Spirit NTT, 7-13 April 2008
DI LORONG sempit di tengah kota nampak dua orang pengemis yang sedang menunggu para dermawan memberikan dirinya rupian.
Pengemis 1: "Tuan, Nyonya...berilah kami uang..... 500 boleh 100 juga boleh 100 ribu juga nggak nolak".
Pengemis 2: "Berilah kami uang tuan, tuan akan kami do'akan semoga cepat kaya! dan banyak rezeki".
Pengemis 1: "Seharian kita mengemis, kok ya gak bisa buat beli mobil ya?..... eh...ngomongin soal orang kaya, gue ini sebenarnya keturunan orang kaya lho....harta peninggalan keluarga kami nggak akan habis dimakan tujuh keturunan!".
Pengemis 2: "Lha terus kenapa elo jadi kere dan ngemis kaya gini?".
Pengemis 1: "Gue ini keturunan kedelapan!"
Hadiah UNTUK mama
TIGA orang anak laki-laki yang merantau sukses dalam pekerjaan dan usaha mereka. Mereka akhirnya mendiskusikan pemberian apa yang dapat mereka berikan kepada ibu mereka yang sudah lanjut usia sebagai hadiah dan ucapan syukur karena mereka bertiga telah menjadi orang yang sukses dan kaya.
Anak pertama berkata, "Aku sudah selesai membangun sebuah rumah yang sangat besar untuk Mama kita!"
Dan, anak yang kedua berkata, "Oh, aku sudah mengirimkan Mama sebuah mobil Marcedes, lengkap dengan sopirnya!"
Lalu anak ke tiga berkata, "Aku punya hadiah yang lebih istimewa dari kalian berdua! Kalian tahu kan dan kalau Mama kita sangat suka sekali membaca kitab suci dan kalian juga tahu kan kalau penglihatan Mama kita kurang begitu bagus lagi sehingga dia kesulitan dalam membaca kitab suci. Nah ... aku mengirimkannya seekor Burung Beo luar biasa yang hafal seluruh isi kitab suci. Mama tinggal menyebutkan kitab apa, pasal, maupun ayat berapa yang ingin didengarnya dan dengan cepat Burung Beo ini akan meyebutkan isinya!!"
Beberapa waktu kemudian, ibu mereka mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada anak-anaknya:
"Milton," dia menulis kepada anak pertamanya, "Rumah yang kau bangunkan untukku terlalu besar. Aku hanya menggunakan satu kamar, tapi aku harus membersihkan seluruh rumah!"
"Gerald," dia menulis kepada anak keduanya, "Aku sudah terlalu tua untuk mengadakan perjalanan. Sepanjang hari aku menghabiskan waktu di rumah saja, jadi aku sangat jarang menggunakan Mercedes itu. Lagipula sopirnya agak kurang sopan!"
"Donald tersayang," dia menulis kepada anaknya yang ketiga, "Kamu betul-betul tahu apa yang menjadi kesukaan Ibumu ini .... Ayam yang kamu kirimkan padaku itu sangat lezat rasanya!" *
SUDAH apa belum?
SUATU hari terjadi keributan di Rumah Sakit Jiwa Grogol Jakarta, yaitu bentrokan antara dua kubu pasien. Kubu pasien yang pertama adalah pasien yang selalu menjawab 'SUDAH' setiap kali mendapat pertanyaan, sementara kubu yang kedua adalah pasien yang pasti menjawab 'BELUM' kalau ditanya siapa pun.
Karena perbedaan inilah, mereka sering berselisih paham dan akhirnya kemarin terjadi bentrokan fisik yang mengakibatkan beberapa pasien luka berat dan ringan. Pihak manajemen RSJ Grogol pun meminta bantuan pihak kepolisian untuk membantu mengamankan situasi.
Akhirnya setelah berdiskusi dan mencari solusi, pihak manajemen mengambil keputusan untuk memisahkan dua kubu pasien tersebut agar tidak terjadi bentrokan lagi. Kubu yang selalu menjawab 'SUDAH' diletakkan di bangsal depan dekat lapangan, sementara kubu yang selalu mengatakan 'BELUM' ditaruh di bangsal belakang dekat blok kamar mandi.
Sebelum cerita ini dilanjutkan, ada pertanyaan untuk Anda semua, apakah Anda sudah paham cerita yang barusan Anda baca? Baik kalau sudah faham, Silahkan Anda mengambil tempat...! *
Pisau LIPAT
KEJADIAN ini terjadi saat pendidikan dasar untuk para pencinta alam. Seorang senior (instruktur) menemukan sebuah pisau lipat yang tergeletak di atas tanah.
Menurut ketentuan yang disepakati, selama pendidikan dasar barang siapa yang meninggalkan sesuatu selama perjalanan harus dihukum.
Senior dengan segera mengambil pisau lipat itu dan bermaksud untuk menghukum siswa pendidikan dasar yang telah lalai meninggalkan pisau lipatnya itu. Setelah para siswa berkumpul semua, sang senior dengan nada berwibawa berkata, "Siapa yang merasa kehilangan pisau lipat di tengah perjalanan tadi?"
Tak ada satu peserta pun yang berani menjawab. Kemudian sang senior menambahkan, "Hayo cepat? saya sebenarnya sudah tahu siapa pemilik pisau lipat ini karena namanya terukir di situ. Tapi saya ingin kejujuran kalian untuk mengaku!"
Masih tidak ada jawaban dari peserta. "Karena tidak ada yang dengan jujur mau mengakui kesalahannya maka saya akan panggil namanya!!!"
Peserta masih saja diam. Akhirnya sang senior habis kesabarannya, diambilnya pisau lipat tadi kemudian dengan lantang sambil melirik ukiran piasu tersebut. "Stain... maju ke depan!," para siswa saling melirik kalau-kalau ada yang maju ke depan. Karena tidak ada yang maju ke depan si senior berkata lagi, "Saya panggil sekali lagi yang bernama STAINLESS STEEL maju ke depan!!!" *
ANJING pengawal
KAKAK perempuan saya bekerja sebagai seorang supir truk. Karena ingin lebih aman dalam bekerja, dia memutuskan untuk membeli seekor anjing sebagai pengawalnya.
Dia lalu memilih seekor anjing yang terlihat sangat galak di sebuah toko binatang. Sebelum dia membawa pulang anjing itu, si penjual memperingatkan, "Ingat ya, anjing itu sama sekali tidak suka dengan laki-laki!"
"Sempurna!, Sesuai dengan keinginan saya," kata kakak saya.
Pada suatu hari ketika kakak saya dan anjingnya sedang berada di tempat parkir, dia disapa oleh dua orang laki-laki iseng. Kakak saya sangat ingin melihat reaksi dari 'pengawal' barunya tersebut.
Dan ... begitu kedua lelaki itu mendekati kakak saya ... anjingnya langsung lari bersembunyi di bawah kolong mobil. *
Cacat KECIL
SEORANG pria keturunan ingin membalas budi pada seorang petani yang telah menolongnya. Namun dia bingung karena sang petani ini memiliki tiga orang anak yang semuannya perempuan. Dengan kekuasaannya, Ia memutuskan mengencani mereka, untuk mencari yang terbaik diantara ketiga anak petani tersebut.
Hari pertama, Ia pergi dengan anak pertama dan kepada Petani itu Ia menyampaikan," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."
Hari Kedua, Ia pergi dengan anak kedua dan ketika pulang dia berkata, "Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."
Hari Ketiga, Ia pergi dengan anak ketiga dan sangat gembira dan merasa cocok, "Inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."
Lalu menikahlah Pria ini dengan anak ketiga Petani tersebut. Dan pada bulan ke delapan Ia dikaruniai seorang anak. Dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya.
Ketika sang anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya, "Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?"
Petani menjawab, "Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan. Waktu itu Ia sudah hamil duluan....." *
BALADA 109
PAK DIDI baru saja pasang telpon dan belum mengerti benar fasilitas-fasilitas yang ditawarkan Telkom termasuk 109 untuk informasi tagihan telpon. Pak Didi pun mendial 109 seperti telpon biasa.
109 : "Tut...tut...Informasi...." (suara komputer)
Pak Didi : "Ya halo...halo...."
109 : "Informasi tagihan telpon...Untuk mengetahui tagihan rekening...."
Pak Didi : "Hei nyerocos terus aja ya... orang bilang halo aja belum selesai ... kok situ terus nyerocos aja ya (ga tau kalo itu suara otomatis dari telpon)
109 : "telpon rumah anda tekan 1... untuk informasi tagihan telkom flexi anda tekan 2..." (berhenti untuk menunggu penekanan tombol)
Pak Didi : "Sudah tah...ngomongnya.. sekarang giliranku yang ngomong... Mbak aku mau tanya bulan ini telponku habis berapa?"
(Menunggu agak lama karena komputerpun masih menunggu respon penekanan tombol)
Pak Didi : "Halo..halo..... kok diem aja sih... tadi gak disuruh ngomong nyerocos terus.. sekarang ditanyai malah diem... gimana sih layanan ini... payah ah...." Klik!!!!! (tutup Pak Didi dengan geram) (kapanlagi)
Keturunan Orang Kaya
Label:
Humor Spirit
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar