Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

"Desa Kita BI" diterapkan di Ile Padung

Laporan Paschalis Tho, Spirit NTT, 14-20 April 2008

KUPANG, SPIRIT -- Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, Bank Indonesia (BI) meluncurkan program 'Desa Kita Bank Indonesia'. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), wujud dari program itu diterapkan di Desa Ile Padung, Kabupaten Flores Timur (Flotim).
"Program ini ditujukan pada peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pemberdayaan masyarakat desa. Dan di NTT, Desa Ile Padung jadi sasaran program ini. Ile Padung jadi desa binaan BI," kata Deputi Gubernur BI, Muliaman D Hadad, saat Peresmian Proyek Pembangunan Fisik Desa Ile Padung, Kabupaten Flotim, di Hotel Kristal-Kupang, Kamis (10/4/2008).


Hadad mengatakan, BI sebagai otoritas di bidang moneter, perbankan dan sistem pembayaran, merupakan bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, BI dituntut untuk peduli pada masyarakat. "Bentuk kepedulian itu melalui program corporate social responsibility (CSR), yang dinamakan kegiatan BI social responsibility (BSR)," ujarnya.
Pada awalnya, lanjut Hadad, model pelaksanaan BSR adalah memberi bantuan/sumbangan. Tapi ini belum menyentuh sendi- sendi kehidupan masyarakat. Makanya mulai tahun 2006, BSR diarahkan pada hal strategis, yakni pemberdayaan masyarakat desa lewat Program Desa Kita," katanya.
Program Desa Kita, demikian Hadad, dirancang untuk mewujudkan desa mandiri dimana masyarakatnya memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri. Program ini mencakup pengembangan pengetahuan mengenai pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan perekonomian.
Dikatakannya, terpilihnya Desa Ile Padung menjadi salah satu pilot project dalam Program Desa Kita, berangkat dari keinginan kuat masyarakat setempat untuk berubah. Semangat itulah yang menjadi kunci keberhasilan di masa mendatang.
"Pada tahap awal, telah terbangun berbagai sarana fisik seperti fasilitas belajar, pembangunan rumah bersalin dan posyandu, pembangunan instalasi air bersih, MCK, drainase dan lainnya," tutur Hadad.
Program ini, katanya, mencakup juga aspek non fisik seperti pengembangan usaha dan potensi desa serta pembekalan kaun muda guna meningkatkan kompetensi diri. Hal ini sangat penting dalam menjalankan roda perekonomian keluarga dan desa menuju masyarakat mandiri.
Perlu ditiru
Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, terobosan yang dilakukan BI merupakan suatu hal yang baik dan sangat membantu pemerintah terutama masyarakat pedesaan.
Terobosan ini perlu ditiru bank lain di NTT, lebih khusus lagi Bank NTT. Bank NTT perlu memberi perhatian dan kepedualian yang sama kepada desa-desa lainnya di daerah ini.
"Kalau bisa, satu bank mendampingi satu desa selama tiga tahun. Mungkin dalam satu tahun saja, wajah desa binaan bisa berubah. Jika seperti itu, maka suatu saat nanti kita bisa mewujudkan banyak desa mandiri," harapnya. *

Tidak ada komentar: