Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pariti dilanda banjir

Spirit NTT, 24-30 Maret 2008

KUPANG, SPIRIT--Curah hujan yang tinggi beberapa pekan lalu memicu terjadinya banjir dan menggenangi rumah warga Dusun VI, Desa Pariti, Kecamatan Sulamu. Binatang peliharaan dan alat-alat dapur, pun disapu banjir.
Kejadian ini diungkapkan Kepala Desa Pariti, Yermias Pelokila, ketika diwawancarai SPIRIT NTT di sela-sela Musrenbangcam Sulamu, di Kantor Desa Pantai Beringin, Kamis 28 Februari 2008.
Menurut Kades Yermias, banjir juga merobohkan pagar pemisah/pagar kawat yang merupakan bantuan Bupati Kupang tahun lalu. Pagar itu pun tertimbun tanah dan kotoran sepanjang 100 meter.
Kerugian lainnya, menurut Kades Yermias berupa ternak babi dan ayam terhanyut banjir. Sapi yang terhanyut banjir tercatat 15 ekor dan kuda 3 ekor, benih-benih padi yang siap ditanam dan pupuk juga terbawa banjir, sedangkan 76 buah rumah di RT 20, 21 dan 22 tergenang air dan lumpur.
Ketika dikonfirmasi soal bantuan dari pemerintah, Kades Yermias mengatakan sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah. Kades Yernmias mengharapkan kepada pemerintah agar dapat memberikan bantuan berupa bibit padi, pupuk kepada 76 keluarga yang mengalami musibah akibat banjir. Sementara untuk jangka panjang, katanya, perlu dilakukan normalisasi Kali Kukak sehingga tidak terjadi luapan air ketika musim penghujan.
Banjir serupa terjadi di wilayah Desa Pantai Beringin karena Kali Tapekok meluap. Banjir ini merusakkan pagar sawah sekitar ribuan meter.
"Untuk Program Pemberdayaan Masyarakat tahun 2009, kami mengusulkan Kali Tapekok agar dinormalisasikan kembali dalam rangka mengamankan wilayah persawahan seluas 115 hektar," ujar Kepala Desa Pantai Beringin, Kristian Pello, di kantor desa setempat.
Selain itu, Kepala Desa Bipolo, Matheos Tapikap, yang ditemui di sela-sela Musrenbang menjelaskan, pekan lalu curah hujan yang begitu deras mengakibatkan tambak ikan yang ada di wilayah Desa Bipolo tertutup banjir. Dampaknya, ikan yang sudah siap dipanen terbawa banjir, bahkan tambak yang ada rusak berat.
"Tambak-tambak yang ada di Desa Bipolo merupakan milik masyarakat yang dibangun secara swadaya dan merupakan usaha pokok masyarakat setempat sehingga dalam memperbaiki tambak ikan yang ada diperlukan modal yang cukup besar," ujarnya. (humas kabupaten Kupang)

Tidak ada komentar: