Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Flotim luncurkan chips jambu mete tahun ini

Laporan Gerardus Manyella, Spirit NTT 18-24 Februari 2008

KUPANG, SPIRIT--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur (Pemkab Flotim), mensosialisasikan produk chips jambu mete, kelapa dan ikan sebagi produk unggulan perajin di daerah itu di Hotel Sylvia-Kupang, Kamis (14/2/2008).
Produk chips diluncurkan untuk meningkatkan pendapatan petani dan nelayan, meningkatkan pendapatan warga perajin chips karena mempunyai nilai margin usaha yang cukup besar dan meningkatkan tambahan penghasilan bagi pekerja domestik (ibu rumah tangga) karyawan perusahaan dan PNS yang terlibat sebagai perajin chips.
Dalam pemaparannya di hadapan Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dan para pejabat pemerintah yang membidangi perekonomian dari beberapa kabupaten dan Propinsi NTT di Hotel Sylvia, Kupang, Kamis (14/2/2008), Bupati Flotim, Drs. Simon Hayon, mengatakan, peluncuran produk chips untuk mewujudkan visi dan misi Pemkab Flotim 2005-2010.
Sejak awal kepemimpinannya, kata Simon, dia mengemban beberapa misi, antara lain mengembangkan dan meningkatkan kualitas masyarakat di semua aspek kehidupan, yakni kualitas ekonomi, politik, sosial budaya dan hukum. Khusus untuk kualitas ekonomi, demikian Simon, peningkatan pertumbuhan PDRB dan struktur PDRB, tingkat pendapatan rata-rata per kapita, kesempatan kerja dan berusaha, penurunan jumlah penduduk miskin, peningkatan peran UKM serta aktivitas investasi, perdagangan barang dan jasa antar daerah.
Menurut dia, ada empat masalah dasar ekonomi yang perlu diperangi dalam meningkatkan PDRB, yakni apa saja yang harus diproduksi, berapa banyak yang diproduksi, bagaimana memproduksi apa saja yang dibiayai.
Untuk menjawab pertanyaan ini, lanjut Simon, Pemkab Flotim menggandeng LPTTG Malindo mencari produk unggulan daerah. Hasilnya, masyarakat Flotim memiliki produk unggulan berupa jambu mete, kelapa dan ikan. Kualitas jambu mete sudah mendapat sertifikasi dunia internasional sehingga tidak perlu diragukan lagi. Demikian juga kelapa dan ikan.
Berangkat dari produk itu, pemkab mengirim ratusan pemuda mengikuti pelatihan di bengkel Malindo untuk membuat chips. Chips itu diolah sedemikian rupa dalam kemasan yang menarik untuk dijual ke daerah-daerah lain, kota-kota lain bahkan ke luar negeri. Saat ini, kata Simon, pemerintah sedang mencari bintang iklan yang mempromosikan chips unggulan ini di televisi. Diharapkan, sebelum peluncuran sudah gencar dipromosikan di televisi.
Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, saat membuka sosialisasi Industri makanan ringan chips alternatif terbaik kebijakan perbaikan kondisi ekonomi masalah ekonomi makro dan pembangunan Kabupaten Flotim 2005-2010, menyatakan dukungan Pemprop NTT terhadap kebijakan ekonomi Flotim itu. Lebu Raya mengharapkan pemerintah dan masyarakat Flotim meningkatkan produksi chips dan daerah lain perlu mencontohi langkah yang dilakukan Flotim. *

Tidak ada komentar: