Spirit NTT, 7-13 April 2008
KUPANG, SPIRIT--Camat Kupang Barat, Jemy Ully, S.Sos, meminta para kepala desa dan lurah di wilayah itu mengaktifkan kembali pos keamanan menyusul merebaknya isu pencurian anak dan penggal kepala sejak 15 Maret 2008 lalu. "Isu tersebut bisa saja merupakan suatu kepentingan terselebung untuk mengelabui warga dalam melaksanakan aksi pencurian harta benda milik warga," kata Jemy.
Menyikapi hal tersebut, Jemy Ully meminta kepada para kepala desa dan lurah di wilayahnya untuk mengaktifkan kembali pos keamanan yang ada di wilayah masing-masing. "Warga masyarakat sendiri juga harus bisa menjadi polisi bagi diri sendiri dan tidak perlu ikut serta menebarkan isu-isu yang sumbernya tidak jelas karena membingungkan masyarakat sendiri," tegasnya.
Kapolsek Kupang Barat, Iptu Yos Stetiko, kepada SPIRIT NTT mengatakan bahwa masyarakat di Kecamatan Kupang Barat sudah sangat yakin dengan isu-isu tersebut karena warganya setiap hari berkomunikasi langsung dengan warga Kota Kupang yang sudah lebih dahulu mengetahui isu pencurian anak dan potong kepala.
Stetiko sependapat dengan Camat Kupang Barat Jemy Ully bahwa bisa saja isu-isu tersebut ibarat mengail di air keruh yakni melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat seperti pencurian harta benda, baik yang ada di dalam rumah warga, di kebun atau ternak masyarakat. Stetiko menyatakan sampai saat ini isu-isu tersebut belum ada kaitannya dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di wilayah Kupang Barat.
"Saya menyarankan warga tetap bekerja dengan tenang, dan selalu waspada terhadap oknum-oknum yang ingin memanfaatkan isu-isu tersebut untuk kepentingan-kepentingan yang dapat merugikan masyarakat," tegasnya. (humas kabupaten kupang)
KUPANG, SPIRIT--Camat Kupang Barat, Jemy Ully, S.Sos, meminta para kepala desa dan lurah di wilayah itu mengaktifkan kembali pos keamanan menyusul merebaknya isu pencurian anak dan penggal kepala sejak 15 Maret 2008 lalu. "Isu tersebut bisa saja merupakan suatu kepentingan terselebung untuk mengelabui warga dalam melaksanakan aksi pencurian harta benda milik warga," kata Jemy.
Menyikapi hal tersebut, Jemy Ully meminta kepada para kepala desa dan lurah di wilayahnya untuk mengaktifkan kembali pos keamanan yang ada di wilayah masing-masing. "Warga masyarakat sendiri juga harus bisa menjadi polisi bagi diri sendiri dan tidak perlu ikut serta menebarkan isu-isu yang sumbernya tidak jelas karena membingungkan masyarakat sendiri," tegasnya.
Kapolsek Kupang Barat, Iptu Yos Stetiko, kepada SPIRIT NTT mengatakan bahwa masyarakat di Kecamatan Kupang Barat sudah sangat yakin dengan isu-isu tersebut karena warganya setiap hari berkomunikasi langsung dengan warga Kota Kupang yang sudah lebih dahulu mengetahui isu pencurian anak dan potong kepala.
Stetiko sependapat dengan Camat Kupang Barat Jemy Ully bahwa bisa saja isu-isu tersebut ibarat mengail di air keruh yakni melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat seperti pencurian harta benda, baik yang ada di dalam rumah warga, di kebun atau ternak masyarakat. Stetiko menyatakan sampai saat ini isu-isu tersebut belum ada kaitannya dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di wilayah Kupang Barat.
"Saya menyarankan warga tetap bekerja dengan tenang, dan selalu waspada terhadap oknum-oknum yang ingin memanfaatkan isu-isu tersebut untuk kepentingan-kepentingan yang dapat merugikan masyarakat," tegasnya. (humas kabupaten kupang)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar