Laporan Oby Lewanmeru, Spirit NTT 3-10 Desember 2007
LABUAN BAJO, SPIRIT--Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menerapkan pendidikan rekayasa perangkat lunak (RKL). Kegiatan ini sudah dimasukkan menjadi salah satu kurikulum di sekolah tersebut.
Hal ini disampaikan Kepala SMKN 1 Labuan Bajo, Flori Sudirman, S.Pd kepada SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Rabu (28/11/2007).
Menurut Flori, kegiatan ini sudah mulai berjalan sekitar dua tahun lebih yang melibatkan semua siswa di sekolah itu. Namun, pihak sekolah memrioritaskan siswa yang langsung mengambil jurusan informatika atau yang berhubungan dengan komputer.
Dia menjelaskan, dalam melaksanakan pendidikan RKL, kini pihaknya menyediakan 32 unit komputer sehingga siswa yang terlibat diberi latihan soal perangkat lunak di komputer.
"Kita terapkan dengan tujuan supaya siswa jebolan sekolah ini jangan hanya menjadi siswa yang memiliki ijazah saja tapi punya keterampilan (skill) tersendiri atau nilai tambah," kata Flori.
Tentang permintaan siswa bisa mengikuti pendidikan RKL, dia mengaku siswa sangat antusias dan cukup respon terhadap program ini. Bahkan, semua yang terlibat sudah paham tentang sistem RKL.
Flori mengatakan, sebagai sekolah kejuruan, pihaknya tetap mengedepankan output yang bisa membawa manfaat bagi perkembangan dunia saat ini karena saat ini era komputerisasi.
Karena itu, pihaknya melalui manajemen sekolahselalu memberikan bimbingan dan motivasi bagi anak didik agar setelah tamat harus memiliki nilai tambah, di luar disiplin ilmu yang diperoleh.
"Era sekarang tidak semuanya butuh ijazah, tapi skill atau ketrampilan bisa membuat orang maju. Ke depan konsep tentang skill tetap diberikan secara bertahap sebab selama ini kita lihat banyak yang tidak fokus pada bidang keahlian karena tidak memiliki skill," katanya.
Ia mengakui, sekolah ini juga menerapkan pendidikan berbasis pariwisata. Misalnya perhotelan, restoran, tata boga yang semuanya tercakup pada Usaha Jasa Perhotelan (UJP), dan teknik informatika serta komunikasi. "Kita terus mengembangkan bakat dan kemampuan anak didik sehingga ada siswa yang ingin mengikuti kegiatan ekstra kurikuler tetap didukung," tegasnya. *
Hal ini disampaikan Kepala SMKN 1 Labuan Bajo, Flori Sudirman, S.Pd kepada SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Rabu (28/11/2007).
Menurut Flori, kegiatan ini sudah mulai berjalan sekitar dua tahun lebih yang melibatkan semua siswa di sekolah itu. Namun, pihak sekolah memrioritaskan siswa yang langsung mengambil jurusan informatika atau yang berhubungan dengan komputer.
Dia menjelaskan, dalam melaksanakan pendidikan RKL, kini pihaknya menyediakan 32 unit komputer sehingga siswa yang terlibat diberi latihan soal perangkat lunak di komputer.
"Kita terapkan dengan tujuan supaya siswa jebolan sekolah ini jangan hanya menjadi siswa yang memiliki ijazah saja tapi punya keterampilan (skill) tersendiri atau nilai tambah," kata Flori.
Tentang permintaan siswa bisa mengikuti pendidikan RKL, dia mengaku siswa sangat antusias dan cukup respon terhadap program ini. Bahkan, semua yang terlibat sudah paham tentang sistem RKL.
Flori mengatakan, sebagai sekolah kejuruan, pihaknya tetap mengedepankan output yang bisa membawa manfaat bagi perkembangan dunia saat ini karena saat ini era komputerisasi.
Karena itu, pihaknya melalui manajemen sekolahselalu memberikan bimbingan dan motivasi bagi anak didik agar setelah tamat harus memiliki nilai tambah, di luar disiplin ilmu yang diperoleh.
"Era sekarang tidak semuanya butuh ijazah, tapi skill atau ketrampilan bisa membuat orang maju. Ke depan konsep tentang skill tetap diberikan secara bertahap sebab selama ini kita lihat banyak yang tidak fokus pada bidang keahlian karena tidak memiliki skill," katanya.
Ia mengakui, sekolah ini juga menerapkan pendidikan berbasis pariwisata. Misalnya perhotelan, restoran, tata boga yang semuanya tercakup pada Usaha Jasa Perhotelan (UJP), dan teknik informatika serta komunikasi. "Kita terus mengembangkan bakat dan kemampuan anak didik sehingga ada siswa yang ingin mengikuti kegiatan ekstra kurikuler tetap didukung," tegasnya. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar