Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Ternak berkeliaran ganggu lalu lintas

Spirit NTT, 15-21 September 2008, Laporan Adiana Ahmad

WAINGAPU, SPIRIT--Pola beternak lepas yang selama ini berlaku di masyarakat Sumba Timur tidak saja mengganggu tanaman pertanian atau perkebunan, tetapi juga pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di daerah itu. Salah satu jalur rawan kecelakaan karena ternak lepas, yakni Jalur Waingapu - Melolo. Di jalur ini sering jatuh korban akibat kendaraan bertabrakan dengan ternak yang melintas jalan secara tiba-tiba.

Seperti yang terjadi hari Sabtu (13/9/2008), sebuah mobil kijang yang ditumpangi rombongan tim Safari Ramadhan dari Kota Waingapu rusak berat, karena menabrak seekor sapi yang secara tiba-tiba melintas jalan di Laipori, Kecamatan Pandawai.
Akibat tabrakan itu, kondisi depan mobil yang melintas dari arah Melolo-Waingapu, itu ringsek. Kaca depan mobil pecah, lampu depan mobil rusak. Beruntung, seluruh penumpang di mobil tersebut selamat dan tak satu pun cedera. Para penumpang mobil naas ini terpaksa dievakuasi ke mobil lain.

Menurut salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian, di sekitar lokasi tersebut sudah sering jatuh korban akibat tabrak sapi atau kuda yang melintasi jalan secara tiba-tiba. Sementara pengendara, kata mereka, sering lengah dan melaju dengan kecepatan tinggi karena kondisi jalan di jalur itu rata dan lurus. Mereka mengatakan, gerombolan sapi atau kuda sering melintasi jalan ketika malam hari dan pada saat bulan terang.

"Biasanya kuda atau sapi yang lewat itu beriringan dan tidak berdekatan. Terkadang kita mengira sapi atau kuda sudah lewat ternyata ketika kita melintas, masih ada yang lain. Ini yang sering terjadi dan menimbulkan kecelakaan. Karena itu, setiap orang yang melintasi jalur ini perlu waspada. Jika melintas di jalur ini pada malam hari dan pada saat bulan terang sebaiknya kurangi kecepatan. Jika melihat ada sapi atau kuda melintas sebaiknya berhenti karena biasanya sapi atau kuda selalu bergerombolan. Warga menyarankan para pengendara, memastikan kondisi benar-benar aman dan tidak ada lagi hewan yang lewat baru melintas. Kalaupun melintas harus dengan kecepatan rendah," kata mereka. *



Tidak ada komentar: