Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pemkab Belu bantu obat hama ke Tobir

ATAMBUA, SPIRIT---Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu menyalurkan bantuan obat pembasmi hama belalang ke Tobir, Kecamatan Tasifeto Timur, yang menyerang wilayah itu. Pemkab juga siap menggantikan bibit jagung yang sudah 'dilahap' belalang kepada para petani yang ada.Kepala Tata Usaha Dinas Pertanian dan Perkebunan Belu, Niko Umbu, mengatakan hal ini kepada SPIRIT NTT di Kantor Bupati Belu, Rabu (28/11/2007).
Niko Umbu mengakui, terkait hama belalang yang menyerang tanaman jagung di Tobir, pihaknya didatangi para petani. Mereka melaporkan bahwa luas areal serangan hama belalang terhadap kebun jagung mereka mencapaipuluhan hektar. Terhadap laporan ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan Belu sudah menurunkan tim dengan membawa obat-obatan.
"Kalau soal serangan hama belalang di Tobir itu kita sudah turunkanbantuan obat-obatan. Kita sudah lihat lokasi ternyata hamparan kebunjagung milik warga habis disikat belalang. Serangan hama kumbara itu dalamhitungan jam saja sudah amblas. Kita tidak tahu persis darimana datangnya hama belalang yang datang secara tiba-tiba ini," katanya.Meski demikian, kata Niko Umbu, pemkab telah mencari alternatif pemecahan dengan memberikan bantuan bibit jagung pengganti.
Diharapkan dengan curah hujan yang makin tinggi intensitasnya ini tanaman jagung milik petani bisa berhasil nantinya.Untuk diketahui, tanaman jagung milik petani Tobir, Kecamatan Tasifeto Timur, Belu yang baru berumur empat bulan sejak Minggu (25/11/2007) malam amblas disikat hama belalang. Total lahan jagung yang disikat belalang diperkirakan sekitar lima hektar lebih.Petani Desa Tobir, Manuel da Costa, menyampaikan hal ini kepada SPIRIT NTTdi Gedung DPRD Belu, Senin (26/11/2007), sebelum bertemu pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Belu.
. Ribuan belalang diduga datang dari wilayah Timor Tengah Utara, menyerang tanaman padi,jagung, dan tanaman lainnya di daerah itu. (yon) Spirit NTT, 10-16 Desember 2007.

Tidak ada komentar: