SPIRIT NTT/ISTIMEWA
BUSANA SUMBA--Bupati Sumba Tengah, Umbu Sappi Pateduk, menyalami seorang warga Korea yang berbusana Sumba di Waibakul, belum lama ini. Warga Korea ini sangat tertarik untuk meneliti budaya Sumba.
Spirit NTT, 18-24 Mei 2009
WAIBAKUL, SPIRIT--Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk, berharap ITN Malang mentransfer teknologinya, termasuk pemberdayaan aparat dan masyarakat sehingga mampu melakukan pengelolaan sumberdaya yang ada di Sumteng.
Kini, ITN Malang dipercaya Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah untuk berperan serta mendorong pengembangan daerah tersebut. Sumba Tengah adalah pemekaran baru dari Sumba Barat yang sedang dalam tahap pengembangan wilayahnya.
Bupati Sumteng mengharapkan para pakar dan ahli yang dimiliki ITN Malang bisa berperan aktif untuk merancang tata kota dan juga tata wilayah yang ada menjadi minimal sama dengan Kota Malang.
MoU ITN Malang dan Pemkab Sumba Tengah ditandatangani di Ruang Sidang Rektor ITN Malang, Sabtu (14/3/2009) lalu. Hadir dalam acara tersebut Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu S Pateduk, dan jajaran pejabatnya, Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng Ir Abraham Lomi MSEE beserta jajarannya.
Yang paling penting dalam kerja sama selama lima tahun itu, kata bupati, keterlibatan pakar dari ITN Malang untuk bersama-sama membuat rancangan pengembangan jangka menengah (RPJM) untuk Sumba Tengah. Sehingga dokumennya bisa menjadi daya tarik bagi calon investor untuk berinvestasi di wilayah Sumba Tengah yang arahnya menjadi agropolitan.
"Potensi yang kami miliki terutama dalam bidang pertanian dan kelautan. Dengan kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM di daerah," tegas Bupati Pateduk.
Ia pun berharap, ITN bisa merumuskan mekanisme yang lebih sederhana untuk menerima putra daerah Sumba Tengah untuk menempuh studi lanjut di ITN Malang.
Sementara itu, Abraham Lomi menuturkan, melalui kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di sana. Mengingat selama ini tidak sedikit pelajar dari wilayah Timur Indonesia yang memilih pendidikan tinggi, yang sebenarnya kurang berkualitas. "Kasus UTS menjadi contoh agar pelajar di wilayah Timur berhati-hati memilih pendidikan tinggi," tegasnya.
Sementara itu, terkait keterlibatan pakar ITN dalam penyusunan tata kota dan tata daerah di Sumba Tengah, menurutnya ada banyak pakar ITN yang sudah memiliki jam terbang tinggi untuk keperluan tersebut. (oci/lim/malangpost)
BUSANA SUMBA--Bupati Sumba Tengah, Umbu Sappi Pateduk, menyalami seorang warga Korea yang berbusana Sumba di Waibakul, belum lama ini. Warga Korea ini sangat tertarik untuk meneliti budaya Sumba.
Spirit NTT, 18-24 Mei 2009
WAIBAKUL, SPIRIT--Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk, berharap ITN Malang mentransfer teknologinya, termasuk pemberdayaan aparat dan masyarakat sehingga mampu melakukan pengelolaan sumberdaya yang ada di Sumteng.
Kini, ITN Malang dipercaya Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah untuk berperan serta mendorong pengembangan daerah tersebut. Sumba Tengah adalah pemekaran baru dari Sumba Barat yang sedang dalam tahap pengembangan wilayahnya.
Bupati Sumteng mengharapkan para pakar dan ahli yang dimiliki ITN Malang bisa berperan aktif untuk merancang tata kota dan juga tata wilayah yang ada menjadi minimal sama dengan Kota Malang.
MoU ITN Malang dan Pemkab Sumba Tengah ditandatangani di Ruang Sidang Rektor ITN Malang, Sabtu (14/3/2009) lalu. Hadir dalam acara tersebut Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu S Pateduk, dan jajaran pejabatnya, Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng Ir Abraham Lomi MSEE beserta jajarannya.
Yang paling penting dalam kerja sama selama lima tahun itu, kata bupati, keterlibatan pakar dari ITN Malang untuk bersama-sama membuat rancangan pengembangan jangka menengah (RPJM) untuk Sumba Tengah. Sehingga dokumennya bisa menjadi daya tarik bagi calon investor untuk berinvestasi di wilayah Sumba Tengah yang arahnya menjadi agropolitan.
"Potensi yang kami miliki terutama dalam bidang pertanian dan kelautan. Dengan kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM di daerah," tegas Bupati Pateduk.
Ia pun berharap, ITN bisa merumuskan mekanisme yang lebih sederhana untuk menerima putra daerah Sumba Tengah untuk menempuh studi lanjut di ITN Malang.
Sementara itu, Abraham Lomi menuturkan, melalui kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di sana. Mengingat selama ini tidak sedikit pelajar dari wilayah Timur Indonesia yang memilih pendidikan tinggi, yang sebenarnya kurang berkualitas. "Kasus UTS menjadi contoh agar pelajar di wilayah Timur berhati-hati memilih pendidikan tinggi," tegasnya.
Sementara itu, terkait keterlibatan pakar ITN dalam penyusunan tata kota dan tata daerah di Sumba Tengah, menurutnya ada banyak pakar ITN yang sudah memiliki jam terbang tinggi untuk keperluan tersebut. (oci/lim/malangpost)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar