SPIRIT NTT/IST
WIRAUSAHA--Menciptakan lapangan kerja baru, antara lain, dengan berwirausaha seperti membuat aneka kerajinan tas dari kain dan kulit. Banyak pelaku wirausaha yang berhasil karena ketekunan dan setiap saat mengasah keterampilan. Alumni STIE Oemathonis dapat melirik usaha-usaha seperti ini.
* STIE Oemathonis Lepas 94 Wisudawan
Spirit NTT, 06-12 April 2009
KUPANG, SPIRIT-- Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, mengharapkan alumni perguruan tinggi setelah diwisuda dan kembali ke masyarakat agar mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Jangan hanya berharap untuk menjadi PNS.
Adoe mengungkapkan hal ini pada acara Wisuda Angkatan VIII Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Oemathonis-Kupang, di aula sekolah tinggi itu, Senin (30/3/2009). Yang diwisuda pada angkatan ini 94 orang.
Alumnus STIE Oemathonis sebagai seorang ekonom, demikian Adoe, diharapkan dapat menjadi pelopor wirausaha di masyarakat. "Di sanalah saudara-saudara sedang ditunggu oleh keluarga dan masyarakat untuk terus memberikan kontribusi guna memacu arah pembangunan secara lebih berhasil guna dan berdaya guna. Jadilah pelaku pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Adoe.
Menurutnya, ketika seseorang akan menentukan pilihan untuk berwirausaha, pasti ia akan berpikir tentang modal usaha. Untuk itu, jelas walikota, Pemerintah Kota Kupang bersedia untuk memfasilitasi dengan memberikan bantuan modal usaha, baik itu melalui fasilitas kredit kerja sama pemerintah dengan bank, maupun melalui salah satu program prioritas Pemkot Kupang, yaitu pemberian modal usaha lewat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang penyalurannya dilakukan melalui koperasi-koperasi yang berada di bawah naungan lembaga agama.
Walikota juga menekankan bahwa keberhasilan yang diraih dan gelar yang disandang masih harus diuji lagi dalam komunitas masyarakat yang penuh dengan kompleksitas problem sosial dan ekonomi. Realitas sosial seperti ini, kata walikota, tentu dapat menimbulkan gejolak batin. "Saya ingatkan lagi kepada saudara-saudara bahwa dengan berakhirnya proses pendidikan di lembaga perguruan tinggi ini bukanlah akhir dari sebuah proses pembelajaran, akan tetapi menjadi awal dari sebuah pembelajaran baru tentang ilmu kehidupan yang kampusnya ada di lingkungan masyarakat majemuk," ujarnya.
Ke depan, sebagai salah satu lembaga ilmiah, STIE Oemathonis
tentu akan diperhadapkan dengan berbagai dinamika lingkungan yang tidak kecil oleh karena perkembangan sosial dan ekonomi yang semakin mengglobal.
Walikota berharap agar lembaga Pendidikan STIE Oemathonis tetap berupaya untuk terus mengembangkan pola manajemen yang lebih rasional dan efektif yang didukung dengan life skill yang lebih smart sehingga mampu bersaing di tengah arus perubahan yang semakin deras bahkan menjadi pilot utama dalam pesawat perubahan.
Walikota menyebut tantangan sebagai suatu kepastian yang harus dihadapi dari suatu ketidakpastian perkembangan global. Akan tetapi, lanjutnya, yang terpenting adalah adanya upaya terencana dan terprogram yang secara sistematis dan melembaga baik secara individu maupun secara institusi sehingga apapun tantangan yang dihadapi. "Kita harus mampu tampil sebagai pribadi-pribadi yang mempunyai wajah ilmiah-akademis sebagai determinan insan yang pernah belajar pada lembaga perguruan tinggi," tegasnya.
Ke-94 orang wisudawan/ti angkatan VIII STIE Oemathonis-Kupang berasal dari tiga program studi. Program studi SI Akuntansi sebanyak 42 orang, Program Studi SI Managemen 30 orang dan 22 orang dari program Studi D3 Akuntansi.
Dari 94 orang tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai lulusan terbaik untuk setiap program studi. Untuk SI Akuntansi atas nama Jolity Dima, S.E; SI Managemen atas nama Delfina Nahak, S.E, D3 Akuntansi atas nama Elisabeth Keo, Amd. (humas infokom kota kupang)
WIRAUSAHA--Menciptakan lapangan kerja baru, antara lain, dengan berwirausaha seperti membuat aneka kerajinan tas dari kain dan kulit. Banyak pelaku wirausaha yang berhasil karena ketekunan dan setiap saat mengasah keterampilan. Alumni STIE Oemathonis dapat melirik usaha-usaha seperti ini.
* STIE Oemathonis Lepas 94 Wisudawan
Spirit NTT, 06-12 April 2009
KUPANG, SPIRIT-- Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, mengharapkan alumni perguruan tinggi setelah diwisuda dan kembali ke masyarakat agar mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Jangan hanya berharap untuk menjadi PNS.
Adoe mengungkapkan hal ini pada acara Wisuda Angkatan VIII Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Oemathonis-Kupang, di aula sekolah tinggi itu, Senin (30/3/2009). Yang diwisuda pada angkatan ini 94 orang.
Alumnus STIE Oemathonis sebagai seorang ekonom, demikian Adoe, diharapkan dapat menjadi pelopor wirausaha di masyarakat. "Di sanalah saudara-saudara sedang ditunggu oleh keluarga dan masyarakat untuk terus memberikan kontribusi guna memacu arah pembangunan secara lebih berhasil guna dan berdaya guna. Jadilah pelaku pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Adoe.
Menurutnya, ketika seseorang akan menentukan pilihan untuk berwirausaha, pasti ia akan berpikir tentang modal usaha. Untuk itu, jelas walikota, Pemerintah Kota Kupang bersedia untuk memfasilitasi dengan memberikan bantuan modal usaha, baik itu melalui fasilitas kredit kerja sama pemerintah dengan bank, maupun melalui salah satu program prioritas Pemkot Kupang, yaitu pemberian modal usaha lewat program pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang penyalurannya dilakukan melalui koperasi-koperasi yang berada di bawah naungan lembaga agama.
Walikota juga menekankan bahwa keberhasilan yang diraih dan gelar yang disandang masih harus diuji lagi dalam komunitas masyarakat yang penuh dengan kompleksitas problem sosial dan ekonomi. Realitas sosial seperti ini, kata walikota, tentu dapat menimbulkan gejolak batin. "Saya ingatkan lagi kepada saudara-saudara bahwa dengan berakhirnya proses pendidikan di lembaga perguruan tinggi ini bukanlah akhir dari sebuah proses pembelajaran, akan tetapi menjadi awal dari sebuah pembelajaran baru tentang ilmu kehidupan yang kampusnya ada di lingkungan masyarakat majemuk," ujarnya.
Ke depan, sebagai salah satu lembaga ilmiah, STIE Oemathonis
tentu akan diperhadapkan dengan berbagai dinamika lingkungan yang tidak kecil oleh karena perkembangan sosial dan ekonomi yang semakin mengglobal.
Walikota berharap agar lembaga Pendidikan STIE Oemathonis tetap berupaya untuk terus mengembangkan pola manajemen yang lebih rasional dan efektif yang didukung dengan life skill yang lebih smart sehingga mampu bersaing di tengah arus perubahan yang semakin deras bahkan menjadi pilot utama dalam pesawat perubahan.
Walikota menyebut tantangan sebagai suatu kepastian yang harus dihadapi dari suatu ketidakpastian perkembangan global. Akan tetapi, lanjutnya, yang terpenting adalah adanya upaya terencana dan terprogram yang secara sistematis dan melembaga baik secara individu maupun secara institusi sehingga apapun tantangan yang dihadapi. "Kita harus mampu tampil sebagai pribadi-pribadi yang mempunyai wajah ilmiah-akademis sebagai determinan insan yang pernah belajar pada lembaga perguruan tinggi," tegasnya.
Ke-94 orang wisudawan/ti angkatan VIII STIE Oemathonis-Kupang berasal dari tiga program studi. Program studi SI Akuntansi sebanyak 42 orang, Program Studi SI Managemen 30 orang dan 22 orang dari program Studi D3 Akuntansi.
Dari 94 orang tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai lulusan terbaik untuk setiap program studi. Untuk SI Akuntansi atas nama Jolity Dima, S.E; SI Managemen atas nama Delfina Nahak, S.E, D3 Akuntansi atas nama Elisabeth Keo, Amd. (humas infokom kota kupang)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar