Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Guru di Sikka tuntut hak mereka

Spirit NTT, 24-30 Maret 2008

MAUMERE, SPIRIT--Ratusan guru yang tergabung dalam Forum Peduli Hak dan Nasib Guru Kabupaten Sikka, Rabu (12/3/2008), mendatangi Gedung DPRD Sikka, di Jalan El Tari-Maumere.
Di gedung Dewan, para guru diterima Ketua DPRD Sikka, Drs. AM Keupung, dan 29 anggota Dewan lainnya yang sedang melaksanakan rapat gabungan komisi.
Saat berdialog dengan para guru, Ketua DPRD Sikka, Drs. AM Keupung; didampingi Wakil Ketua DPRD, EP da Gomez; Sekertaris Kabupaten Sikka, Drs. Sabinus Nabu; Kepala Dinas Pendidikan Sikka, Drs. Robertus da Silva; dan Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sikka, Drs. Petrus da Silva.
Di hadapan Dewan dan eksekutif, menyampaikan lima pernyataan sikap, antara lain DPRD Sikka diminta ikut memperjuangkan nasib para guru non sarjana untuk dapat diikutsertakan dalam program sertifikasi guru.
DPRD Sikka juga diharapkan menggunakan hak budgetnya untuk segera merealisasikan tunjangan kependidikan para guru yang berlaku surut sejak januari 2007.
Forum Peduli Hak dan Nasib Guru Kabupaten Sikka yang diketuai Yakobus Geu, kepada DPRD Sikka menegaskan supaya Dewan dapat mengambil langka tegas terhadap Pemerintah Kabupaten Sikka jika sejauh ini peemrintah belum menganggarkan uang makan/lauk pauk bagi PNSD Sikka.
Menanggapi pernyatan sikap para guru, Ketua DPRD Sikka, Drs. AM Keupung, menjelaskan tunjangan pendidikan seperti uang lauk pauk tentunya sangat berkaitan erat dengan kebijakan penerapan lima hari kerja, namun disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
"Karena di Sikka belum menerapkan lima kerja. pembagian uang lauk pauk pun masih ditangguhkan. Saya berharap agar para guru bersabar untuk beberapa waktu ke depan," katanya.
Sekertaris Kabupaten Sikka, Drs. Sabinus Nabu dalam penjelasannya mengatakan, belum terlaksananya lima hari kerja karena masih terbentur pada persoalan persediaan dana untuk jatah lauk pauk. "Pelaksanaan lima hari kerja sebenarnya akan dimulai pertengahan Februari 2008 lalu, namun kondisi keuangan daerah belum memadai sehingga masih ditangguhkan," jelas Sabinus.
Namun ke depan, katanya, pemerintah dan Dewan berusaha memperhatikan nasib para guru di Sikka.
Di akhir dialog, Ketua Forum Peduli Hak dan Nasib Guru Kabupaten Sikka, Yakobus Geu, mengatakan para guru akan menurunkan massa dalam jumlah yang lebih besar dan akan melakukan aksi mogok mengajar jika tuntutan mereka tidak direspons oleh pemerintah dan dewan sebelum Ujian Nasional 2008. (djo/humas Sikka)

Tidak ada komentar: