Laporan Marsel Ali, Spirit NTT, 14-20 April 2008
KUPANG, SPIRIT--Asisten II Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kupang, Ir. KS Isliko, M.Si, melepas 250 mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN), Selasa (8/4/2008). Para mahasiswa ini akan ber-KKN selama dua bulan di Kecamatan Kupang Tengah dan Kecamatan Taebenu.
Bupati Kupang, Drs. IA Medah, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Isliko, menegaskan, KKN merupakan kegiatan di luar kampus. Artinya, pihak universitas memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah.
Dikatakannya, kehadiran mahasiswa sebagai kelompok intelektual paling tidak memberi nilai tersendiri bagi masyarakat. Sehingga dalam KKN nanti hendaknya mengembangkan kegiatan yang benar-benar nyata serta bermanfaat bagi masyarakat.
"Masyarakat kita tidak membutuhkan teori yang muluk-muluk. Masyarakat hanya membutuhkan bagaimana teori bisa dipraktikkan di lapangan sehingga bisa melahirkan konsep yang strategis," ujar Medah.
Dikatakannya, daerah sasaran KKN nanti berada pada wilayah dengan basis peternakan dan pertanian. Karena itu, para mahasiswa hendaknya bisa menyesuaikan diri dengan kondisi itu. *
KUPANG, SPIRIT--Asisten II Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kupang, Ir. KS Isliko, M.Si, melepas 250 mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN), Selasa (8/4/2008). Para mahasiswa ini akan ber-KKN selama dua bulan di Kecamatan Kupang Tengah dan Kecamatan Taebenu.
Bupati Kupang, Drs. IA Medah, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Isliko, menegaskan, KKN merupakan kegiatan di luar kampus. Artinya, pihak universitas memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah.
Dikatakannya, kehadiran mahasiswa sebagai kelompok intelektual paling tidak memberi nilai tersendiri bagi masyarakat. Sehingga dalam KKN nanti hendaknya mengembangkan kegiatan yang benar-benar nyata serta bermanfaat bagi masyarakat.
"Masyarakat kita tidak membutuhkan teori yang muluk-muluk. Masyarakat hanya membutuhkan bagaimana teori bisa dipraktikkan di lapangan sehingga bisa melahirkan konsep yang strategis," ujar Medah.
Dikatakannya, daerah sasaran KKN nanti berada pada wilayah dengan basis peternakan dan pertanian. Karena itu, para mahasiswa hendaknya bisa menyesuaikan diri dengan kondisi itu. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar