Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Hari Bapak

Oleh E Widiyati, Spirit NTT, 24-30 November 2008

HARI
Bapak juga dirayakan di Argentina, Bangladesh, Bulgaria, Canada, Chile, China, Colombia, Costa Rica, Cuba, Cyprus, France, Greece, Hong Kong, India, Ireland, Jamaica, Japan, Malaysia, Malta, Mauritius, Mexico, Netherlands, Panama, Pakistan, Peru, Philippines, Puerto Rico, Singapore, Slovakia, South Africa, Sri Lanka, Trinidad and Tobago, Turkey, United Kingdom, United States, Venezuela, Zimbabwe.

Hari Bapak dirayakan untuk menghargai bapak yang menjadi tokoh penting dan sebagai seorang pemimpin sehinggal dapat membentuk suatu kehidupan di dalam keluarga. Kedudukan bapak sebagai seorang ketua untuk menciptakan keluarga yang bahagia dimana dia turut berupaya mendidik, melindungi, memberi kasih sayang, mengatur perbelanjaan dan mempertahankan keharmonisan keluarga.

Bapak menanggung amanah besar dakam melaksanakan tugas memimpin, mengasihi, mendidik dan memberi nafkah kepada setiap anak. Dia melaksanakan tugasnya dengan keikhlasan, kesungguhan, dengan segala bentuk pengetahuan kebapaannya dan ketakwaan kepada Allah.

Kemahiran kebapaannya bukan lahir secara 'kebetulan' tapi dia mengeluarkan segala kemampuannya untuk bisa menjadi seorang bapak yang bijaksana. Untuk bisa menjadi seorang Bapak yang sukses dapat mendalami ilmu kebapaan dengan mengikuti kursus, bertukar pikiran dan pengalaman, membaca dan penghayatan terhadap tugas.

Tugas bapak bukan hanya sebatas menyediakan keperluan hidup seperti tempat tinggal, makanan dan pakaian kepada anak, tetapi juga memastikan anak mendapat bimbingan menjadi seorang anak yang saleh, taat beragama (menurut agamanya masing-masing).

Sebagai seorang Bapak tidak pantas jika dia menganggap tugas yang dilakukan merupakan sebuah beban.
Banyak bapak mengabaikan aspek kemesraan dalam hubungan dengan anak. Ada bapak lebih suka menunjukkan sikap bengis sebagai cara mendidik anaknya hingga anak tidak ada kesempatan dapat duduk santai dengan bapaknya. Cara seperti itu dianggap nantinya anak akan mudah mendengar dan melakukan perintah dengan tanpa melawan.

Tetapi cara seperti itu kebanyakan bisa dipertahankan selama anak masih kecil karena mereka takut hukum, yaitu hukum yang akan diterima dari bapaknya.
Seharusnya bapak mengambil pendekatan yang mana bisa membentuk suatu hubungan yang mesra dan ceria dengan anak-anaknya.

Ajarkan kepada mereka apa yang boleh dan tidak boleh dengan memberitahu alasannya. Pada saat yang bersamaan bapak perlu menunjukkan contoh yang baik.
Bapak adalah guru yang paling berkesan. Anak akan selalu 'percaya' apa yang dikatakan bapaknya disamping itu Bapak perlu membina personaliti sebagai idola bagi anak-anaknya.

Lingkungan dan rekan sebayanya akan menyebabkan anak kehilangan pedoman dan kontrol jika tidak dibimbing oleh ibu dan bapaknya. Banyak bapak yang terlalu sibuk mencari kekayaan dan kedudukan, karena pikir mereka dengan materi dan kedudukan dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan anak hingga mereka lupa tanggungjawab memberi pendidikan akhlak, agama dan kasih sayang yang diperlukan anak.

Sesibuk apapun, bapak harus dapat meluangkan waktunya untuk bisa bersama keluarga. Kebahagiaan keluarga adalah segala-galanya dalam kehidupan di dunia ini. Karena tidak ada artinya mencapai kejayaan dan kekayaan sedangkan anak terjebak oleh perbuatan negatif.

Anak tentunya akan bangga dengan bapaknya yang sentiasa berada di sisinya. Sebenarnya, anak bisa menjadi penawar kepada masalah dan beban kerja yang dihadapi sehari-hari entah kemelut di kantor ataupun di lingkungan. Anak menjadi inspirasi kepada bapak untuk berusaha lebih gigih dalam membina rumah tangganya.

Maka dari itu keletihan dan tekanan kerja akan hilang apabila melihat wajah anak-anaknya serta layanan mesra dari isterinya. Sebaliknya, seorang bapak tidak bermoral jika menganggap anak dan isteri sebagai beban mental baginya, yang mana anak dan isteri menjadi mangsa untuk melepaskan geramnya akibat tekanan perasaan yang berlebihan dari masalah lain. Keadaan ini akan memperburuk interaksi keluarga sehingga tidak terkontrol.

Bapak yang bermasalah akan lebih suka berada di luar rumah bersama rekan-rekannya. Mereka lebih mengutamakan kawan daripada anak. Tindakan itu tidak menyelesaikan masalah.

Bapak yang kerap menghabiskan waktunya di luar rumah mudah terpengaruh aktiviti yang kurang baik. Akibatnya, tanggungjawab terhadap keluarga semakin diabaikan.

Keburukannya ditanggung bapaknya sendiri, disamping itu anak juga akan menanggung aib keburukan perilaku bapaknya.
Hubungan erat bapak dan anak sejak kecil akan berjalan terus hingga anak meningkat dewasa dan mempunyai keluarga sendiri. Anak yang mendapat kasih sayang bapak akan membalas kasih sayang itu dengan menggembirakan bapaknya di hari tua kelak

Sebaliknya, bapak yang gagal menunjukkan kasih sayang, kemungkinan kelak akan 'dikucilkan' anak sendiri ketika usia tuanya.
Menurut ahli psikologi, pengalaman ketika usia kanak-kanak atau remaja yang ketika itu amat memerlukan perhatian dan kasih sayang bapaknya, tetapi gagal diperoleh, mendorong seseorang melakukan perbuatan sama terhadap bapaknya.
Ada bapak yang beranggapan sudah memadai kasih sayang dan perhatian yang diberikan ibu. Kasih sayang yang berkelanjutan antara bapak terhadap anak yang sudah menikah tidak mengganggu urusan hidup anak. Ikatan kasih sayang bapak terhadap anak adalah kasih sepanjang hayat. (www.kabarindonesia.com)


Tidak ada komentar: