DI INDONESIA, moko atau nekara banyak ditemukan di Bali dan Selayar, Sulawesi Selatan. Namun temuan terbanyak ada di Alor. Belum jelas, mengapa moko banyak bertebaran di kabupaten ini. Selain moko nekara, di sini, banyak ditemukan jenis lain, seperti Moko Pung, Aimala, Makasar, Jawa, dan Moko Habartur. Benda bersejarah itu menyebar di sejumlah kecamatan. Misalnya, Moko Pung di Kecamatan Pantar, Moko Aimala, Moko Makasar, dan Moko Jawa di Kecamatan Alor Timur dan Alor selatan, serta Moko Habartur Piku di Kecamatan Alor Barat Laut. Moko adalah benda masa silam yang lahir dari tangan terampil nenek moyang. Di zamannya, ia berfungsi sebagai alat musik tradisional yang digunakan pada waktu upacara adat dan acara kesenian lainnya. Selain itu, moko juga dipakai alat tukar-menukar barang. Dan, yang tertinggi, moko juga digunakan sebagai mas kawin untuk meminang calon mempelai perempuan.Secara fisik, moko berbentuk seperti drum dengan diameter 40 cm-60 cm dan tinggi 80 cm-100 cm. Benda ini terbuat dari perunggu atau logam. Di sekujur tubuhnya terdapat hiasan tradisional yang disinyalir menyerupai motof hiasan di zaman kebudayaan Dongson, Vietnam utara.Moko Nekara ditemukan pertama kali pada tahun 1972 oleh J Balol, warga Desa Alaan, Kecamatan Alor Barat Laut. Dalam mimpinya ia menjumpai suatu penampakan yang luar biasa. Ia juga mendapat bisikan akan mendapat benda yang sangat berharga. Setelah itu,keesokan harinya, ia menggali tanah dengan susah payah, hingga akhirnya menemukan Moko Nekara. Moko Alaan ini diyakini membawa berkah dan bernilai pusaka.Penduduk Alor dan para ahli arkeologi meyakini moko sudah berada di tanah Alor sejak abad 14 masehi. Pada masa itu moko dijadikan sebagai alat tukar menukar barang (barter). Sedang pada abad 17 masehi, moko lebih banyak digunakan sebagai mas kawin dan alat musik tradisional.Kini, benda bersejarah itu tersimpan di Museum 1000 Moko, Kalabahi. Inilah museum pertama dan satu-satunya di Kabupaten Alor, yang berdiri sejak Mei 2004.Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta, menjelaskan, penamaan Museum 1000 Moko memiliki makna simbolik dan filosofis. "Kata Moko berarti di kabupaten ini terdapat benda unik yang menjadi ciri khas keanekaragaman budaya. Sedangkan 1.000 menunjukkan jumlah produk kebudayaan yang tumbuh di bumi Alor begitu banyak. Itu adalah simbol kepemilikan budaya yang membawa harapan," paparnya.Museum ini terletak di pusat Kota Kalabahi dengan luas sekitar 4 hektar dan memiliki beberapa ruangan khusus. Diantara ruang-ruang itu sebagaian difungsikan sebagai tempat studi dan wisata.Melalui museum ini, bupati berharap,wawasan dan pengetahuan kebudayaan generasi muda Alor dan siapa pun yang berkunjung, akan semakin bertambah. Museum menyimpan rekaman perjalanan peradaban masyarakat. Oleh karenanya, melalui Museum 1000 Moko, masyarakat Alor dapat melihat dan mengenal benang merah perjalanan sejarah. "Ini bagus dan berbeda di utara dan selatan," tutur Bone Ternejer, pelancong asal Marseille, Perancis.
Perahu NagaDisamping Moko, museum ini juga menyimpan peninggalan sejarah lain yang estetik dan bernilai budaya tinggi. Di antaranya, Perahu Naga yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Di badan perahu yang terbuat dari kayu ini sering digelar beberapa upacara adat. Itu dilakukan sebagai representasi penghormatan bahwa dengan perahu itu lah para nenek moyang datang ke Alor.Ada juga alat tenun tradisional yang terbuat dari kayu, bambu, dan tali pintal dari gewang. Alat tenun ini menghasilkan kain tenun bernilai tinggi, seperti sarung dan selimut. Ada beberapa motif selimut, di antaranya motif untuk suku Raja, suku Kapitang dan ada orang biasa. Motif suku Raja dan Kapitang dipakai pada saat upacara adat serta membungkus mayat bagi suku Raja dan Kapitang. Sedang motif biasa dipakai sehari-hari oleh suku Raja, suku Kapitang dan orang biasa.Museum 1000 Moko juga menyimpan peralatan rumah tangga. Di antaranya, peralatan dapur dari kayu dan bambu, dinding alang-alang, perabotan rotan, tungku batu, periuk dari tanah, alu dan lesung dari kayu, nyiru dari daun lontar, batu titik, bale-bale dari bambu, tempat sirih pinang dari lontar dan tempat tidur dari buah labu. Singkatnya, semua yang eksotis dan bernilai sejarah tinggi, ada di sini. (bentara online). Mingguan Spirit NTT, 10-16 Desember 2007.





1 komentar:
BAGUS JUGA SPIRIT NTT...., MOHON SUMBER BERITA DARI BENTARA-ONLINE BIAR LENGKAP. TX
Posting Komentar