Laporan Okto Manehat, Spirit NTT, 24-30 Maret 2008
KALABAHI, SPIRIT-- Kepala Bulog Kabupaten Alor, Yoram Bang, mengatakan, penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) di daerah itu dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Pernyataan Yoram ini mengemuka menyusul sikap sejumlah warga di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, yang mempertanyakan penyaluran askin 10 kg/kepala keluarga (KK), periode Januari -Februari 2008. Putaran kedua Maret 2008, jatah raskin dinaikkan menjadi 15 kg/rumah tangga miskin (RTM). Warga mengharapkan pemerintah mengumumkan secara terbuka, berapa kg raskin yang menjadi hak RTM setiap putaran sehingga tidak membingungkan.
Halima, Halib dan Anton yang ditemui di Pasar Inpres Lipa, Kalabahi, Jumat (14/3/2008), mengharapkan pemerintah dan Bulog transparan agar warga menyiapkan uang sesuai jatah.
Halima menuturkan, putaran pertama penyaluran raskin warga mendapat jatah 10 kg untuk tiap keluarga. Namun putaran kedua dinaikkan menjadi 15 kg. "Yang benar yang mana, 10 kg atau 15 kg?" tanya Halima.
Warga khawatir jatah beras untuk RTM diraibkan oknum tidak bertanggungjawab. Sebab sesuai penjelasan, setiap RTM berhak mendapat jatah 20 kg.
Hal yang sama dikeluhkan Halib dan Anton. Menurut keduanya, kalau benar jatah penambahan 5 kg harus mulai dari putaran pertama, maka dapat dibayangkan berapa banyak jumlah beras yang dipotong untuk puluhan ribuan kepala keluarga di daerah itu.
Terlambat sosialisasi
Yoram Bang menjelaskan, penyaluran raskin untuk tahap pertama setiap RTM 10 kg. Dalam perkembangannya, ditambah 5 kg atau menjadi 15 kg sehingga penyaluran untuk 15 kg ini baru mulai diberlakukan pada putaran kedua.
Menurut Bang, apa yang ditanyakan masyarakat ada benarnya, karena pihaknya terlambat mensosialisasikan tentang penambahan jatah raskin yang dimulai pada putaran kedua. "Saya minta maaf, karena kebijakan baru ini kami belum sosialisasikan. Sosialiasinya hanya kepada kepala desa atau aparatnya yang datang mengurus di Bulog. Dan, belum menjangkau seluruh warga," kata Bang.
Bang mengatakan,penyaluran jatah raskin di Kabupaten Alor dalam putaran I dan II hingga posisi Jumat (14/3) sudah mencapai 850 ton yang disalurkan untuk 28.924 RTM.
Stok beras di gudang Bulog 1.009 ton dan jumlah ini masih aman untuk beberapa bulan ke depan. Apalagi, tambah Bang, pihaknya masih menunggu kiriman beras dari Surabaya sebanyak 2.400 ton dan ada permintaan ke Bulog NTT di Kupang sebanyak 1.000 ton.*
KALABAHI, SPIRIT-- Kepala Bulog Kabupaten Alor, Yoram Bang, mengatakan, penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) di daerah itu dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Pernyataan Yoram ini mengemuka menyusul sikap sejumlah warga di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, yang mempertanyakan penyaluran askin 10 kg/kepala keluarga (KK), periode Januari -Februari 2008. Putaran kedua Maret 2008, jatah raskin dinaikkan menjadi 15 kg/rumah tangga miskin (RTM). Warga mengharapkan pemerintah mengumumkan secara terbuka, berapa kg raskin yang menjadi hak RTM setiap putaran sehingga tidak membingungkan.
Halima, Halib dan Anton yang ditemui di Pasar Inpres Lipa, Kalabahi, Jumat (14/3/2008), mengharapkan pemerintah dan Bulog transparan agar warga menyiapkan uang sesuai jatah.
Halima menuturkan, putaran pertama penyaluran raskin warga mendapat jatah 10 kg untuk tiap keluarga. Namun putaran kedua dinaikkan menjadi 15 kg. "Yang benar yang mana, 10 kg atau 15 kg?" tanya Halima.
Warga khawatir jatah beras untuk RTM diraibkan oknum tidak bertanggungjawab. Sebab sesuai penjelasan, setiap RTM berhak mendapat jatah 20 kg.
Hal yang sama dikeluhkan Halib dan Anton. Menurut keduanya, kalau benar jatah penambahan 5 kg harus mulai dari putaran pertama, maka dapat dibayangkan berapa banyak jumlah beras yang dipotong untuk puluhan ribuan kepala keluarga di daerah itu.
Terlambat sosialisasi
Yoram Bang menjelaskan, penyaluran raskin untuk tahap pertama setiap RTM 10 kg. Dalam perkembangannya, ditambah 5 kg atau menjadi 15 kg sehingga penyaluran untuk 15 kg ini baru mulai diberlakukan pada putaran kedua.
Menurut Bang, apa yang ditanyakan masyarakat ada benarnya, karena pihaknya terlambat mensosialisasikan tentang penambahan jatah raskin yang dimulai pada putaran kedua. "Saya minta maaf, karena kebijakan baru ini kami belum sosialisasikan. Sosialiasinya hanya kepada kepala desa atau aparatnya yang datang mengurus di Bulog. Dan, belum menjangkau seluruh warga," kata Bang.
Bang mengatakan,penyaluran jatah raskin di Kabupaten Alor dalam putaran I dan II hingga posisi Jumat (14/3) sudah mencapai 850 ton yang disalurkan untuk 28.924 RTM.
Stok beras di gudang Bulog 1.009 ton dan jumlah ini masih aman untuk beberapa bulan ke depan. Apalagi, tambah Bang, pihaknya masih menunggu kiriman beras dari Surabaya sebanyak 2.400 ton dan ada permintaan ke Bulog NTT di Kupang sebanyak 1.000 ton.*





Tidak ada komentar:
Posting Komentar