Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jalan di Bipolo rusak sejak tahun 2004

Spirit NTT, 15-21 September 2008, Laporan Thomas Duran

KUPANG, SPIRIT-- Ruas jalan yang menghubungkan Dusun II dan III, Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, sejauh dua kilometer kini rusak berat sejak tahun 2004. Warga setempat meminta agar pemerintah segera memperbaikinya. Jalan yang dilapisi lapen (aspal biasa) kini sudah terkelupas, mengakibatkan sebagian kerikil berserakan.

Pantauan SPIRIT NTT, Sabtu (13/9/2008), kondisi jalan itu berlubang-lubang. Lubang-lubang jalan yang mencapai 10-15 centimeter tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan jika tak hati-hati.

Tampak beberapa kendaraan roda dua, roda empat, bahkan roda 10 milik CV Sama Jaya melintas di ruas jalan tersebut harus berhati-hati. Para pejalan kaki menutup wajah mereka dengan telapak tangan untuk menghalau batu dan debu yang meluncur ke arah mereka. Bahkan tak tanggung-tanggung anak-anak SD terpaksa mengangkat bajunya untuk menutupi wajah saat kendaraan lewat.

Sekretaris Desa Bipolo,Yusten Lalan, saat dikonfirmasi SPIRIT NTT di kediamannya, Sabtu (13/9/2008, mengatakan, kerusakan jalan tersebut akibat kendaraan roda sepuluh yang tonasenya tidak berimbang dengan kualitas jalan yang hanya dilapisi lapen.

Menurut Lalan, kerusakan jalan tersebut sejak tahun 2004. Ia juga mengatakan, sudah berulangkali pemerintah desa meminta agar jalan tersebut segera diperbaki.Namun, lanjut dia, sampai saat ini Pemkab Kupang belum memberikan jawaban.

Lalan mengatakan, jalan tersebut menghubungkan Desa Bipolo dengan ibukota Kecamatan Sulamu. Sehingga, kata Lalan, walau kondisi rusak, jalan tersebut tetap dilalui kendaraan karena tak ada alternatif lain menuju Sulamu.

Lalan mengatakan, akibat debu beterbangan ke mana-mana, banyak warga terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). "Masyarakat merasa tertekan dan tidak bebas beraktivitas karena pintu dan jendela rumah selalu tertutup untuk menghindari debu," katanya.

Menurut Lalan, kualitas jalan tersebut tidak pas dilalui kendaraan bertonase tinggi, seperti fuso karena hanya dilapisi lapen berkualitas rendah. "Jalan di sini belum layak dilintasi kendaraan jenis fuso apalagi ada fuso dengan muatan berat," katanya.*




Tidak ada komentar: