Laporan Rosalina Woso, Spirit NTT, 17-23 Maret 2008
KUPANG, SPIRIT--Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, membuka musyawarah kota (muskot) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Kupang di Aula BKKBN NTT, Rabu (12/3/2008).
Dalam sambutannya, Hurek meminta KNPI harus menjadi wadah yang dipercaya oleh masyarakat karena memiliki kontinuitas program kerja. "KNPI harus mampu menelurkan program kerja yang memberikan kenyamanan kepada anggota sepanjang periode kepengurusan itu," ujarnya.
Program kerja, lanjut dia, tidak berlangsung temporer atau hanya sesaat saja ketika ada pergantian ketua dan Badan Pengurus KNPI. Spirit untuk memiliki organisasi harus ditulari kepada semua badan pengurus. "Jangan hanya kerja kalau mau muskot. Kalau kalah dalam pertarungan langsung menghilang," kritiknya.
Trend saat ini, demikian Hurek, orang bisa menipu sesamanya untuk menyelamatkan diri sendiri. Padahal, kepercayaan itu adalah modal bagi badan pengurus untuk melakukan kegiatan jenis apapun dalam KNPI. Pergantian pengurus jangan diwarnai transaksional di mana aksi jual beli suara untuk menjadi Ketua KNPI Kota Kupang.
Wakil Ketua I KNPI NTT, Donatus Manehat dalam sambutannya menegaskan, kepenguruan KNPI yang lama telah banyak melakukan program kerja KNPI. Sebagai manusia biasa, tentu ada beberapa pekerjaan yang belum dilaksanakan dengan baik.
Sikap refleksi, kata Manehat, perlu dilakukan oleh badan pengurus guna merumuskan program kerja yang lebih matang dan berguna bagi seluruh anggota. Muskot KNPI, tegas Manehat, diharapkan dapat memilih pemimpin baru yang mampu membawa KPNI menjadi wadah yang lebih dipercaya masyarakat. *
Dalam sambutannya, Hurek meminta KNPI harus menjadi wadah yang dipercaya oleh masyarakat karena memiliki kontinuitas program kerja. "KNPI harus mampu menelurkan program kerja yang memberikan kenyamanan kepada anggota sepanjang periode kepengurusan itu," ujarnya.
Program kerja, lanjut dia, tidak berlangsung temporer atau hanya sesaat saja ketika ada pergantian ketua dan Badan Pengurus KNPI. Spirit untuk memiliki organisasi harus ditulari kepada semua badan pengurus. "Jangan hanya kerja kalau mau muskot. Kalau kalah dalam pertarungan langsung menghilang," kritiknya.
Trend saat ini, demikian Hurek, orang bisa menipu sesamanya untuk menyelamatkan diri sendiri. Padahal, kepercayaan itu adalah modal bagi badan pengurus untuk melakukan kegiatan jenis apapun dalam KNPI. Pergantian pengurus jangan diwarnai transaksional di mana aksi jual beli suara untuk menjadi Ketua KNPI Kota Kupang.
Wakil Ketua I KNPI NTT, Donatus Manehat dalam sambutannya menegaskan, kepenguruan KNPI yang lama telah banyak melakukan program kerja KNPI. Sebagai manusia biasa, tentu ada beberapa pekerjaan yang belum dilaksanakan dengan baik.
Sikap refleksi, kata Manehat, perlu dilakukan oleh badan pengurus guna merumuskan program kerja yang lebih matang dan berguna bagi seluruh anggota. Muskot KNPI, tegas Manehat, diharapkan dapat memilih pemimpin baru yang mampu membawa KPNI menjadi wadah yang lebih dipercaya masyarakat. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar