Spirit NTT, 21-27 April 2008
GENERASI Penuai Anak Bangsa (GPAB) Kota Kupang mengusung misi mulia ketika menggelar aneka perlombaan yang dikkuti anak TK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di halaman Kantor Walikota Kupang, Kamis (17/4/2008). Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, menyebut misi mulia itu adalah membangun kualitas personal anak didik. "Ini yang dilakukan GPAB melalui jalur pendidikan informal," ujar Daniel Hurek ketika membuka lomba tersebut.
Upaya membangun kecerdasan dan menumbuhkan daya nalar anak dalam masa pertumbuhan, diakui Hurek, merupakan langkah yang tepat. Masa itu, katanya, akan menentukan kualitas personalitas anak-anak di masa mendatang.
Hurek juga memberikan apresiasi kepada GPAB Kota Kupang yang telah melakukan langkah strategis seperti menggelar aneka perlombaan mewarnai dan lomba festival untuk anak-anak usia dini.
Lomba yang digelar, harap Hurek, memiliki muatan nilai peningkatan kecerdasan, mengasah mental serta keberanian untuk menyampaikan pendapat. Anak-anak yang masuk dalam kelompok usia dini, jelas Hurek, proses pembelajaran dipahami sebagai bagian dari bermain. Dalam dunia bermain, mereka belajar banyak hal seperti timbul rasa ingin tahu, ada naluri sosial dan memupuk tata nilai dan etika.
Orangtua, ajak Hurek, memiliki kewajiban untuk mendidik. Didikan itu dengan cara bagaimana menciptakan dunia bermain. Dunia yang mampu memberikan sentuhan pembelajaran bagi anak-anak.
Pemkot, kata Hurek, secara khusus memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan apresiasi terhadap pendidikan. Keberadaan lembaga pendidikan itu, jelas Hurek, dibuktikan dengan hadirnya TK dan PAUD di Kota Kupang.
Kondisi ini, kata Hurek, menjadi bukti kesadaran masyarakat untuk berperan serta dalam proses pendidikan di Kota Kupang. Fase-fase pertumbuhan anak, menjadi sangat berarti untuk menghasilkan generasi bangsa yang berkualitas. (osa)
GENERASI Penuai Anak Bangsa (GPAB) Kota Kupang mengusung misi mulia ketika menggelar aneka perlombaan yang dikkuti anak TK dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di halaman Kantor Walikota Kupang, Kamis (17/4/2008). Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, menyebut misi mulia itu adalah membangun kualitas personal anak didik. "Ini yang dilakukan GPAB melalui jalur pendidikan informal," ujar Daniel Hurek ketika membuka lomba tersebut.
Upaya membangun kecerdasan dan menumbuhkan daya nalar anak dalam masa pertumbuhan, diakui Hurek, merupakan langkah yang tepat. Masa itu, katanya, akan menentukan kualitas personalitas anak-anak di masa mendatang.
Hurek juga memberikan apresiasi kepada GPAB Kota Kupang yang telah melakukan langkah strategis seperti menggelar aneka perlombaan mewarnai dan lomba festival untuk anak-anak usia dini.
Lomba yang digelar, harap Hurek, memiliki muatan nilai peningkatan kecerdasan, mengasah mental serta keberanian untuk menyampaikan pendapat. Anak-anak yang masuk dalam kelompok usia dini, jelas Hurek, proses pembelajaran dipahami sebagai bagian dari bermain. Dalam dunia bermain, mereka belajar banyak hal seperti timbul rasa ingin tahu, ada naluri sosial dan memupuk tata nilai dan etika.
Orangtua, ajak Hurek, memiliki kewajiban untuk mendidik. Didikan itu dengan cara bagaimana menciptakan dunia bermain. Dunia yang mampu memberikan sentuhan pembelajaran bagi anak-anak.
Pemkot, kata Hurek, secara khusus memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan apresiasi terhadap pendidikan. Keberadaan lembaga pendidikan itu, jelas Hurek, dibuktikan dengan hadirnya TK dan PAUD di Kota Kupang.
Kondisi ini, kata Hurek, menjadi bukti kesadaran masyarakat untuk berperan serta dalam proses pendidikan di Kota Kupang. Fase-fase pertumbuhan anak, menjadi sangat berarti untuk menghasilkan generasi bangsa yang berkualitas. (osa)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar