD dan SMP di kelurahan itu. Ikut hadir juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT, Drs. Abdul Kadir Makarim, Kepala Perpustakaan Propinsi NTT, Melkianus Lima serta sejumlah pejabat di teras Pemkot Kupang.
Usai acara peluncuran itu, beberapa murid SD dan SMP langsung menyerbu mobil perpustakaan dan mengambil buku di dalam mobil itu. Sementara beberapa siswa SD lainnya, duduk di tanah sambil membaca buku.
Ilmu, harta terpenting
Walikota Kupang Drs. Daniel Adoe dalam sambutannya mengatakan, harta yang terpenting bagi anak adalah ilmu. Para orangtua hendaknya membekali masa depan anaknya dengan ilmu pengetahuan, bukan dengan harta. Dengan adanya perpustakaan keliling ini, hendaknya masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik, terutama para mahasiswa, pelajar dan siswa sekolah dasar.
Adoe menambahkan, minat dan kegemaran membaca bagi masyarakat sangat berpengaruh terhadap peningkatan dan perubahan pola pikir ke arah yang lebih maju.
Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Kupang, Drs. John Ludji Djadi, dalam laporannya mengatakan, tujuan dilaksanakannya peluncuran perpustakaan keliling tersebut untuk mendorong tumbuhnya kebudayaan gemar membaca pada masyarakat. Selain itu, membangkitkan semangat masyarakat untuk membentuk dan mengelola taman bacaan sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam membangun dirinya menuju masyarakat yang cerdas dan sejahtera. (infokom kota kupang)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar