Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

BRI, darah kehidupan Alor

BANK Rakyat Indonesia (BRI), tak hanya tua dalam usia, tetapi juga matang dalam karya. Di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kematangan itu, terlihat, begitu mudah. Karena kematangannya, Pemda dan masyarakat Alor melirik dan memercayai BRI. Namun, apa yang BRI berikan kepada Alor ? Benarkah bank milik negara itu bekerja demi kemajuan Alor ? Berikut penjelasan Kepala Cabang BRI Alor, Hari Santoso,belum lama ini.

Bagaimana peran BRI sebagai penyokong pembangunan Alor?
Ibarat tubuh manusia, bank merupakan darah yang membawa makanan ke seluruh tubuh. BRI yang telah berkiprah sejak tahun 1976 di Kalabahi telah berperan di dalam membantu peredaran uang di Kabupaten Alor, baik aliran dari luar maupun ke dalam Kabupaten Alor. Pemberian kredit kepada pengusaha skala kecil dan mikro bermanfaat bagi pengembangan potensi Alor. Untuk meraih hasil yang maksimal, penggalian potensi tersebut memerlukan beberapa tahap, yakni eksplorasi, pengolahan, jaringan distribusi dan pengadaan sarana. BRI berperan sebagai stimulus bagi para pengusaha untuk mengembangkan usaha melalui kredit yang diberikan.

Apakah stimulus itu juga terlihat pada kredit konsumsi?
Pemberian kredit konsumtif juga memberikan peran yang cukup besar dalam pembangunan Alor. Peningkatan daya beli masyarakat melalui pemberian kredit, secara tidak langsung, telah menumbuhsuburkan beberapa usaha di bidang perdagangan pakaian, makanan, barang kelontong, otomotif, elektronik dan sektor ritel lainnya. Yang cukup menggembirakan, pemberian kredit konsumtif oleh BRI sebagain besar digunakan untuk biaya pendidikan / biaya anak sekolah. Meningkatnya kesadaran masyarakat Alor akan pentingnya pendidikan patut dicungi jempol. It berarti masyarakat telah melakukan investasi SDM yang jauh lebih penting dibandingkan dengan faktor-faktor produksi lainnya. Meningkatnya kualitas SDM ini akan memberikan peran yang besar bagi kemajuan pembangunan di wilayah Alor.

Salah satu fungsi bank adalah mengajak masyarakat lebih bijak menyikapi uang. Bagaimana dengan BRI ?
BRI juga berperan membentuk sikap masyarakat dalam menggunakan uang secara bijak. Melalui imbauan-imbauan dan kegiatan promosi, BRI mengajak masyarakat gemar menabung, tidak menghabiskan seluruh pengasilannya untuk keperluan konsumtif, tetapi juga memirkirkan masa depan.

Menurut Anda, bagaimana kesadaran masyarakat terhadap perbankan?
Kesadaran masyarakat Alor terhadap dunia perbankan semakin meningkat. Hal ini ditunjukan oleh penggunaan produk-produk maupun jasa perbankan di BRI yang selalu mengalami pertumbuhan, baik dana simpanan (giro, deposito & tabungan) yang selalu meningkat. Penggunaan kredit yang selalu bertambah, penggunaan transfer, penggunaan ATM dan jasa bank lainnya yang tidak pernah mengalami penurunan setiap tahunnya.

Sejauh mana dana yang berhasil dihimpun oleh BRI dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat Alor?
Hampir sama halnya dengan azas demokrasi, yaitu dari rakyat untuk rakyat. Alhamdulillah dana yang berhasil kami himpun dari masyarakat, 95 persen atau hampir seluruhnya kami salurkan ke masyarakat dalam bentuk kredit usaha kecil dan mikro, juga kepada para pegawai berpenghasilan tetap. Hampir tidak ada dana yang kami peroleh digunakan untuk membiayai investasi di luar wilayah Alor atau ditempatkan di pasar uang. Jadi kalau boleh dibilang bahwa dana yang ada pada kami adalah benar-benar 'Dari dan Untuk Masyarakat Alor.'


Bagaimana penyaluran kredit untuk usaha kecil dan menengah?
Kredit yang disalurkan oleh BRI Kalabahi seluruhnya dinikmati oleh para pengusaha kecil dan mikro. Pemberian kredit kepada pengusaha kecil dilakukan melalui Kantor Cabang, sedangkan kredit usaha mikro, kami salurkan melalui empat kantor BRI Unit, yaitu BRI Unit Moru, BRI Unit Sartika, BRI Unit Mebung dan BRI Unit Baranusa.


Bagaimana tingkat pengembalian?
Para pengusaha kecil dan mikro merupakan pengusaha yang paling dapat dipercaya dan paling sedikit prosentasenya untuk öngeplang kreditö. Oleh karena itu lah kami fokus di sektor ini. Namun demikian di dalam pemberian kredit kami harus tetap prudent, berpegang kepada azas kehati-hatian. Tidak semua pengusaha kecil dan mikro dapat kami berikan kredit. Kami harus melakukan analisa secara tajam sehingga hanya usaha yang benar-benar layak, menurut pertimbangan kami, yang dapat kami berikan kredit. Alhamdulillah tunggakan kredit di sektor tersebut sangat kecil sehingga tingkat pengembalian kreditnya sangat tinggi.

Sektor apa saja yang paling dominan?
Sesuai dengan jenis usaha yang berkembang di Alor, saat ini sektor perdagangan masih mendominasi kredit kami. Kondisi ini bukan suatu keadaan yang buruk. Kami berharap, ke depan sektor industri dan pariwisata dapat lebih berkembang lagi.

Bagaimana peran Pemda Alor bagi kiprah BRI Alor?
Pemda Alor melihat BRI sebagai salah satu aset yang ödimilikiö masyarakat. Pemda senantiasa memberikan kesempatan dan memfasilitasi kiprah kami di dalam setiap kegiatan di masyarakat . Di sisi lain hampir di setiap kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Pemda, kami senantiasa diikut sertakan. Hal ini menunjukkan perhatian yang sangat besar dari Pemda Alor kepada kami. Di dalam kegiatan perbankan pun Pemda Alor banyak memberikan kontribusinya kepada kami melalui transaksi keuangan yang dilakukan di BRI, dan penempatan dana-dana operasional untuk menunjang pembangunan.

Apa obsesi BRI Alor ke depan?
Bagi kami, Alor merupakan daerah yang sangat prospektif. Seberapa cepat perkembangannya tentu sangat tergantung kepada pengambil kebijakan dan dukungan dari masyarakat, termasuk untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Kami sangat berharap, pertumbuhan yang terjadi dapat semakin cepat dan lebih cepat lagi. Obsesi kami adalah dapat terus berpartisipati dalam mendukung proses pembangunan yang lebih cepat itu. (bentara online@yahoo.com). Spirit NTT, 10-16 Desember 2007.

1 komentar:

Albert Jata mengatakan...

Bagus dan salut untuk SPIRIT NTT, sumber berita bentara-online, biar jelas. Karena ini hasil wawancara. salam buat pengasuh. terima kasih.
http://floresalbert.blogspot.com