Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Mutasi usai UAS/UAN 2007/2008

Laporan Yos S Sogen, Spirit NTT 18-24 Februari 2008

KUPANG, SPIRIT--Mutasi para kepala sekolah di Kota Kupang dipastikan tidak terjadi dalam waktu dekat, melainkan setelah berakhirnya ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian akhir nasional (UAN) tahun ajaran 2007/2008. Karena itu, kepala sekolah dan para guru diminta untuk tidak terpengaruh dengan isu yang dapat mengurangi kinerja mereka.
Penegasan ini disampaikan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, di hadapan para guru SMAN 6 Kupang, Kamis (14/2/2008). Saat berdialog dengan para guru di aula sekolah ini, Adoe mengatakan, ada banyak isu yang beredar terkait mutasi, antara lain dalam waktu dekat ia akan mengganti semua kepala sekolah dari SD hingga SMA.
"Saya minta bapak ibu guru tidak percaya pada isu-isu seperti itu. Mutasi memang ada dalam rangka penyegaran tetapi untuk para kepala sekolah tidak dalam waktu dekat. Saya akan lakukan mutasi usai ujian akhir. Jadi bapak kepala sekolah bisa kerja dengan tenang dan sekali lagi jangan terpancing dengan isu itu lagi. Saya jamin hal ini," ujarnya.
Menurut Adoe, keputusannya melakukan mutasi para kepala sekolah setelah UAS/UAN agar tidak mengganggu persiapan sekolah menghadapi ujian akhir ini. Karena itu kepada para guru dan kepala sekolah, Adoe meminta mengerahkan seluruh daya dan kemampuan agar prestasi belajar anak tahun ini mengalami peningkatan di banding tahun-tahun sebelumnya.
Adoe juga menjelaskan perubahan tunjangan kesejahteraan bagi para guru dari yang sebelumnya disebut kesra menjadi tunjangan kinerja. Perubahan ini, katanya, berpengaruh pada besar kecilnya tambahan pendapatan bagi para guru. "Dua bulan bapak ibu guru menerima tunjangan kesra sebesar Rp 450 ribu per bulan. Mulai Januari, tunjangan kesra ini diganti dengan tunjangan kinerja. Karena itu besarnya tunjangan juga tergantung dari kinerja masing-masing guru," jelasnya.
Seperti disaksikan Pos Kupang, dialog antara Adoe dan para guru ini dipandu kepala SMAN 6 Kupang, Drs. Hironimus Pea. Dalam dialog ini para guru menyampaikan persoalan yang dialami sekolahnya. Beberapa persoalan yang diangkat antara lain, bantuan beasiswa bagi para guru, janji kapling tanah bagi para guru oleh walikota sebelumnya hingga kesejahteraan para guru yang masih memrihatinkan. *

Tidak ada komentar: