Spirit NTT, 10-16 Maret 2008
KUPANG, SPIRIT--Camat Amarasi Timur, Drs. Daniel Ton, melantik dan mengambil sumpah Gabriel Bureni menjadi Kepala Desa (Kades) Oebesi masa bakti 2008-2014 di balai desa setempat, 20 Februari 2008 lalu.
Dalam pilkades Januari lalu, Bureni mendulang 306 suara mengalahkan kandidat lainnya, yaitu Yohanes Sahbana 117 suara dan Frida Taupan Polin 174 suara.
Dalam sambutannya, Camat Daniel Ton mengatakan, menjadi kepala desa bukan berfungsi untuk mengatur bidang pemerintahan semata tetapi harus mengambil bagian dalam hidup bermasyarakat. Artinya, seorang kepala desa senantiasa merasakan suka duka kehidupan warganya.
Jabatan kepala desa itu, kata Ton, menyimpan banyak makna yang bermanfaat bagi masyarakat karena kepala desa itu keberadaannya langsung di tengah-tengah masyarakat. "Jadi, mau tidak mau kades harus bisa menampilkan diri sebagai seorang bapak untuk semua warga di desanya dengan tidak terlalu mengedepankan sikap-sikap formalitas yang membuat hubungan antara rakyat semakin renggang," ujar Ton.
Daniel Ton mengingatkan Kades Gabriel Bureni agar dalam melaksanakan tugas harus memperhatikan dan mengutamakan kepentingan banyak orang bukan mengurus diri sendiri atau kelompok.
Pembangunan lambat
Pada bagian lain sambutannya, Camat Daniel Ton menyadari bahwa rendahnya SDM masyarakat di wilayahnya sebagai pemicu terjadinya gerak pembangunan lambat. "Kondisi seperti ini membuat gerak pendidikan di desa berjalan lambat," ujarnya.
Meningkatnya kemampuan seseorang dalam menjalankan suatu program dan kegiatan, diakui Daniel Ton, akan sangat bergantung pada fisik atau taraf kesehatan orang bersangkutan. Oleh kaerna itu, Daniel Ton meminta Kades Gabriel Bureni agar program pendidikan dan kesehatan harus menjadi bagian yang mendapat perhatian khusus dalam program pemerintahan Desa Oebesi, selain bidang ekonomi.
Gerakkan kaum wanita
Camat Amarasi Timur, Drs. Daniel Ton juga minta kepada Ketua Tim Penggerak PKK Desa Oebesi yang baru, Raham Rambaki, agar menggerakkan kaum wanita di desa setempat sehingga lebih tanggap terhadap pembangunan yang ada di desa.
Dan, yang paling penting, katanya, bagaimana program PKK bisa mendorong sekaligus contoh bagi kaum wanita lainnya dalam mengembangkan budaya dan etika yang ada dalam masyarakat. "Artinya wanita boleh lebih dinamis dalam mengikuti perkembangan yang bersifat global tetapi pada saat yang sama tidak boleh lupa terhadap budaya sendiri, apalagi kalau hanya ingin bersaing tidak sehat," tegasnya.
Diakuinya, program PKK mempunyai peranan penting dalam mendorong perkembangan kaum wanita sehingga semua pihak diharapkan bisa mendukung program PKK. (humas kabupaten kupang)
Dalam pilkades Januari lalu, Bureni mendulang 306 suara mengalahkan kandidat lainnya, yaitu Yohanes Sahbana 117 suara dan Frida Taupan Polin 174 suara.
Dalam sambutannya, Camat Daniel Ton mengatakan, menjadi kepala desa bukan berfungsi untuk mengatur bidang pemerintahan semata tetapi harus mengambil bagian dalam hidup bermasyarakat. Artinya, seorang kepala desa senantiasa merasakan suka duka kehidupan warganya.
Jabatan kepala desa itu, kata Ton, menyimpan banyak makna yang bermanfaat bagi masyarakat karena kepala desa itu keberadaannya langsung di tengah-tengah masyarakat. "Jadi, mau tidak mau kades harus bisa menampilkan diri sebagai seorang bapak untuk semua warga di desanya dengan tidak terlalu mengedepankan sikap-sikap formalitas yang membuat hubungan antara rakyat semakin renggang," ujar Ton.
Daniel Ton mengingatkan Kades Gabriel Bureni agar dalam melaksanakan tugas harus memperhatikan dan mengutamakan kepentingan banyak orang bukan mengurus diri sendiri atau kelompok.
Pembangunan lambat
Pada bagian lain sambutannya, Camat Daniel Ton menyadari bahwa rendahnya SDM masyarakat di wilayahnya sebagai pemicu terjadinya gerak pembangunan lambat. "Kondisi seperti ini membuat gerak pendidikan di desa berjalan lambat," ujarnya.
Meningkatnya kemampuan seseorang dalam menjalankan suatu program dan kegiatan, diakui Daniel Ton, akan sangat bergantung pada fisik atau taraf kesehatan orang bersangkutan. Oleh kaerna itu, Daniel Ton meminta Kades Gabriel Bureni agar program pendidikan dan kesehatan harus menjadi bagian yang mendapat perhatian khusus dalam program pemerintahan Desa Oebesi, selain bidang ekonomi.
Gerakkan kaum wanita
Camat Amarasi Timur, Drs. Daniel Ton juga minta kepada Ketua Tim Penggerak PKK Desa Oebesi yang baru, Raham Rambaki, agar menggerakkan kaum wanita di desa setempat sehingga lebih tanggap terhadap pembangunan yang ada di desa.
Dan, yang paling penting, katanya, bagaimana program PKK bisa mendorong sekaligus contoh bagi kaum wanita lainnya dalam mengembangkan budaya dan etika yang ada dalam masyarakat. "Artinya wanita boleh lebih dinamis dalam mengikuti perkembangan yang bersifat global tetapi pada saat yang sama tidak boleh lupa terhadap budaya sendiri, apalagi kalau hanya ingin bersaing tidak sehat," tegasnya.
Diakuinya, program PKK mempunyai peranan penting dalam mendorong perkembangan kaum wanita sehingga semua pihak diharapkan bisa mendukung program PKK. (humas kabupaten kupang)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar