Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tertibkan pembangunan TRK

Spirit NTT, 8-15 Oktober 2007

LABUAN BAJO, SPIRIT--Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Wilfridus Fidelis Pranda, meminta dinas pendidikan setempat untuk menertibkan pembangunan tambahan ruang kelas (TRK) dari pemekaran sekolah induk yang ada di seluruh wilayah Mabar. Pasalnya, pembangunan sejumlah TRK belakangan ini mengancam macetnya sekolah induk karena jumlah siswa di sekolah induk semakin berkurang.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Fidelis Pranda saat menghadiri rapat kerja para kepala sekolah TK hingga tingkat SLTA se-Kabupaten Mabar di Aula Youth Center, Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, Senin (17/9/2007). "Saya minta dinas pendidikan segera menertibkan bangunan TRK pemekaran sekolah induk di seluruh wilayah Mabar," katanya.
Bupati Pranda menilai, macetnya sekolah induk diakibatkan maraknya TRK. Celakanya lagi, asumsi masyarakat setiap pembukaan sekolah TRK baru adalah proses awal untuk terbentuknya sekolah definitif. Padahal pembangunan sekolah TRK hanya untuk mengatasi ledakan jumlah anak didik.
"Ada indikasi jumlah anak didik semakin banyak, sementara persediaan ruangan belajar kurang, sehingga dipandang perlu ditambahkan ruang kelas dalam satu lokasi dengan sekolah induk," tegasnya.
Kendati demikian, Bupati Pranda tetap berpendapat bahwa pembukaan TRK sangatlah penting. Bupati mencontohkan hanya ada satu sekolah saja yang memang tidak diragukan dalam membuka TRK, yakni SDK Semang dengan TRK yang dibentuk TRK Tontol di Tontol, Desa Semang, Kecamatan Welak.
Untuk diketahui, jumlah sekolah TRK di Kabupaten Mabar saat ini sebanyak 29 TRK. Dari jumlah tersebut, pembukaan beberapa TRK dinilai tidak efektif karena jumlah peserta didik sangat sedikit. (frans selman/infokom mabar)

Tidak ada komentar: