Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Dewan pantau trans selatan TTS

Laporan Ferry Ndoen, Spirit NTT, 8-15 Oktober 2007

KUPANG, SPIRIT -- Tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yakni Marthen Asbanu, Emi Nomleni serta Daud Babys, memantau jalan trans selatan Kabupaten TTS (lintas selatan Pulau Timor) yang dilakukan selama empat hari (24-27/9/2007).
Asisten Teknik Satker Pembangunan Jalan NTT, Ir. Yos B Anarato, mengatakan itu saat ditemui di kantornya, Kompleks Dinas PU NTT, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Sabtu (28/9/2007).
Anarato yang didamping Ir. Erens Giri menjelaskan, tiga anggota Dewan itu memantau ruas jalan dari Batu Putih-Panite-Kolbano hingga Boking (lintasan jalan menuju wilayah Belu). "Dewan sempat memantau pekerjaan jalan di Km 31, di Panite yang hampir rampung atau sudah 97 persen karena tinggal pekerjaan bahu jalan yang dikerjakan PT Ninda Karya. Pembangunan jalan tersebut sepanjang 7,3 km. Selain itu, pada lintasan jalan ini juga sedang dilakukan pekerjaan menggunakan dana alokasi khusus/DAK sepanjang 2,8 km dengan dana Rp 2,3 miliar dikerjakan PT Wasita Karya (WK). Juga pekerjaan menggunakan dana DASK APBD I NTT Kolbano-Boking sepanjang 6 km yang sudah rampung seratus persen," jelasnya.
Anarato mengakui, saat pemantauan anggota DPRD NTT ini minta agar kontraktor yang mengerjakan paket jalan tersebut membersihkan sisa material di sepanjang ruas jalan yang ada sehingga tidak terjadi penumpukan yang bisa membahayakan pengguna jalan.
Dijelaskannya, pada lintasan Batu Putih-Kolbano-Boking masih tersisa sekitar 28 km ruas jalan yang belum ditangani (ditingkatkan) dan nantinya akan ditangani secara bertahap mengunakan APBN. Selain itu, masih dibutuhkan pembangunan sejumlah jembatan pada beberapa titik jembatan di lintasan itu.
Menyinggung tentang Jembatan Fatuat yang sudah selesai dibangun, dia menjelaskan, untuk membuka secara simbolis pemanfaatan jembatan itu, pihaknya masih menunggu Bupati TTS Drs. Daniel Banunaek pulang lawatan dari Australia. "Kita akan koordinasikan lebih lanjut dengan instansi teknis di TTS," tambahnya.
Dia juga mengaku tiga anggota DPRD NTTT ini tidak sempat meninjau Jembatan Menu dan Fatuat yang dibangun dengan dana hibah Pemerintah Jepang sekitar Rp 80 miliar karena masih melihat sejumlah persoalan pembangunan lain seperti gizi buruk dan masalah lainnya. *

Tidak ada komentar: