Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pasar mingguan tanpa sarana memadai

Laporan Okto Manehat, Spirit NTT, 24-30 Maret 2008

KALABAHI, SPIRIT--Warga Desa Tribur, Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), Kabupaten Alor, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor membangun los pasar di lokasi pasar terbuka yang sudah berlangsung sejak dahulu. Sudah berulangkali warga mengusulkannya, pemerintah belum juga memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana di pasar mingguan setiap hari Senin itu.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Tribur, Yulius Kaat dan Sekdes Tribur, Bartholameus Koiwere, ketika ditemui SPIRIT NTT di Moru, Selasa (18/3/2008).
Menurut Kaat, pasar di desa yang dipimpinnya itu, sejak zaman dahulu berlangsung di alam terbuka. Pasar yang ramai dikunjungi warga itu, kesulitan jika terjadi musim hujan sehingga perlu dibangun bangsal atau los dengan bangunan permanen atau semi permanen yang dilengkapi dengan wc umum.
Dikatakannya, aktivitas Pasar Tribur bukan hanya oleh masyarakat di desa itu, tapi hampir melibatkan warga 10 desa di sekitarnya. Bahkan, pedagang kaki lima dari Kalabahi yang membeli hasil bumi, juga sering mengunjungi pasar itu.
Kaat mengatakan, pemerintah dan masyarakat desa sudah berulangkali mengusulkan ke pemerintah kabupaten agar dibangunkan gedung sebagai los pasar, tapi hingga kini belum ada jawaban. Pemerintah pernah menjanjikan membangun pasar perbatasan, tapi akhirnya dialihkan ke Kota Kalabahi, Kecamatan Teluk Mutiara. Padahal, di Kota Kalabahi sudah ada tiga pasar besar.
Padahal, kata Kaat, wilayah yang berbatasan dengan negara lain, adalah desa mereka, bukan Kota Kalabahi. "Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah kabupaten yang tidak mengindahkan aspirasi masyarakat desa," kata Kaat. *

Tidak ada komentar: